Kanker servik jadi pembunuh wanita

Tahukah Anda, bahwa dalan setiap jam wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks atau lebih dikenal dengan kanker mulut rahim. Bahkan dalam setiap menit wanita di seluruh dunia meninggal karna kanker yang mematikan ini.

Beda Hormon LH dan FSH

FSH dan LH yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis anterior, sebuah kelenjar kecil yang hadir di bagian bawah otak. FSH pada dasarnya menyebabkan pematangan sel telur di dalam folikel dalam tubuh wanita.

Manfaat Bawang Putih

Khasiat atau manfaat bawang putih ternyata tidak hanya untuk menyedapkan atau sebagai bumbu masakan saja, namun ternyata banyak hal lain yg dapat di manfaatkan dari bawang puth tersebut terutamanya untuk dunia kesehatan.

Toko Kayumanis

Selamat datang di Toko Kayumanis version Online Shop Kami menjual T-shirt, kaos oblong dan jaket T-shirt, kaos oblong dan jaket yang kami jual menggunakan bahan yang berkualitas tinggi, kelebihan dari T-shirt, kaos oblong dan jaket di Toko kami dapat anda tentukan sendiri desainnya, pola ataupun grafisnya sesusai keinginan anda sehingga dapat dipastikan tidak ada T-shirt, kaos oblong dan jaket dari Toko kami yang mempunyai motif yang sama.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 07 April 2011

MITOSIS DAN MEIOSIS

Mitosis
Mitosis merupakan periode pembelahan sel yang berlangsung pada jaringan titik tumbuh (meristem), seperti pada ujung akar atau pucuk tanaman. Proses mitosis terjadi dalam empat fase, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Fase mitosis tersebut terjadi pada sel tumbuhan maupun hewan. Terdapat perbedaan mendasar antara mitosis pada hewan dan tumbuhan. Pada hewan terbentuk aster dan terbentuknya alur di ekuator pada membran sel pada saat telofase sehingga kedua sel anak menjadi terpisah.
Profase. Pada awal profase, sentrosom dengan sentriolnya mengalami replikasi dan dihasilkan dua sentrosom. Masing-masing sentrosom hasil pembelahan bermigrasi ke sisi berlawanan dari inti. Pada saat bersamaan, mikrotubul muncul diantara dua sentrosom dan membentuk benang-benang spindle, yang membentuk seperti bola sepak. Pada sel hewan, mikrotubul lainnya menyebar yang kemudian membentuk aster. Pada saat bersamaan, kromosom teramati dengan jelas, yaitu terdiri dua kromatid identik yang terbentuk pada interfase. Dua kromatid identek tersebut bergabung pada sentromernya. Benang-benang spindel terlihat memanjang dari sentromer
Metafase. Masing-masing sentromer mempunyai dua kinetokor dan masing-masing kinetokor dihubungkan ke satu sentrosom oleh serabut kinetokor. Sementara itu, kromatid bersaudara begerak ke bagian tengah inti membentuk keping metafase
Anafase. Masing-masing kromatid memisahkan diri dari sentromer dan masing-masing kromosom membentuk sentromer. Masing-masing kromosom ditarik oleh benang kinetokor ke kutubnya masing-masing
Telofase. Ketika kromosom saudara sampai ke kutubnya masing-masing, mulainya telofase. Kromosom saudara tampak tidak beraturan dan jika diwarnai, terpulas kuat dengan pewarna histologi
Tahap berikutnya terlihat benang-benang spindle hilang dan kromosom tidak terlihat (membentuk kromatin; difuse). Keadaan seperti ini merupakan karakteristik dari interfase. Pada akhirnya membran inti tidak terlihat diantara dua anak inti
Sitokinesis. Selama fase akhir pembelahan mitosis, muncul lekukan membran sel dan lekukan makin dalam yang akhirnya membagi sel tetua menjadi dua sel anak. Sitokinesis terjadi karena dibantu oleh protein aktin dan myosin (Campbell et al. 1999).

Meiosis
Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. Pada meiosis, terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak. Disamping itu, pada meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel, yaitu pembelahan I (meiosis I) dan pembelahan II (meiosis II). Meiosis I dan meiosis II terjadi pada sel tumbuhan. Demikian juga pada sel hewan terjadi meiosis I dan meiosis II. Baik pada pembelahan meiosis I dan II, terjadi fase-fase pembelahan seperti pada mitosis. Oleh karena itu dikenal adanya profase I, metafase I, anafase I , telofase I, profase II, metafase II, anafase II, dan telofase II. Akibat adanya dua kali proses pembelahan sel, maka pada meiosis, satu sel induk akan menghasilkan empat sel baru, dengan masing-masing sel mengandung jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induk.
Close
SIKLUS SEL DAN PEMBELAHAN SEL

Kegiatan yang terjadi dari satu pembelahan sel ke pembelahan berikutnya disebut siklus sel atau daur sel. Siklus sel mencakup dua fase yaitu interfase dan fase mitosis atau fase pembelahan.



A. Interfase
Interfase terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap G1, S dan G2. G1 dimana terjadi aktivitas biosintesa yang tinggi.Sel sedang aktif mensintesa ARN (transkripsi) dan protein (transisi) serta membentuk sitoplasma baru, yang nantinya merupakan bahan untuk membina sel anak. Peristiwa ini mendorong inti dan sitoplasma membesar. Lama G1 30-40% dari waktu daur.
Tahap S yaitu merupakan tahap replikasi dan transkripsi DNA, Dengan demikian sel anak mengandung bahan genetis yang sama dengan sel induk. Lamanya juga 30-40% dari waktu satu daur
Tahap G2 merupakan tahap persiapan diri sel untuk membelah. . Nukleus masih nyata dibungkus membran inti mengandung satu atau lebih nucleolus. Dua sentrosom muncul di luar inti, terbentuk selama awal interfase melalui proses replikasi dari sentrosom tunggal. Mikrotubul meluas dari sentrosom dalam susunan radial dinamakan aster). Kromosom telah menduplikasi (selama fase S) tetapi dalam keadaan ini tidak dapat dibedakan sendiri-sendiri, karena masih dalam bentuk serabut kromatin yang terkemas longgar. Pada periode ini semua bahan sitoplasma dan organel menjadi rangkap dua. Lamanya 10-20% dari waktu daur.

