Pages - Menu
▼
Pages
▼
Sabtu, 05 Januari 2013
Stress berhubungan dengan kesehatan
Kata-kata stres sudah sering
kita dengar, bahkan stres nya
sendiri sering kita alami. Karena
tidak ada seseorang yang
terbebas dari stress, yang
diakibatkan beberapa faktor,
misalnya rutinitas sehari-hari,
jadwal kerja yang padat, polusi
udara, dan lainnya. Bahkan bayi
dalam kandungan pun bisa
mengalami stress ketika
lingkungan di sekitarnya memberi
tekanan.
Pengalaman stress pada
umumnya tidak menyenangkan,
bahkan menjengkelkan. Jika
dialami terus menerus, akan
memperburuk emosi dan
kesehatan fisik. Stres juga bisa
memicu seseorang untuk
melakukan tindakan yang tidak
sehat sepertinya trganggunya
aktivitas tidur, malas
beraktivitas, menggangu pola
makan.
Adapun hal-hal akibat dari
stress, adalah:
Kesuburan terganggu. Stress
akan mengganggu produksi
testosterone sehingga jumlah sel
sperma yang dihasilkan
berkurang.
Gangguan Kulit. Stres bisa
mengganggu keseimbangan lemak
di bagian epidermis kulit sehingga
mudah terjadi infeksi bakteri
Obesitas. Pada sebagian orang,
dengan menyantap makanan
sering menjadi pelarian emosi
yang dirasakan. Dan ini berakibat
badan terus melambung. Stres
juga mengakibatkan perut sering
merasa lapar.
Memicu asma. Hal ini terjadi dalam
situasi penuh ketegangan.
Ketegangan dan serangan panic
juga bisa menyebabkan sesak
napas dan serangan asma yang
tiba-tiba.
Demensia (kemerosotan daya
ingat). Kita pasti tahu jika
sedang stress, hal-hal kecil yang
biasa dilakukan pun akan tiba-
tiba hilang dari ingatan. Bahkan
tak jarang menjadi orang linglung
yang lupa jalan pulang ke
rumahnya sendiri
Sering terkena infeksi. Stres
kronis dapat menekan sistem
kekebalan tubuh yang dapat
mengakibatkan mudah terserang
flu.
Insomnia. Orang yang menderita
stress akan mengalami gangguan
tidur (insomnia), hal ini
dikarenakan pikiran yang tidak
tenang akan masalah yang
sedang dihadapi.
Memicu penyakit jantung. Stres
mengaktifkan sistem saraf
simpatik yang menyebabkan
kerusakan lapisan dalam arteri
dan juga membanti pembentukan
gumpalan darah yang menjadi
penyebab serangan jantung.
Stroke. Orang yang sering
mengalami stress, kemungkinan
besar menderita penyakit
stroke.
Migrain dan sakit kepala. Saat
stress pembuluh darah di area
kepala akan melebar sebagai
akibat ketidakseimbangan zat-
zat kimia. Ketidakseimbangan ini
akan memicu rasa sakit dan
timbullan migraine.
Respon fisiologis ketika terjadi
stress:
Ketegangan otot meningkat
Denyut jantung meningkat
Tekanan darah meningkat
Aktivitas syaraf meningkat
Sekresi air ludah menurun
Penyimpanan sodium meningkat
Pernapasan meningkat
Gula darah meningkat
Sekresi asam lambung meningkat
Gelombang otak berubah
Sekresi urin meningkat
Solusi terbaik adalah sebisa
mungkin mengurangi stress,
menyelesaikan masalah, dan
membiasakan diri untuk bergaya
hidup sehat. Karna jika sudah
mengalami stress, bermacam
penyakit pun akan muncul dan
membahayakan diri kita sendiri.
Deteksi kanker payudara
Kita tentunya sudah tidak asing
lagi mendengar nama penyakit
yang satu ini, Kanker Payudara.
Yang ada di pikiran kita pasti
penyakit ini sangat berbahaya
dan mematikan. Benar, Kanker
Payudara merupakan penyakit
mematikan di kalangan
perempuan, di samping Kanker
Serviks.
Kanker payudara adalah kanker
yang dimulai pada payudara,
biasanya di lapisan dalam saluran
susu atau lobulus. Jenis kanker
payudara, dengan tahapan
berbeda, agresivitas, dan
makeup genetik. Beberapa
kanker payudara memerlukan
hormon estrogen dan
progesteron untuk tumbuh, dan
memiliki reseptor bagi hormon.
Kanker Payudara banyak
menyerang kaum perempuan,
walau kaum lelaki juga ada
kemungkinan menderita penyakit
ini, tetapi tidak seberapa banyak
dibanding kaum perempuan.
Belum diketahui secara pasti
penyebab timbulnya kanker
payudara. Tetapi beberapa
ilmuwan mengidentifikasi kanker
payudara disebabkan oleh
beberapa faktor:
OBESITAS. 30% kanker
payudara disebabkan karena
obesitas atau kegemukan.
Kelebihan lemak tubuh dapat
meningkatkan kadar hormon
insulin dan estrogen. Hormon ini
yang menjadi penyebab umum
tumbuhnya kanker.
USIA. Semakin tua seseorang
akan semakin berpotensi
menderita kanker payudara.
Seorang wanita berumur 50
tahun delapan kali lipat lebih
berpeluang terserang kanker
payudara dibanding dengan
wanita yang berusia 30 – 40
tahun.
FAKTOR GENETIK. Seseorang
yang berasal dari parental yang
pernah memiliki penyakit kanker
juga akan berpotensi terserang
kanker payudara.
ORAL KONTRASEPSI.
Kontrasepsi yang dilakukan
dengan mamanfatkan pil dapat
beresiko munculnya kanker
payudara sebanyak seperempat
kali lipat.
ALKOHOL. Resiko kanker
payudara bisa meningkat sebesar
12% jika mengkonsumsi alkohol.
FAKTOR HORMON, seperti
menstruasi terlalu dini (di bawah
usia 12 tahun), terlambat
menopause, tidak pernah
mengalami kehamilan, terlambat
hamil (setelah usia 30 tahun)
dapat berpeluang mengalami
kanker payudara.
Menurut Spesialis bedah
Onkologi di RS. Pondok Indah
Jakarta, Dr. Sonar Sonny
Panigoro mengatakan, di negara
yang sudah maju, angka kematian
kanker payudara sudah relatif
rendah karena tingkat
kesadaran sudah lebih tinggi.
Tetapi di negara berkembang
angka kematian akibat kanker
payudara masih cukup tinggi.
Untuk lebih waspada akan
penyakit kanker payudara, kenali
dulu gejala kanker payudara:
Benjolan kecil pada payudara,
awalnya benjolan ini muncul pada
payudara, ukurannya kecil dan
tidak terasa nyeri. Tapi lama
kelamaan membesar dan
menempel pada kulit, serta
menimbulkan perubahan bentuk
dan warna pada puting atau
payudara.
Eksema atau erosi pada puting.
Kulit atau puting tertarik ke
dalam (retraksi), berwarna pink
atau kecoklatan sampai berubah
menjadi seperti kulit jeruk,
mengkerut dan menjadi borok,
yang semakin lama makin
membesar hingga bisa merusak
payudara. Bahkan bisa
menyebabkan puting tiba-tiba
lepas atau hilang.

