Pages - Menu
▼
Pages
▼
Selasa, 08 Januari 2013
Vertigo itu
Vertigo merupakan gangguan
keseimbangan pada penderitanya.
Orang Indonesia biasa
menyebutnya dengan puyeng,
atau tujuh keliling.
Walaupun tidak berpengaruh
pada organ tubuh lainnya, vertigo
sangat mengganggu aktivitas kita
sehari-hari.
Ketika kambuh,
penderita vertigo akan sulit
berdiri karena kepala terasa
sakit dan di sekelilingnya tampak
berputar, bahkan bisa sampai
pingsan jika tidak kuat menahan
sakitnya.
Vertigo berasal dari bahasa
Yunani, vertere,yang artinya
berputar-putar. Dapat diartikan
sebagai perasaan bergerak atau
berputar pada sekeliling kita
sehingga menimbulkan rasa sakit.
Perasaan gerak ini dapat
menimbulkan gejala lain terutama
bagian otonimik, karena
terganggunya keseimbangan.
Beberapa faktor yang
menyebabkan vertigo adalah
serangan migraine, mabuk
kendaraan, radang pada leher,
infeksi bakteri pada alat
pendengaran, kekurangan asupan
oksigen pada otak. Bisa juga
diakibatkan oleh gangguan pada
telinga bagian dalam ataupun
pada penglihatan. Atau terjadi
perubahan tekanan pada darah
secara tiba-tiba, gangguan di
dalam syaraf yang
menghubungkan telinga dengan
otak ataupun di dalan otaknya
sendiri.
Vertigo bisa juga disebabkan
oleh beberapa jenis obat,
seperti kina, salisilat, dan
streptomisin. Ketiga obat itu
memang dapat menyebabkan
radang kronis pada telinga
bagian dalam.
Untuk mengurangi gejala vertigo,
kita dapat melakukannya dengan
mengatur pola makan. Usahakan
makan dengan porsi yang cukup,
jangan terlalu banyak. Hindari
makanan yang mengandung
karbohidrat tinggi, hindari
makanan yang dapat merangsang
alergi, misalnya seafood, pedas,
asam yang berlebihan, hindari
makanan beralkohol, kafein,
minyak dan lemak.
Selain mengatur pola makan,
vertigo dapat dikurangi dengan
mengkonsumsi enzim Bromelain,
Magnesium, vitamin B 12 yang
berfungsi mengaturn keseimbang
system saraf. Jahe dan Ginko
juga bermanfaat untuk
meningkatkan sirkulasi darah ke
dan dalam otak.
Bila tiba-tiba vertigo datang
menyerang, kita dapat melakukan
hal berikut:
Tarik napas dalam-dalam sambil
pejamkan mata
Cari tempat dan posisi aman
untuk berbaring, atau jika tidak
memungkinkan untuk berbaring,
cari tempat untuk duduk
Carilah orang untuk membantu
Anda ke toilet, jika Anda merasa
mual dan hendak muntah.
Jika Anda berbaring, bertahanlah
hingga sakit di kepala atau rasa
berputar itu hilang
Bukalah mata perlahan sambil
memiringkan badan Anda atau
menggerakkan kepala secara
perlahan. Jika vertigo kembali
dating dengan posisi ini,
kembalilah ke posisi sebelumnya.
Intinya, buatlah posisi tubuh
Anda senyaman mungkin sampai
rasa sakit itu hilang.
Servik jadi pembunuh wanita
Tahukah Anda, bahwa dalan
setiap jam wanita di Indonesia
meninggal akibat kanker serviks
atau lebih dikenal dengan kanker
mulut rahim. Bahkan dalam setiap
menit wanita di seluruh dunia
meninggal karna kanker yang
mematikan ini.
Kanker Serviks (Kanker Mulut
Rahim) adalah tumor ganas yang
tumbuh di dalam leher rahim/
serviks, letaknya di bagian
terendah mulut rahim dan
menempel pada puncak vagina.
Kanker Serviks atau disebut juga
dengan “Silent Killer”,karna
kanker jenis ini sangat sulit
dideteksi. Perjalanan dari infeksi
virus menjadi kanker
membutuhkan waktu yang lama,
sekitar 10-20 tahun. Oleh
karena itu informasi tentang
kanker serviks mutlak diketahui
oleh para wanita.
Kanker Serviks disebabkan oleh
infeksi Human Papilloma Virus
(HPV), jenis virus yang bersifat
inkogenit (penyebab kanker).
Kanker serviks terjadi jika sel-
sel serviks menjadi abnormal dan
membelah secara tak terkendali.
Jika sel serviks akan terus
membelah maka akan terbentuk
suatu massa jaringan yang
disebut dengan tumor yg bias
bersifat jinak atau ganas. Jika
tumor tersebut ganas, maka
keadaannya adalah kanker
serviks.
Beberapa penyebab terjadinya
kanker serviks tidak diketahui
secara pasti, tetapi terdapat
beberapa faktor resiko yang
berpengaruh terhadap terjadinya
kanker serviks:
HPV (Human Papilloma Virus).
Virus ini dapat menyebar lewat
sentuhan, misalnya ada virus
HPV di tangan Anda, lalu Anda
menyentuh daerah genitak, maka
daerah serviks Anda dapat
terinfeksi.Atau bias juga dari
kloset di WC umum yang sudah
terkontaminasi virus (jadi
sebelum duduk Anda harus selalu
membersihkannya dengan
alcohol)
Wanita di atas usia 35 tahun
rentan terkena kanker serviks.
Hal ini dikarenakan system imun
dalam tubuh semakin lemah.
Berganti-ganti partner Seks.
Virus HPV dapat menular melalui
hubungan seksual. Seandainya
seorang pria berhubungan seks
dengan seorang wanita yang
menderita kanker serviks,
kemudian pria itu berhubungan
seks dengan pasangannya, maka
virus HPV dapat menukar dan
menginfeksi pasangannya.
Membasuh atau membersihkan
genital dengan air yang tidak
bersih.
Pemakaian pembalut yang
mengandung dioksin (bahan
pemutih yang dipakai untuk
memutihkan pembalut hasil daur
ulang daribahan bekas)
Daya tahan tubuh yang lemah,
kurangnya konsumsi vitamin C, E
dan asam folat.
Kebiasaan merokok
Pemakaian pil KB
Infeksi herpes genital atau infeksi
klamidia menahun
Jika sel-sel abnormal menyebar
lebih dalam ke dalam serviks atau
jaringan maupun organ lainnya,
maka keadaannya disebut kanker
serviks invasif.
Adapun gejala dari kanker
serviks adalah:
Pendarahan pada vagina saat
berhubungan intim
Menstruasi abnormal (lebih lama
dan lebih banyak)
Keputihan yang tidak kunjung
sembuh, biasanya berwarna pink,
coklat atau mengandung darah
atau hitam serta berbau busuk.
Sakit di saat berhubungan intim
Pada stadium lanjut: kurang nafsu
makan
Sakit punggung atau tidak bisa
berdiri tegak
Sakit di otot bagian paha
Salah satu paha bengkak
Berat badan menurun
Tidak dapat buang air kecil
Bocornya urine dari vagina
Pendarahan spontan setelah
masa menopause
Tulang yang rapuh dan nyeri
panggul
Terjadinya Kanker Serviks
TAHAP PERKEMBANGAN
KANKER SERVIKS:
Tahap ini berdasarkan saat
tumor ditemukan:
Stadium I : Tumor telah
menyerang leher rahim. Sel-sel
kanker hanya ditemukan di leher
rahim
Stadium II : Tumor meluas ke
bagian atas vagina melampaui
leher rahim ke jaringan dekat
panggul.
Stadium III : Tumor meluas ke
bagian bawah vagina. Jika tumor
menghalangi aliran urine, maka
ginjal tidak dapat bekerja dengan
baik.
Stadium IV : Tumor menyerang
kandung kemih atau rectum, atau
menyebar ke bagian lain dari
tubuh.
HPV sangat menular.
Diperkirakan banyak orang
terinfeksi virus HPV dalam
tahun-tahun pertama setelah
aktif berhubungan seksual.
Penularan HPV banyak terjadi
melalui hubungan seksual, tetapi
ada juga yang penularannya
melalui non seksual.