]Siklus sel diatur oleh tiga macam molekul sebagai faktor pengontrol yaitu:
1. S-fase activator yang mengaktifkan fase S dan terdapat hanya pada sitoplasma fase S yang bekerja memulai sintesis DNA (menginduksi untuk memulia terjadinya replikasi DNA).
2. M-fase promoting factor yang hanya ada pada sitoplasma fase M yang menyebabkan kondensasi kromosom
3. M-fase delaying faktor

B. Mitosis
Fase mitosis terdiri dari profase, prometafase, metaphase, anaphase dan telofase. Tahapan pembelahan inti ini masing-masing tidak sama waktunya. Fase mitosis atau fase pembelahan terdiri dari karyokinesis atau pembelahan nukleus dan sitokinesis atau pembelahan sitoplasma

Pada periode profase terjadi perubahan pada nukleus dan sitoplasma. Pada nukleus, nukleuli menghilang. Serabut-serabut kromatin menjadi lebih menggulung rapat dan melipat sehingga kian pendek dan tebal berubah menjadi kromosom, yang besar dan tampak jelas. Kromosom kemudian berduplikasi menjadi dua kromatid anak yang sama, dan kemudian bergabung pada sentromer. Spindle mitosis terbentuk di sitoplasma, tersusun dari mikrotubul dan bergabung dengan protein, tersusun teratur di antara dua sentrosom. Selama profase sentrosom bergerak berlawanan satu sama lain dan nampaknya bergerak sepanjang permukaan inti melalui pemanjangan berkas mikrotubul diantara dua sentrosom.

Menjelang metafase, beberapa ujung mikrotubul gelendong mitotic menempel pada setiap kinetokor yang berada di dekatnya.Membran inti terpotong-potong. Mikrotubul dari spindle sekarang dapat masuk ke dalam inti dan berhubungan dengan kromosom yang telah menjadi lebih padat. Berkas mikrotubul dinamakan serabut spindel, yang meluas dari setiap kutub kearah ekuator sel. Setiap kromatid dari kromosom kini memiliki struktur khusus yang dinamakan kinetokor, yang terletak pada daerah sentromer. Mikrotubul yang menambat pada kinetokor dinamakan mikrotubul-kinetokor. Struktur ini menyebabkan kromosom bergerak. Mikrotubul yang lain, mikrotubul-nonkinetokor, tersusun radier dari kutub menuju ke ekuator sel tanpa menambat pada kromosom.

Pada metaphase, mikrotubul kinetokor memegang peranan penting yaitu mengatur letak dan arah kromosom terhadap sumbu gelendong mitotic dan mengatur dan menggerakkan kromosom ke bidang ekuatorial. Sentrosom berada pada kedua kutub sel yang berlawanan. Kromosom berada pada bidang metaphase, bidang yang mempunyai jarak yang sama antara spindle kedua kutub. Spindel sentromer dari semua kromosom lurus satu sama lain pada bidang metaphase. Untuk setiap kromosom, kinetokor dari permukaan kromatid anak berlawanan kutub sel. Karena itu kromatid yang sama dari setiap kromosom menambat pada mikrotubul-kinetokor yang tersusun radier dari kutub yang berlawanan dari sel induk.
Pada anafase terjadi pemisahan kromatida kromosom. Pada fase ini terjadi tarikan ke kutub sehingga kromatid terpisah. Sentromer dari setiap kromosom mengganda, sehingga setiap kromatid memiliki sentromer sendiri-sendiri. Setiap kromatid sekarang dianggap sebagai calon kromosom. Spindle mulai menggerakkan kromatid menuju kutub sel yang berlawanan. Hal ini dikarenakan mikrotubul kinetokor menambat pada sentromer. Mikrotubul kinetokor memendek ketika kromosom mendekati kutub sel. Pada saat yang bersamaan kutub dari sel juga bergerak lebih jauh. Akhir dari anafase kedua kutub sel sama jaraknya dan merupakan kumpulan dari kromosom.

Pada fase telofase, mikrotubul nonkinetokor selalu memanjang dan anak inti mulai terbentuk pada kedua kutub sel, dan kromosom berada dalam keadaan terhimpun. Membran inti terbentuk dari potongan-potongan membran inti sel induk dan bagian lain dari system endomembran.
Sitokinesis terjadi pada saat anaphase dan telofase. Pada sel hewan, tanda pertama yang terlihat adalah melekuknya selaput sel selama anaphase. Pelekukan terjadi di daerah sekat metaphase atau bidang ekuatorial.

Sitokinesis pada sel tumbuhan berlangsung dengan cara yang berbeda. Sitoplasma dibagi dua oleh pembentukan dinding sel baru di dalam sel induk. Sekat sel mulai terbentuk di bidang antara dua nukeus anakan. Sekat sel berhubungan dengan sisa mikrotubul kutub gelendong mitotic yang membentuk suatu struktur yang disebut fragmoplas. Struktur ini mengandung dua perangkat mikrotubul yang berhadapan. Vesikuli kecil yang berasal dari kompleks golgi dan berisi prazat dinding sel tersusun sepanjang mikrotubul disebelah menyebelah fragmoplast dan diangkut kearah bidang ekuatorial yang selanjutnya membentuk sekat sel.
Sitokinesis terdiri atas dua macam, yaitu:


1. Disjunctive
Sitokinesis yang disjunctive, menghasilkan sel-sel anak yang lepas-lepas. Contoh: profiliferasi limfosit dalam reaksi immune, sehingga terbentuk klon. Sel tidak berhubungan / berlekatan satu sama lain


2. Astral
Sitokinesis astral menghasilkan sel-sel anak yang masih berhubungan / berlekatan. Contoh: cleavage pada zygote membentuk blastula. Tiap sel dalam blastula (blastomer) masih berlekatan dan berhubungan. Hubungan antara sel bersebelahan berupa gap junction, yang merupakan tempat keluar masuk / transport berbagai bahan bermolekul kecil, ion, air, dan juga terjadi perimbangan muatan listrik.








Meiosis

Selain mitosis, terdapat pula jenis pembelahan sel lainnya yaitu secara meiosis. Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. Pada meiosis, terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak. Disamping itu, pada meiosis terjadi dua kali periode Akibat adanya dua kali proses pembelahan sel, maka pada meiosis, satu sel induk akan menghasilkan empat sel baru, dengan masing-masing sel mengandung jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induk. Berikut ini fase meiosis ;


1. Meiosis I
Interfase I
Meiosis didahului oleh interfase, dimana setiap kromosom mengalami proses replikasi. Proses ini menyerupai pada replikasi kromososm mitosis. Untuk setiap kromosom, stiap kromatid ( anak) menyerupai sifat genetik yang sama menambat pada sntromer. Ada sepasang sentriol (pada sel hewan) juga mengalami replikasi untuk membentuk dua pasang.


Profase I
Profase meiosis I dibagi atas 5 sub-tahap: leptoten, zigoten, pakiten, diloten, dan diakinesis.

1. Leptoten
Kromatin terpilin menjadi kromosom. Terdapat 2 pasang kromosom homolog
2. Zigoten
Kromosom homolog mengandeng; sebelah berasal dari kromosom induk (kromosom matroklin) dan sebelah lain dari kromosom bapak (kromosom patroklin). Dibeberapa tempat terjadi persilangan (chiasma; jamak: chiasmata).
3. Pakiten
Kromosom homolog mengandeng rapat sepanjang lengannya, dari pangkal ke ujung terbentuk tetrade.
4. Diploten
Setiap kromosom membelah longitudinal membentuk dua kromatid, sentromer masih satu terjadi chiasmata pada beberapa tempat natara kromatid homolog; dari chiasmata timbul crossing over.
5. Diakinesis
Kromosam (kromatid) mencapai pilinan maksimal, sehingga mencapai besar maksimal pula. Kromosom homolog merenggang, nukleus menghilang, selapu inti hancur, sentriol menganda dan setiap pasang menuju kutub berseberangan.

Metafase I
Selaput inti menghilang, serat gelondong terbentuk anatara kedua pasang sentriol, yang terdiri dari: mikrotubuli dan mikrofilia. Kromosom (berpasangan homolog) bergerak ke bidang ekuator.
Anafase I
Sel memanjang dari kutub ke kutub. Kromosom homolog berpisah ke kutub berseberangan dan kromatid belum terbentuk.
Telofase I
Selaput inti terbentuk kembali. Sepasang sentriol berada dipinggir luar selaput. Cytokinesis terjadi, sehingga sel induk menjadi sel anak. Gametosit I pada akhir meiosis I menjadi gametosit II.
2. Meiosis II
Profase II
Masanya pendek sekali. Selaput inti hilang. Sentriol mengganda dan menuju ke kutub berseberangan inti. Kromatid disetiap kromosom belum terpisah. Sentromer masih satu.

Metafase II
Serat gelondong terbentuk antara pasangan sentriol. Kromosom (sepasang kromatid) yang menggatung pada serat gelondong lewat sentromer pindah ke bidang equator.
Anafase II
Sel memanjang dari kutub ke kutub menurut poros serat gelondong. Sentromer pada setiap pasangan kromatid membelah sehingga kromatid bersaudara lepas. Kromatid berpisah dan bergerak ke kutub berseberangan.
Telofase II
Kromatid terbuka kembali pilinannya, terlepas-lepas, menjadi jala halus: kromatin. Selaput inti terbentuk kembali. Nukleolus muncul, melekat pada kromatin. Terjadi sitokinesis, sehingga dari dua gametosit II terbentuk 4 gametid. Gametid mengandung kromosom separuh dari sel induk, dari 2N pada gametosit I, menjadi 1N pada gametid.
Dengan proses transformasi gametid nanti akan berubah menjadi gamet, yakni sel benih matang. Meiosis menghasilkan gamet yang mengandung bahan genetis yang:
1. Separuh dari bahan gametogonium
2. Bervariasi, karena terjadinya crossing over pada profase

Perbedaan mitosis dan meiosis
No Pembeda Mitosis Meiosis
1 sel yang terlibat semua sel tubuh mitosis hanya sel kelamin aja
2 jumlah sel anakan 2 sel anak 4 sel anak
3 jumlah/ set kromosom 2n / diploid n / haploid
4 tahap 1 kali proses 2 kali proses
5. pindah silang tidak ada spesifikasi saat profase I (diploten)

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Rabu, 06 April 2011

SIKLUS SEL

Siklus sel adalah proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang identik secara genetik. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang (siklik).
Siklus sel dan pembelahan sel
Kegiatan yang terjadi dari satu pembelahan sel ke pembelahan berikutnya disebut siklus sel atau daur sel. Siklus sel mencakup dua fase yaitu interfase dan fase mitosis atau fase pembelahan

MITOSIS
Mitosis dan meiosis merupakan bagian dari siklus sel dan hanya mencakup 5-10% dari siklus sel. Persentase waktu yang besar dalam siklus sel terjadi pada interfase. Interfase terdiri dari periode G1, S, dan G2. Pada periode G1 selain terjadi pembentukan senyawa-senyawa untuk replikasi DNA, juga terjadi replikasi organel sitoplasma sehingga sel tumbuh membesar, dan kemudian sel memasuki periode S yaitu fase terjadinya proses replikasi DNA. Setelah DNA bereplikasi, sel tumbuh (G2) mempersiapkan segala keperluan untuk pemisahan kromosom, dan selanjutnya diikuti oleh proses pembelahan inti (M) serta pembelahan sitoplasma (C). Selanjutnya sel hasil pembelahan memasuki pertumbuhan sel baru (G1).
Mitosis merupakan periode pembelahan sel yang berlangsung pada jaringan titik tumbuh (meristem), seperti pada ujung akar atau pucuk tanaman. Proses mitosis terjadi dalam empat fase, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Fase mitosis tersebut terjadi pada sel tumbuhan maupun hewan. Terdapat perbedaan mendasar antara mitosis pada hewan dan tumbuhan. Pada hewan terbentuk aster dan terbentuknya alur di ekuator pada membran sel pada saat telofase sehingga kedua sel anak menjadi terpisah.
Profase
Pada awal profase, sentrosom dengan sentriolnya mengalami replikasi dan dihasilkan dua sentrosom. Masing-masing sentrosom hasil pembelahan bermigrasi ke sisi berlawanan dari inti. Pada saat bersamaan, mikrotubul muncul diantara dua sentrosom dan membentuk benang-benang spindle, yang membentuk seperti bola sepak. Pada sel hewan, mikrotubul lainnya menyebar yang kemudian membentuk aster. Pada saat bersamaan, kromosom teramati dengan jelas,
yaitu terdiri dua kromatid identik yang terbentuk pada interfase. Dua kromatid identek tersebut bergabung pada sentromernya. Benang-benang spindel terlihat memanjang dari sentromer
Pada nukleus, nukleuli menghilang. Serabut-serabut kromatin menjadi lebih menggulung rapat dan melipat sehingga kian pendek dan tebal berubah menjadi kromosom, yang besar dan tampak jelas. Kromosom kemudian berduplikasi menjadi dua kromatid anak yang sama, dan kemudian bergabung pada sentromer. Spindle mitosis terbentuk di sitoplasma, tersusun dari mikrotubul dan bergabung dengan protein, tersusun teratur di antara dua sentrosom. Selama profase sentrosom bergerak berlawanan satu sama lain dan nampaknya bergerak sepanjang permukaan inti melalui pemanjangan berkas mikrotubul diantara dua sentrosom.

Menjelang metafase, beberapa ujung mikrotubul gelendong mitotic menempel pada setiap kinetokor yang berada di dekatnya.Membran inti terpotong-potong. Mikrotubul dari spindle sekarang dapat masuk ke dalam inti dan berhubungan dengan kromosom yang telah menjadi lebih padat. Berkas mikrotubul dinamakan serabut spindel, yang meluas dari setiap kutub kearah ekuator sel. Setiap kromatid dari kromosom kini memiliki struktur khusus yang dinamakan kinetokor, yang terletak pada daerah sentromer.
Mikrotubul yang menambat pada kinetokor dinamakan mikrotubul-kinetokor. Struktur ini menyebabkan kromosom bergerak. Mikrotubul yang lain, mikrotubul-nonkinetokor, tersusun radier dari kutub menuju ke ekuator sel tanpa menambat pada kromosom.

Metafase
Masing-masing sentromer mempunyai dua kinetokor dan masing-masing kinetokor dihubungkan ke satu sentrosom oleh serabut kinetokor. Sementara itu, kromatid bersaudara begerak ke bagian tengah inti membentuk keping metafase (metaphasic plate) (Campbell et al. 1999).
Pada metaphase, mikrotubul kinetokor memegang peranan penting yaitu mengatur letak dan arah kromosom terhadap sumbu gelendong mitotic dan mengatur dan menggerakkan kromosom ke bidang ekuatorial. Sentrosom berada pada kedua kutub sel yang berlawanan. Kromosom berada pada bidang metaphase, bidang yang mempunyai jarak yang sama antara spindle kedua kutub. Spindel sentromer dari semua kromosom lurus satu sama lain pada bidang metaphase. Untuk setiap kromosom, kinetokor dari permukaan kromatid anak berlawanan kutub sel. Karena itu kromatid yang sama dari setiap kromosom menambat pada mikrotubul-kinetokor yang tersusun radier dari kutub yang berlawanan dari sel induk.

Anafase
Masing-masing kromatid memisahkan diri dari sentromer dan masing-masing kromosom membentuk sentromer. Masing-masing kromosom ditarik oleh benang kinetokor ke kutubnya masing-masing (Campbell et al. 1999).
Pada fase ini terjadi tarikan ke kutub sehingga kromatid terpisah. Sentromer dari setiap kromosom mengganda, sehingga setiap kromatid memiliki sentromer sendiri-sendiri. Setiap kromatid sekarang dianggap sebagai calon kromosom. Spindle mulai menggerakkan kromatid menuju kutub sel yang berlawanan. Hal ini dikarenakan mikrotubul kinetokor menambat pada sentromer.
Mikrotubul kinetokor memendek ketika kromosom mendekati kutub sel. Pada saat yang bersamaan kutub dari sel juga bergerak lebih jauh. Akhir dari anafase kedua kutub sel sama jaraknya dan merupakan kumpulan dari kromosom.
Telofase
Ketika kromosom saudara sampai ke kutubnya masing-masing, mulainya telofase. Kromosom saudara tampak tidak beraturan dan jika diwarnai, terpulas kuat dengan pewarna histologi (Campbell et al. 1999).

Tahap berikutnya terlihat benang-benang spindle hilang dan kromosom tidak terlihat (membentuk kromatin; difuse). Keadaan seperti ini merupakan karakteristik dari interfase. Pada akhirnya membran inti tidak terlihat diantara dua anak inti (Campbell et al. 1999).
Pada fase telofase, mikrotubul nonkinetokor selalu memanjang dan anak inti mulai terbentuk pada kedua kutub sel, dan kromosom berada dalam keadaan terhimpun. Membran inti terbentuk dari potongan-potongan membran inti sel induk dan bagian lain dari system endomembran.
Sitokinesis terjadi pada saat anaphase dan telofase. Pada sel hewan, tanda pertama yang terlihat adalah melekuknya selaput sel selama anaphase. Pelekukan terjadi di daerah sekat metaphase atau bidang ekuatorial.

s
itokinesis. Selama fase akhir pembelahan mitosis, muncul lekukan membran sel dan lekukan makin dalam yang akhirnya membagi sel tetua menjadi dua sel anak. Sitokinesis terjadi karena dibantu oleh protein aktin dan myosin (Campbell et al. 1999).
Sitokinesis pada sel tumbuhan berlangsung dengan cara yang berbeda. Sitoplasma dibagi dua oleh pembentukan dinding sel baru di dalam sel induk. Sekat sel mulai terbentuk di bidang antara dua nukeus anakan. Sekat sel berhubungan dengan sisa mikrotubul kutub gelendong mitotic yang membentuk suatu struktur yang disebut fragmoplas. Struktur ini mengandung dua perangkat mikrotubul yang berhadapan. Vesikuli kecil yang berasal dari kompleks golgi dan berisi prazat dinding sel tersusun sepanjang mikrotubul disebelah menyebelah fragmoplast dan diangkut kearah bidang ekuatorial yang selanjutnya membentuk sekat sel.
Sitokinesis terdiri atas dua macam, yaitu:

1. Disjunctive
Sitokinesis yang disjunctive, menghasilkan sel-sel anak yang lepas-lepas. Contoh: profiliferasi limfosit dalam reaksi immune, sehingga terbentuk klon. Sel tidak berhubungan / berlekatan satu sama lain

2. Astral
Sitokinesis astral menghasilkan sel-sel anak yang masih berhubungan / berlekatan. Contoh: cleavage pada zygote membentuk blastula. Tiap sel dalam blastula (blastomer) masih berlekatan dan berhubungan. Hubungan antara sel bersebelahan berupa gap junction, yang merupakan tempat keluar masuk / transport berbagai bahan bermolekul kecil, ion, air, dan juga terjadi perimbangan muatan listrik.


Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Selasa, 05 April 2011

SINTESA PROTEIN

Perbuatan Gen dan Sintesa Protein
Untuk pembentukan protein dalam sel digunakan asam amino sebagai bahan dasarnya. Tetapi bagaimana sesungguhnya mekanisme sintesa protein itu masih belum jelas. Dengan ditemukannya bahan genetik ADN dan ARN, maka terbukalah rahasia mekanisme itu. Ternyata bahwa bahan genetik AND dan ARN mempunyai peranan sangat penting dalam proses sintesa protein. Beberapa tahap yang berlangsung dalam sintesa protein ialah:
  1. Proses transkripsi. Proses ini berlangsung di dalam inti sel. Mula-mula sebagian dari “double helix” ADN membuka di bawah pengaruh enzim ARN polymerase. ARN polymerase merupakan holoenzim, terdiri dari dua subunit, yaitu yang kecil dinamakan faktor sigma, sedang yang besar (enzim inti) terdiri atas dua unit alpha, dua unit beta dan satu unit omega.

Kode genetik untuk ARNduta

Basa pertama
Basa ke dua
Basa ke tiga


A
A
G
S
U

A
G
S
U
AAA
AAG
AAS
AAU
Lis
Lis
AspN
AspN
AGA
AGG
AGS
AGU
Arg
Arg
Ser
Ser
ASA
ASG
ASS
ASU
Thr
Thr
Thr
Thr
AUA
AUG
AUS
AUU
Ileu
Met
Ileu
Ileu

G
GAA
GAG
GAS
GAU
Glu
Glu
Asp
Asp
GGA
GGG
GGS
GGU
Gli
Gli
Gli
Gli
GSA
GSG
GSS
GSU
Ala
Ala
Ala
Ala
GUA
GUG
GUS
GUU
Val
Val
Val
Val
A
G
S
U

S
SAA
SAG
SAS
SAU
GluN
GluN
His
His
SGA
SGG
SGS
SGU
Arg
Arg
Arg
Arg
SSA
SSG
SSS
SSU
Pro
Pro
Pro
Pro
SUA
SUG
SUS
SUU
Leu
Leu
Leu
Leu
A
G
S
U

U
UAA
UAG
UAS
UAU
Non
Non
Tir
Tir
UGA
UGG
UGS
UGU
Non
Tri
Sis
Sis
USA
USG
USS
USU
Ser
Ser
Ser
Ser
UUA
UUG
UUS
UUU
Leu
Leu
Phe
Phe
A
G
S
U
Keterangan:
Lis : lisin
AspN : Asparagin
Glu : Asam glutamate
Asp : Asam Aspartat
GluN : glutamine
His : Histidin
Non : Kodon nonsens
Tir : tirosin
Arg : Arginin
Ser : Serin
Gli : Glisirin
Sis : Sistein
Thr : Treonin
Ala : Alanin

Pro : Prolin
Ileu : Isoleusin
Val : Valin
Leu : Leusin
Phe : Phenylalanin
Tri : Triptopan
Met : Metionin


Setelah ‘double helix” ADN sebagian membuka, maka ARNd dibentuk sepanjang salah satu pita ADN itu. Basa pada ARNd ini komplementer dengan basa yang menyusun pita AND itu. Jadi bila urutan basa pada pita ADN itu adalah GSTSGASTAA, maka urutan basa pada ARNd adalah SGAGSUGAUU. ARNduta telah disalin dari ADN atau ARNd telah membawa pesan atau informasi dari gen. Proses ini dinamakan transkripsi. Pita ADN yang dapat mencetak ARNd disebut pita Sens, pita AND yang tidak mencetak ARNd disebut pita Antisens.
ARNd yang telah selesai menerima pesan genetik dari ADN segera meninggalkan nukleus melalui pori-pori dari membran nukleus menuju ribosom dalam sitoplasma. ARNd menempatkan diri pada leher ribosom.
Sementra itu ARNp dalam sitoplasma mengikat asam amino yang telah berenergi dalam ATP. Sebuah molekul ARNp mengikat satu asam amino saja sehingga paling sedikit ada 20 ARNp. Proses pengikatan asam amino ini memerlukan enzim amino asil sintetase, dan ada 20 enzim yang bekerja. Selanjutnya ARNp menuju ribosom.

  1. Proses Penterjemaan (Translasi)
Setelah sampai di ribosom, maka 3 basa dari ARNp yang disebut anti kodon berpasangan dengan 3 basa dari ARNd yang disebut kodon. Misalnya ARNp dengan anti kodon GSU sajalah yang dapat melepaskan asam amino yang di bawanya kepada kodon SGA dari ARNd. Ribosom dan ARNd bergerak satu dengan lainnya. Sebuah asam amino ditambahkan pada protein yang tumbuh, setiap kali ribosom melalui 3 nukleotida ARNd yang baru. ARNp berikutnya datang untuk berpasangan dengan kodon ARNd berikutnya. Asam amino yang pertama segera lepas dari ARNp yang membawanya dan berangkai dengan asam amino yang datang berikutnya. Proses berantainya ini dengan perantaraan peptida. Dalam ribosom terdapat ARNr yang berfungsi melengkapi penterjemaahan pesan ADN yang di bawa ARNd dalam pembentukan Protein tertentu. Proses meneruskan pesan ADN lewat ARNd kepada ARNp dalam rangka pembuatan protein tertentu ini dinamakan penterjemahan atau translasi.
ARNp yang datang pertama tadi dilepaskan dari ARNd dan bebas kembali ke sitoplasma untuk mengulangi fungsinya dengan cara yang sama. Proses keseluruhan ini berkesinambungan sampai terbentuk suatu rantai polipeptida tertentu yang terdiri dari asam aminio dengan urutan tertentu.


Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Senin, 04 April 2011

ANFIS SISTEM URINARIA


GINJAL
Sistem Urinaria : tempat terjadi proses penyaringan darah, à darah bebas dari zat yg tidak berguna, dan menyerap zat yg masih berguna.

GINJAL :
Bentuk biji kacang, di belakang rongga abdomen, diluar peritoneum, di kanan-kiri V. Lumbalis-3, melekat pd dinding belakang abdomen.

STRUKTUR GINJAL :
Ginjal dibungkus selaput jaringan fibrous “ kapsula renalis “, warna ungu tua.
Lapis luar ( korteks ), lapis dalam ( medulla ), berbtk kerucut ( piramis ) dg puncaknya menghadap ke kaliks.
Puncak kerucut berlobang kecil-kecil “ papila renalis “ Bellini yg berjumlah 15 – 16 lobang / puncak piramis.
Garis yg tampak pd piramis adalah tubulus dari nefron ( glomerulus, tubulus proksimal, ansa Henle, tubulus distal, tubulus kolektivus, bermuara pd papila.
Tiap ginjal = 1.000.000 nefron, menyaring darah 170 liter/24 jam.
Ginjal mendapat darah dari arteria renalis, lalu bercabang menjadi arteriola afferen, kemudian bercabang jadi kapiler, yg membentuk simpul dalam mangkok capsula Bowman.
Capsula Bowman dng simpul kapiler di dalamnya disebut Glomerulus.
Capsula Bowman melanjutkan diri ke : Tubulus proksimal à ansa Henle à Tubulus distal.
Tubulus bersama Glomerulus disebut Nefron

Fungsi Ginjal :
  1. Pengeluaran zat toksis / racun.
  2. Mempertahankan keseimbangan cairan ( Air )
  3. Mempertahankan keseimbangan asam-basa ( pH darah ).
  4. Mempertahankan keseimbangan elektrolit.
  5. Mengeluarkan sisa metabolisme : Ureum, Kreatinin, Amoniak.

Tes Fungsi Ginjal :
  1. Uji protein ( albumin ) : pd kerusakan Glomerulus / Tubulus – Albumin ada dalam urine.
  2. Uji Kadar Ureum, Kreatinin darah : bila fungsi menurun ginjal tidak dpt membuang à dlm darah naik.
  3. Uji konsentrasi : mengukur BJ urine.

FISIOLOGI GINJAL :
Glomerulus adalah saringan : tiap menit 1 liter darah ( 500 cc plasma ) mengalir via Glomerulus.
100 cc nya disaring à sel darah & protein plasma tidak terfil-trasi, hanya air, elektrolit, glukosa & molekul kecil tersaring.
Filtrat mengalir dlm tubulus renalis à sel dindingnya menyerap semua bahan yg masih diperlukan tubuh : air, garam, glukosa.
Dg mengubah-ubah susunan yg diserap à tubulus renalis mengatur susunan urine.
Normal : Glukosa diserap semua, air sebagian, produk buangan dikeluarkan bersama urine, sbgn diserap kembali.
Jadi fungsi tubulus : 1. Filtrasi oleh Glomerulus.
2. Reabsorbsi oleh Tubulus.
3. Sekresi oleh Tubulus.
Pengaruh Endokrin atas Reabsorbsi Tubuler :
Pengaruh endokrin ekstra-renal dari Hipofisis posterior ( ADH ), & Korteks Adrenal ( Aldosteron, de-oksikortikosteron.

Sekresi ADH dirangsang / dihambat oleh kenaikan / penurunan ringan tekanan osmotik plasma.

ADH à epithel tubulus distalis mereabsorbsi cairan hipotonik.

Hormon korteks adrenal : Aldosteron, de-oksikortikosteron à merangsang reabsorbsi Na+ dan mencegah reabsorbsi K+

STRUKTUR MIKROSKOPIS GLOMERULUS.
Glomerulus berdiameter : 200 um, dibentk oleh in-vaginasi seberkas kapiler ke dlm pelebaran ujung nefron ( metanefros ) yg buntu ( Capsula Bowman ).
Arteriola afferen à simpul kapiler dlm capsula Bowman à keluar simpai Bowman sbg arteriola efferen.
Dua lapis sel memisahkan darah dari filtrat glomerulus di dlm simpai Bowman : Lapis endotel kapiler & Lapis epitel capsula Bowman ( Podosit ).
Kedua lapis dipisahkan oleh “ lamina basalis “
Sel Stelata = Mesangial terdpt antara endothel dan lamina basalis, diantara kapiler yg berdekatan.
Mesangial bersifat kontraktil, & mensekresikan zat penyerap kompleks imun.
Endotel kapiler punya fenestra dg pori 70 – 90 nm.

Sel epithel podosit punya pseudopodia & membtk celah 25 nm.

Pd lamina basalis tidak tampak adanya celah.

Fungsional membran glomerulus dpt dilewati molekul dg diameter 4 – 8 nm, dg muatan netral.

Luas seluruh endothel diperkirakan 0,8 m2.


STRUTUR MIKROSKOPIS TUBULUS
Tubulus proksimal = 15 mm dg diameter 55 um.
Dinding selapis sel yg saling interdigitasi dg tight junction di daerah apikal.
Permukaan sel punya brush border ( mikrovili ).
T. proksimal yg bergelung ( pars konvulata ) terus ke bgn yg lurus ( pars rekta ) sbg awal ansa Henle.
Pars desendens ansa Henle : selapis sel epitel gepeng.
Nefron yg letak di korteks punya ansa Henle pendek, yg dekat medulla à ansa Henle panjang ( nefron juncta medularis ).
Segmen tipis ansa Henle = 14 mm, berakhir di segmen tebal pars asendens ansa Henle meneruskan ke tubulus distal.
Sel pars asendens ansa Henle kubus, banyak mitokondria, basis sel berlekuk-lekuk.
Pars asenden ansa Henle mencapai glomerulus, berjalan dekat arteriole aferen & eferen.
Dinding sel arteriole terdpt sel juncta glomerulus yg menghasil-kan “ Renin “, di tempat ini sel tubulus berubah membtk : macula densa “.
Sel juncta glomerulus, makula densa dan sel Lacis memben-tuk “ Apparatus juncta glomerulus “
Tubulus distal : 5 mm.
Epitel mengandung sedikit mikrovilli / brush border.
Bbrp tubulus distal mengalir ke duktus koligentes.
Duktus koligentes : 20 mm, mengalirkan urine ke pelvis renalis pada daerah kortek dan medulla ginjal
Sel epitel duktus koligentes : sel prinsipal ( sel P ) dan sel Interkalasi ( sel I )
Sel P jumlahnya lebih banyak, sedikit organella.
Sel P berperan dlm reabsorbsi Na+ & H2O yg dirangsang oleh hormon Vasopresin.
Sel I : banyak mikrovili, vesikel sitoplasma, & mitokondria, berperan dlm sekresi asam & transport HCO3-
Panjang nefron termasuk d. koligentes : 45 – 65 mm

SEL INTERSTITIIL MEDULA TIPE I
Sel mengandung gelembung lipid à mensekresikan Prostaglandin ( PGE2 ).
PGE2 juga disekresikan dinding duktus kolegentes.
PGE2 & Prostaglandin lain oleh arteriole & glomerulus.


FILTRASI GLOMERULUS
Kapiler glomeruslus relatif impermiabel thdp proten plasma.
Lebih permeabel thdp air, elektrolit, AA, Glukosa, NPN.
Kapiler dlm glomerulus mengalami kenaikan tekanan darah 90 mmHg, sebab arteriole afferen diameternya melebar.
Dlm kapiler glomerolus darah mendorong air & partikel kecil masuk dlm capsula Bowman.
Tekanan darah thdp dinding Capsula Bowman = Tekanan hidrostatik.
Gerakan masuknya cairan ke dlm Glomerulus ini disbt : Filtrasi Glomerulus.
Filtrasi Glomerulus dipengaruhi 4 faktor tekanan :

  1. Tekanan Osmotik : 32 mmHg tekanan oleh air sbg pelarut pd membran semipermeabel, ke area yg mengandung > molekul yg dpt melewati membran tsb.
  2. Tekanan hidrostatik dlm capsula Bowman : 15 mmHg akibat filtrasi dlm Capsula Bowman, arahnya berlawanan dg tekanan hidrostatik darah.
  3. Filtrat juga mengeluarkan tekanan osmotik sekitar 3 mmHg, arahnya berlawanan dg tekanan osmotik darah.
  4. Perbedaan tekanan osmotik plasma, dengan cairan dlm capsula Bowman, à mencerminkan perbedaan kadar protein dan ini mencegah protein plasma difiltrat.


PEMBENTUKAN URINE :
  1. Filtrasi oleh Glomerulus : Prinsipnya krn diameter arteriole aferen > arteriola eferen.
-. Filtratnya sbg urine primer yg ditampung oleh simpai Bowman, mengandung : Air, Glukosa, Na+, Cl-, SO4, fosfat, HCO3-, dll.
  1. Reabsorbsi oleh tubulus :
Diserap kembali dari filtrat : Air, Glukosa, Na+, Cl-, fosfat, HCO3-. Na+ & HCO3- direabsorbsi di tubulus distal.
  1. Sekresi : sel epitel tubulus mensekresi zat yang selanjutnya dibuang ke dlm urine, misal : kreatinin.
  2. Per 24 jam à Difiltrat Keluar dlm urine :
Air = 150 liter Keluar = 1,5 liter
Garam = 700 gr = 15 gr
Gula = 170 gr = 0 gr
Urea = 50 gr = 30 gr
Ekskresi urine = Filtrasi glomerulus – Reabsorbsi tubulus + Sekresi tubulus
Filtrasi masing” zat = Kecepatan filtrasi x kecepatan plasma.


Transport pasif :
Zat yg diabsorbsi ditransport melintas membran epitel tubulus ke cairan interstitiil ginjal à lalu melalui endotel kapiler peritu-buler masuk ke darah.
Dari cairan interstitiil air & elektrolit ditransport melalui dinding kapiler peritubuler dg ultrafiltrasi, diperantarai tekanan hidro-statik dan tekanan osmotik koloid.


Transport Aktif :
Memerlukan energi dari hidrolisis ATP à ADP + e


URETER
2 saluran pipa masing” dari piala ginjal ke vesika urinaria.
Panjang = 25 – 23 cm, diameter = 0,5 cm, sbgn di rongga abdomen, sebgn di rongga pelvis
Dinding 3 lapis : mukosa, otot polos, jaringan fibrosa.
Gerakan peristaltik ureter mendorong urine ke kandung kemih.
Ureter pars abdomen dibelakang peritoneum berjalan vertikal ke bawah sepanjang M. Psoas.
Penyempitan ureter pd tempat ureter meninggalkan pelvis renis
Pembuluh darah, limfe, saraf berasal dari sekitarnya, & punya saraf sensorik.
Vasa spermatika / ovarika menyilang ureter secara oblique
Ureter mencapai cavum pelvis menyilang a. iliaka eksterna
Pars pelvis ureter berjalan pd dinding lateral cavum pelvis, menyusur tepi depan insisura iskhiadika mayor, berjalan agak miring ke medial mencapai sudut lateral vesika urinaria.
Ureter pria terdpt dlm visura seminalis & disilang oleh duktus deferens dan dikelilingi pleksus vesikalis.
Ureter berjalan oblique sepanjang 2cm dlm dinding vesika urinaria pd sudut lateral trigonum vesika.
Waktu menembus vesika urinari dinding atas & bawah membtk katup yg dpt menutup saat vesika penuh urine.
Ureter wanita di belakang fossa ovarika, berjalan ke tengah depan bgn lateral serviks uteri, atas vagina, sampai mencapai fundus vesika urinaria.
Dalam perjalanan ureter pernah berjalan bersama arteria uterina sepanjang 2,5 cm, selanjutnya arteria ini menyilang ureter, ke atas menuju ke uterus.
Ada 3 tempat penyempitan ureter :
1. Waktu keluar dari pelvis renalis.
2. Waktu menyilang di fossa iliaka.
3. Waktu masuk vesika urinaria.


VESIKA URINARI
Seperti balon karet, dpt kembang kempis, letak di belakang simfisis pubis, bentuk kerucut , dinding berotot kuat, ada ligamentum vesiko-umbilikalis.
Bagian vesika urinari :
  1. Fundus : di bawah, didepan rektum, dipisah oleh spatium rectovesikale berisi jaringan ikat, duktus deferen, vesicaseminalis, prostat.
  2. Korpus : di tengah.
  3. Verteks : di puncak, bgn yg mancung lanjut sbg ligamentum vesikoumbilikalis.
  4. Dinding V.U : lapis luar (peritoneum), Lapis otot, lapis sub-mukosa dan lapis mukosa.
  5. Lapisan otot V.U. ( m. detrusor vesike ) serabutnya saling berkaitan.
  6. Darah utk V.U dari a. vesikalis superior & inferior, cabang a. iliaka interna.
  7. Vena membtk pleksus venosus vesikalis à pleksus prostatikus à v. iliaka interna.
  8. Limfe mengalir ke nodi limfatik iliaka interna & eksterna.
  9. Saraf simpatis dari pleksus hipogastrika inferior, à serabut saraf ke ganglion lumbalis 1 dan 2.
  10. Serabut pre-ganglion parasimpatis berasal dari n. sakralis 2,3,4, ke ganglion n. splenikus pelvis, serabut post ganglionnya ke dinding vesika urinaria.
Aferen sensoris bersama n. splenikus pelvis, à bersama saraf simpatis à pleksus hipogastrikus à masuk ke segmen lumbal 1 & 2 medula spinalis.


URETRA
Uretra laki-laki panjang 17,5 - 20 cm, berkelok-kelok, terdiri
a. Uretra prostatika : saluran terlebar, 3 cm, melalui gandula prostat, bgn belakang terdpt orifisium duktus prostatikus. Bgn depan terdpt kolikus seminalis ( muara sal. gland seminalis )
b. Uretra membranosa : pendek, dangkal, arah bawah depan, me- nembus diafragma urogenitalis, di bawah belakang simfisis pubis, diliputi jaringan sfingter membranasea.
c. Uretra kavernosa : terpanjang, 15 cm, mulai pars membranosa sp orifisium uretra, terdpt dlm korpus kavernosum penis, pd ereksi membelok ke bawah dan ke dapan, diameter saluran belakang lebar – sempit – lebar di gland penis membtk fossa navikulare.


