Pages - Menu

Pages

Senin, 31 Desember 2012

Nilai rujukan pemeriksaan lab. klinik

Nilai Normal Laboratorium Patologi Klinik catatan : Nilai dapat berbeda sesuai dengan metode, reagen dan alat yg digunakan dalam melakukan pemeriksaan lab. Pria

Hematologi Jenis Spesimen :
darah Darah Lengkap Eritrosit : 4.5 – 5.9 (4.5 – 5.5) (juta/ul)
Haemoglobin (Hb) : 13.5 – 17.5 (13 – 16) (g/dl)
Hematokrit (Ht) : 41.0 – 53.0 (40 – 54) (%)
Trombosit : 150.000 – 440.000 (150.000 – 400.000) (/ul)
Leukosit : 4.000 – 11.000 (5.000 – 10.000) (/ul)
Laju Endap Darah (LED) : 0 – 10 (mm/jam)

Diff count / Hitung Jenis Leukosit
Basofil : 0 – 1 (%)
Eosinofil : 1 – 3 (%)
Batang : 2 – 6 (%)
Segmen : 50 – 70 (%)
Limfosit : 20 – 40 (%)
Monosit : 2 – 8 (%)

Urinalisa Jenis Spesimen :
urine midstream / porsi tengah Urine Lengkap
Warna : kuning
Kejernihan : jernih
Glukosa : negatif
Bilirubin : negatif
Keton : negatif
Berat jenis : 1.005 – 1.030 (1.003 – 1.030)
Darah samar : negatif
pH : 4.5 – 8.0 (5 – 8)
Protein : negatif
Urobilinogen : 0.1 – 1.0 (EU/dl)
Nitrit : negatif
Esterase leukosit : negatif
Sedimen Leukosit : 0 – 5 (0 – 3)(/ LPB)
Eritrosit : 0 – 1 (/LPB)
Silinder : negatif (/LPK)
Epitel :  =<10 (/LPB)
Kristal : negatif
Lain-lain : negatif


Kimia
Darah Glukosa N : 80 – 100 (mg/dl)
Glukosa PP : =<140 (mg/ dl)
Glukosa S : < 120 (mg/dl)
Kolesterol total : < 200 (mg/ dl)
Trigliserida : < 150 (mg/dl)
HDL – Kolesterol : > 55 (mg/ dl)
LDL – kolesterol : < 150 (mg/ dl)
Ureum : 15 – 40 (mg/dl)
Kreatinin : 0.5 – 1.5 (mg/dl)
Asam urat : 3.4 – 7.0 (mg/dl)
Bilirubin total : 0.2 – 1 (mg %)
Bilirubin direk : 0 – 0.2 (mg %)
Bilirubin indirek : 0.2 – 0.8 (mg %)
SGOT : 5 – 40 (u/l) SGPT : 5 – 40 (u/l)
Alkali Fosfatase : 45 – 190 (iu/l)
Gamma GT : 6 – 28 (mu/ml)
Protein total : 6.1 – 8.2 (gr %)
Albumin : 3.8 – 5.0 (gr %)
Globulin : 2.3 – 3.2 (gr %)

Imunologi dan Serologi
Widal Salmonella typhy Salmonella paratyphy A Salmonella paratyphy B Salmonella paratyphy C VDRL : negatif
HbSAg Anti Hbs
RF : < 8 (lu/dl)
CRP : < 0.8 (Mg/dl)
ASTO : < 200 (lu/dl)

Wanita

Hematologi
Jenis Spesimen :
darah Darah Lengkap
Eritrosit : 4 – 5 (juta/ul)
Haemoglobin (Hb) : 12 – 15 (g/ dl)
Hematokrit (Ht) : 36 – 47 (%)
Trombosit : 150.000 – 400.000(/ul)
Leukosit : 5.000 – 10.000(/ ul)
Laju Endap Darah (LED) : < 15 (mm/jam)

Diff count / Hitung Jenis Leukosit
Basofil : 0 – 1 (%)
Eosinofil : 1 – 3 (%)
Batang : 2 – 6 (%)
Segmen : 50 – 70 (%)
Limfosit : 20 – 40 (%)
Monosit : 2 – 8 (%)

Urinalisa Jenis Spesimen :
urine midstream / porsi tengah Urine Lengkap
Warna : kuning
Kejernihan : jernih
Glukosa : negatif
Bilirubin : negatif
Keton : negatif
Berat jenis : 1.003 – 1.030
Darah samar : negatif
pH : 5 – 8
Protein : negatif
Urobilinogen : 0.1 – 1.0 (EU/dl)
Nitrit : negatif
Esterase leukosit : negatif
Sedimen Leukosit : 0 – 3 (/LPB)
Eritrosit : 0 – 1 (/LPB)
Silinder : negatif (/LPK)
Epitel : =<10 (/LPB)
Kristal : negatif
Lain-lain : negatif

