Pages - Menu

Pages

Jumat, 04 Maret 2011

Prinsip Kemoterapi


Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali ditambah dengan perilaku ganas: invasi dan metastasis. Kanker diduga disebabkan oleh interaksi antara kerentanan genetik dan racun lingkungan.

Dalam arti luas, paling''''obat kemoterapi bekerja dengan mempengaruhi mitosis (pembelahan sel), efektif menargetkan cepat membagi sel. Seperti obat-obatan ini menyebabkan kerusakan pada sel mereka disebut''''sitotoksik. Beberapa obat menyebabkan sel untuk menjalani apoptosis (yang disebut "kematian sel diprogram").

Para ilmuwan belum dapat mengidentifikasi fitur khusus dari sel-sel ganas dan kekebalan tubuh yang akan membuat mereka unik ditargetkan (pembatas beberapa contoh baru-baru ini, seperti kromosom Philadelphia yang ditargetkan oleh imatinib). Ini berarti bahwa cepat lain-membagi sel, seperti mereka yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan rambut dan untuk penggantian epitel usus (lapisan), juga sering terpengaruh. Namun, beberapa obat memiliki profil efek samping yang lebih baik daripada yang lain, memungkinkan dokter untuk menyesuaikan rejimen pengobatan menguntungkan bagi pasien dalam situasi tertentu.

Sebagai kemoterapi mempengaruhi pembelahan sel, tumor dengan fraksi pertumbuhan tinggi''''(seperti leukemia myelogenous akut dan limfoma agresif, termasuk penyakit Hodgkin) lebih peka terhadap kemoterapi, sebagai proporsi yang lebih besar dari sel-sel target sedang mengalami pembelahan sel pada setiap waktu. Keganasan dengan pertumbuhan yang lambat, seperti limfoma, cenderung merespon kemoterapi jauh lebih sederhana.

Obat mempengaruhi "muda" tumor (misalnya, lebih dibedakan) lebih efektif, karena mekanisme yang mengatur pertumbuhan sel biasanya masih dipertahankan. Dengan generasi-generasi sel tumor, diferensiasi biasanya hilang, pertumbuhan menjadi kurang diatur, dan tumor menjadi kurang responsif terhadap sebagian besar agen kemoterapi. Dekat pusat dari beberapa tumor padat, pembelahan sel secara efektif telah berhenti, membuat mereka tidak peka terhadap kemoterapi. Masalah lain dengan tumor solid adalah kenyataan bahwa agen kemoterapi sering tidak mencapai inti dari tumor. Solusi untuk masalah ini termasuk terapi radiasi (baik brachytherapy dan teleterapi) dan bedah.

Seiring waktu, sel-sel kanker menjadi lebih resisten terhadap pengobatan kemoterapi. Baru-baru ini, para ilmuwan telah mengidentifikasi pompa kecil di permukaan sel-sel kanker yang aktif bergerak kemoterapi dari dalam sel ke luar. Penelitian p-glikoprotein dan pompa kemoterapi lainnya seperti penghabisan, saat ini sedang berlangsung. Obat untuk menghambat fungsi p-glikoprotein sedang menjalani pengujian pada Juni 2007 untuk meningkatkan efektivitas kemoterapi.


Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Gila itu?

Kebanyakan masyarakat membayangkan adalah orang yang compang camping yang berjalan dipinggir jalan. Namun pengertian gila ternyata sangat luas sekali.
Gila adalah suatau penyakit yang menyerang system otak sehingga mengalami ganngguan jiwa bagi sang penderita. Gila bisa terjadi akibat banyak hal baik dari factor stress sampai keinginan yang belum tercapai.
Gila sendiri di golongan dari beberapa tipe dari yang berat sampai yang ringan.
Gila yang berat adalah saat si penderita tidak lagi dapat mengintrol emosi dan prilakunya. Ini keadaan yang sangat sering kita jumpai di pasar-pasar. Keadaan yang ini jika ingin sembuh harus menjalani karantina di rumah sakit jiwa
Gila yang ringan adalah keadaan yang sangat sering ditemui di masyarakat sadar atau tidak jika kita menghayal secara berlebihan bisa tergolong gila lho teman.
Ternyata gila bukan hanya seperti yang kita tahu selama ini. Orang – orang yang mempunyai gelja penyakit seperti bisa rawat jalan dengan dokter ahli jiwa. Hanya dengan menghayal yang berlebihan ternyata kita bisa bisa disebut gila.
Hayo siapa yang suka ngehayal???


Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan