Pages - Menu
▼
Pages
▼
Rabu, 09 Januari 2013
Gangguan kesehatan yang sering di alami wanita
Tubuh yang sehat adalah
dambaan setiap orang, terutama
wanita. Mempunyai tubuh sehat
dan fit akan menambah
kecantikan jasmani dan
kesegaran pada tiap wanita.
Jika berurusan dengan
kesehatan memang perlu
diprioritaskan, terutama pada
wanita yang mempunyai ancaman
kesehatan lebih kompleks.
Sebaiknya kita harus lebih
mengenal gangguan-gangguan
kesehatan yang sering dialami
oleh wanita, diantaranya adalah:
1. Gangguan Reproduksi
Pada saat usia reproduktif,
perempuan rentan mengalami
masalah produktif seperti
gangguan haid. Gangguan haid
adalah hal yang paling sering
dialami oleh kaum wanita. Gejala
yang paling dialami adalah rasa
sakit di perut bagian bawah,
bahkan bisa meluas ke pinggul
bahkan paha. Rasa nyeri itu
disebut dengan dismenorhea
primer, disebabkan tingginya
kadar prostaglandin.
2. Gangguan Kehamilan
Gangguan kehamilan bisa terjadi
kapan saja, gejalanya pun
beragam. Ada yang mengalami
mual-mual (biasa disebut ngidam),
hipertensi, infeksi, kehamilan
terganggu bahkan pendarahan.
Hal tersebut sebenarnya bisa
dicegah dengan melakukan
penanganan yang intensif dan
pemeriksaan kehamilan yang
rutin.
3. Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan
masalah serius yang menghantui
setiap wanita. Penelitian
menunjukkan bahwa wanita yang
menderita kanker payudara
meningkat. Sebagian besar
penyebab kanker payudara
adalah gaya hidup.
4. Kanker Leher Rahim
Kanker Leher Rahim merupakan
kanker terbanyak kedua setelah
kanker payudara. Semakin dini
sel-sel abnormal terdeteksi,
semakin rendahlah resiko
seseorang menderita kanker
leher rahim.
Sebaiknya Anda menghindari hal-
hal yang dapat memicu tumbuhnya
kanker leher rahim, seperti:
- Melakukan hubungan seks
secara teratur, jika Anda wanita
dewasa. Lakukan pap smear tiap
dua tahun sampai usia 70 tahun
- Hindari merokok, karna
kandungan nikotin dalam rokok
dapat merangsang timbulnya sel-
sel kanker
- Hindari pemakaian
antiseptic yang berlebihan,
karena akan mengakibatkan
iritasi serviks yang merangsang
tumbuhnya kanker.
5. Anemia
Berdasarkan data World Health
Organization (WHO), terdapat
lebih dari dua miliar orang yang
mengalami anemia, wanita
reproduktiflah yang cenderung
paling rentan. Dikarnakan setiap
bulan wanita mengalami siklus
menstruasi. Pada kehamilan
maupun melahirkan dapat
mengalami anemia. Selain itu
karna kebiasaan minum teh atau
kopi, karna teh dan kopi
mengandung zat yang dapat
menghambat zat besi yang
dibutuhkan untuk pembentukan
sel darah merah. Gejala anemia
adalah kulit pucat, rasa lelah,
napas pendek, kuku mudah
pecah, dan sakit kepala sebelah
depan.
6. Depresi
Penyakit ini mempengaruhi
sekitar 50% lebih wanita
daripada pria. Seiring semakin
matangnya usia, makin banyak
pula maalah yang mungkin terjadi.
Pada sebagian perempuan,
mekanisme pertahanan yang
tidak cukup baik akan
menyebabkan munculnya gejala –
gejala depresi disbanding kaum
lelaki. Salah satu contoh
gangguan depresi yang terjadi
pada 13% perempuan adalah
depresi setelah kelahiran
(postpartum depressive
disorder) atau yang dikenal
dengan baby blues.
7. Masalah Berat Badan
Sebagian besar wanita
mengidamkan mempunyai
penampilan yang sempurna
termasuk dalam hal bentuk tubuh.
Namun terkadang kebiasaan pola
makan yang tidak teratur, jarang
olahraga dan kurang istirahat
menyebabkan munculnya masalah
berat badan.
Gejala diabetes melitus
Diabetes Mellitus merupakan
penyakit kronik yang jumlah
kasusnya terus mengalami
peningkatan di seluruh dunia,
termasuk di Indonesia, bahkan
penyakit ini bisa menjangkit
anak-anak.
Diabetes Mellitus menurut bahasa
Yunani: διαβαίνειν, diabaínein,
tembus atau pancuran air) atau
menurut bahasa Latin: mellitus,
rasa manis (dikutip dari
Wikipedia.org) biasa dikenal
dengan penyakit kencing gula.
Kadar gula (glukosa) dalam darah
meningkat sehingga tidak dapat
melepaskan atau menggunakan
hormone insulin dengan baik.
Insulin sendiri adalah hormon
yang dilepaskan oleh pankreas
yang dapat menghasilakan energi
atau disimpan sebagai cadangan
energi.
Perlu diwaspadai, bahwa pria
lebih besar resikonya terkena
Diabetes Mellitus. Banyak faktor
yang menyebabkan terjadinya
diabetes, diantaranya: faktor
keturunan, kolesterol yang
tinggi, obesitas (kegemukan),
kolesterol yang tinggi, stress,
merokok, minuman beralkohol,
tekanan darah tinggi, pola makan
tidak sehat.
Gejala penyakit Diabetes
Mellitus, yaitu:
Sering buang air kecil (Poliura).
Hal ini disebabkan ketika kadar
gula melebih ambang ginjal yang
dapat mengakibatkan glukosa
dalam urin menarik air sehingga
urin menjadi banyak.
Sering merasa lapar dan haus.
Hal ini disebabkan karna
ketidakcukupan hormon insulin
untuk memasukkan glukosa ke
dalam sel, hal ini akan
menyebabkan tubuh akan selalu
merasa lapar.
Badan mudah lesu, malas,
mengantuk dan mudah lelah bila
mengerjakan sesuatu.
Ciri diabetes yang lain adalah
Apabila terjadi luka pada kulit,
akan sulit disembuhkan
Berat badan berkurang
Penglihatan menjadi kabur
Gatal di daerah kemaluan.
Luka pada Penderita Diabetes
Mellitus
Untuk gejala kronis, ada
beberapa macam, yaitu:
1. Impoten/Disfungsi Ereksi &
Kesemutan di kaki. Karna
Diabetes mampu merusak jaringan
saraf dan pembuluh darah
2. Kerusakan Ginjal
3. Stroke
4. Gangren (infeksi berat pada kaki
hingga membusuk, bahkan hingga
diamputasi)
5. Serangan jantung koroner
6. Kebutaan
Penyakit Diabetes Mellitus
sebaiknya dihindari mulai dari
sekarang dengan cara pola
makan yang teratur, pola hidup
yang sehat, tidak merokok serta
tidak mengkonsumsi makanan
atau minuman yang dapat
menimbulkan penyakit Diabetes
Mellitus.