Kimia
Darah Glukosa N : 80 – 100 (mg/dl)
Glukosa PP : 100 - 120 (mg/ dl)
Glukosa S : < 150 (mg/dl)
Kolesterol total : < 200 (mg/ dl)
Trigliserida : < 150 (mg/dl)
HDL – Kolesterol : > 65 (mg/ dl)
LDL – kolesterol : < 150 (mg/ dl)
Ureum : 15 – 40 (mg/dl)
Kreatinin : 0.5 – 1.5 (mg/dl)
Asam urat : 2.4 – 5.7 (mg/dl)
Bilirubin total : 0.2 – 1 (mg %)
Bilirubin direk : 0 – 0.2 (mg %)
Bilirubin indirek : 0.2 – 0.8 (mg %)
SGOT : 5 – 40 (u/l)
SGPT : 5 – 41 (u/l)
Alkali Fosfatase : 45 – 190 (iu/l)
Gamma GT : 4 – 18 (mu/ml)
Protein total : 6.1 – 8.2 (gr %)
Albumin : 3.8 – 5.0 (gr %)
Globulin : 2.3 – 3.2 (gr %)
Imunologi dan Serologi Widal Salmonella typhy Salmonella paratyphy A Salmonella paratyphy B Salmonella paratyphy C VDRL : negatif HbSAg Anti Hbs
RF : < 8 (lu/dl)
CRP : < 0.8 (Mg/dl)
ASTO : < 200 (lu/dl)

Tips membersihkan kotoran telinga

Dalam membersihkan telinga, Anda biasanya menggunakan cotton bud atau pembersih telinga yang terbuat dari besi berbentuk seperti sendok. Sebenarnya cotton bud hanya boleh digunakan untuk membersihkan lipatan bagian luar saja. Tapi terkadang kita membersihkannya hingga ke liang telinga. Dan itu sangat berbahaya karna akan mendorong kotoran telinga akan masuk lebih dalam lagi. Biasanya cotton bud digunakan untuk membersihkan kotoran telinga yang basah. Dan alat pembersih telinga yang terbuat dari besi, digunakan untuk membersihkan kotoran telinga yang mengeras. Jika diketahui ada kotoran telinga yang mengeras sebaiknya segerakan periksa ke dokter THT. Jangan coba-coba membersihkannya sendiri, karna itu akan berakibat fatal dan membahayakan kesehatan telinga Anda. Selain kotoran yang membatu tadi mengakibatkan infeksi, kotoran tadi akan membuat sakit pada telinga . Bahkan jika lubang telinga hanya tersumbat sebelah, akan mengakibatkan vertigo (pusing berputar).

Coklat bisa jadi obat stress

Siapa yang tak kenal coklat? Hampir di semua kalangan menyukai cemilan yang satu ini, berbagai olahan makanan dan minuman yang berbahan dasar coklat ini menjadi cemilan pilihan kita. Tapi tahukah kita bahwa coklat bisa menghilangkan stress?Coklat merupakan makanan yang mudah lumer pada suhu darah atau dibawah suhu tubuh ( dibawah 33°C ). Hal ini akhirnya menjadikan coklat makanan yang paling bergizi yang mudah dicerna. Di dalam coklat banyak mengandung vitamin (A, B1, B2, C, D dan E). Dan juga beberapa mineral yang penting bagi tubuh ( kalsium, pottasium, sodium, magnesium, zat besi, zinc, tembaga, fosfor, dan krom). Selain itu, coklat juga mengandung antioksidan dan flavonoid yang dapat mencegah timbulnya sel-sel kanker. antioksidan dan flavonoid juga merupakan bahan penting bagi aspirin untuk mencegah penggumpalan darah. Coklat dianggap makanan penghilang stres, karena coklat juga mengandung molekul psikoaktif, yang akan meningkatkan zat-zat neurotransmitter ke otak yang akan membuat pemakan coklat akan merasa lebih nyaman dan rileks. Beberapa kandungan di dalam coklat seperti, kafein, theobromine, methyl-xantine dan phenylethylalanine dapat memperbaiki mood, mengurangi kelelahan, dan jika kita sedang merasakan gejala stres.

Sabtu, 29 Desember 2012

Teh susu enak tapi. . .

Teh adalah minuman favorit seluruh negara. Teh juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh, dapat mencegah penyakit jantung. Tetapi hal itu tidak berlaku jika teh dicampur dengan susu. Mengapa demikian? Kandungan antioksidan, vitamin, dan komponen lain yang dikandung teh dapat meningkatkan sistem imun tubuh, juga dapat mencegah kanker. Selain itu bisa mencegah gigi berlubang, dan menjaga kadar gula darah, mencegah sakit jantung atau stroke. Para peneliti mengatakan jika teh dicampur dengan susu, maka kandungan protein kasein yang terkandung dalam susu akan mengurangi fungsi kerja sistem imun dan kandungan antioksidan yang terkandung dalam teh. Kerugian tersebut bukan saja pada susu hewan (susu sapi, atau susu kambing) tetapi juga pada susu kedelai. Jadi sebaiknya jangan terlalu sering y minum teh susu ny