URETRA WANITA :
Letak dibelakang simfisis pubis, 4 cm, miring ke atas.
Lapisan uretra : lapis mukosa, lapis spongiosa, lapis mukosa.
Muara uretra diantara vagina & klitoris, uretra wanita hanya sbg saluran ekskresi.
Glandula uretra ( skene ) bermuara di orifisium uretra.
Uretra wanita pendek, lapisan otot polos diperkuat sfingter otot rangka.
Muara orifisium sedikit penonjolan dari kelenjar & jaringan ikat fibrosa longgar dg banyak sinus venosus mirip jaringan kavernosa.


Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Sabtu, 02 April 2011

Trombosit adalah

Trombosit (en:platelet, thrombocyte) (el:θρόμβος - "klot" dan κύτος - "sel") adalah sel anuclear (tidak mempunyai nukleus pada DNA-nya) dengan bentuk tak beraturan dengan ukuran diameter 2-3 µm yang merupakan fragmentasi dari megakariosit (en:megakaryocyte) pendahulunya. Keping darah tersirkulasi dalam darah dan terlibat dalam mekanisme hemostasis tingkat sel yang menimbulkan pembekuan darah (trombus). Disfungsi atau jumlah keping darah yang sedikit dapat menyebabkan pendarahan, sedangkan jumlah yang tinggi dapat meningkatkan risiko trombosis. trombosit memiliki bentuk yang tidak teratur, tidak berwarna, tidak berinti, berukuran lebih kesil dari eritrosit dan leukosit, dan mudah pecah bila tersentuh benda kasar.
Trobosit berjumlah 250.000 samapai 4000.000 per milimeterkibik. Bagian ini merupakan fragmen sel tanpa nukleus yang berhasal dari megakariosit dalam sumsum tulang
1. Struktur. Ukuran trombosit mencapai setengah ukuran sel darah merah. Sitoplasmanya terbungkus suatu membran plasma dan mengandung berbagai jenis granula yang berhubungan dengan proses koagulasian darah.
2. Fungsi. Trombosit berfungsi dalam hemostasis ( penghentian perdarahan) dan perbaikan pembuluh darah yang robek.

Mekanisme hemostasis dan pembekuan darah melibatkan suatu proses yang cepat
1. Vasokontriksi pembuluh darah. Jika pembuluh darah terpotong, trombosit pada sisi yang rusak melepaskan serotonoi dan tromboksan A2 (prostagladin), yang menyebabkan otot polos dinding pembuluh darah berkontraksi. Hal ini pad awalnya akan mengurangi darah yang hilang
2. Sumbatan trombosit
a. Trombosit membengkak, menjadi lengket, dan menempel pada serabut kolagen dinding pembuluh darah yang rusak, membentuk sumbatan trombosit
b. Trombosit melepaskan ADP untuk mengaktifasi trombosit lain,sehingga mengakibatkan agregasi trombosit untuk membentuk sumbat
i. Jika kerusakan pembuluh darah kecil,maka sumbatan trombosit mampu menghentikan perdarahan
ii. Jika kerusakannya besar, maka kerusakan trombosit dapat mengurangi perdarahan,sampai proses pembekuan terbentuk
3. Pembekuan darah. Kerusakan pada pembuluh darah akan mengaktifkan protrombin aktivator. Protrombin aktivator mengkatalis perubahan protombin menjadi trombin dengan bantuan ion kalsium. Trombin bekerja sebagai enzim untuk merubah fibrinogen menjadi fibrin dengan bantuan ion kalsium. Fibri berjalan dalam segala arah dan menjerat trombosit,sel darah dan plasma untuk membentuk bekuan darah. Protrombin aktivator dibentuk melalui mekanisme
a. Mekanisme ekstrisik. Pembekuan darah dimulai dari faktor eksternal pembuluh darah itu sendiri. Sel-sel jaringan yang rusak atau pembuluh darah, akan melepas tromboplastin (membran lipoprotein),yang akan mengaktivasi protrombin aktivator
b. Mekanisme intrinsik. Untuk mengaktivasi protrombin melibatkan 13 faktor pembekuan, yang hanya ditemukan dalam darah.
4. Pembentukan jaringan ikat. Setelah pembekuan terbentuk akan terjadi pertumbuhan jaringan ikat kedalam bekuan darah untuk menutup luka secara permanen

Penguraian bekuan darah
1. Segera setelah terbentuk bekuan akan beretraksi (menyusut) akibat kerja protein kontraktil dalam trombosit. Jaring-jaring fibrin dikontraksi untuk menarik permukaan yang terpotong agar saling mendekat dan untuk menyediakan kerangka kerja untuk perbaikan jaringan
2. Bersamaan dengan retraksi bekuan,suatu cairan yang disebut serum keluar dari bekuan. Serum adalah plasma darah tanpa fibrinogen dan tanpa faktor lain yang terlibat dalam mekanisme pembekuan

Sumber faktor-faktor pembekuan
1. Hati, mensintesis sebagian besar faktor pembekuan,sehingga berperan paling penting dalam pembekuan darah. Penyakit hati yang menggangu sintesis hati dapat menimbulkan kesulitan pembekuan.
2. Vitamin K, sangat penting dalam sintesis protrombin dan faktor pembekuan lainya dalam hati. Absorpsi vitamin ini dari usus bergantung pada garam empedu yang diprodusi hati. Sumbatan pada saluran empedu maka kemapuan untuk membenuk bekuan akan berkurang.

Pencegahan terjadinya bekuan pada pembuluh yang tidak cedera.
1. Antikoagulan, antitrombin dan heparin yang ada dalam sirkulasi darah menghalangi pembekuan. Heparin yang disekresi basofil dan sel mast, mengaktivasi antitrombin. Antitrombin kemudian menghalangi kerja trombin terhadap fibrinogen.
2. Lapiasan endotel halus pada pembekuan darah menolak trombosit dan faktor-faktor koagulasi
3. Protasiklin adalah sejenis prostagladin yang menghambat agresi trombisit

Abnormalitas pembekuan
1. Bekuan yang abnormal disebut trombus. Trombus yang terlepas dan ikut dalam aliran darah disebut embolus. Kedua jenis bekuan ini dapat menyubat aliran darah.
a. Pembuluh dengan permuakaan kasar akibat plak-plak kolestrol (arterosklerosis), mungkin akan menangkap trombosit untuk mulai pembekuan.
b. Aliaran darah yang lambat memungkinkan terjadinya akumulasi tromboplastin. Karena aliaran darah menurun setara dengan immobilitas,maka pasien tirah baring lama harus sering digerakan atau bergerak
2. Trombositopenia adalah suatu kondisi di mana terdapat sejumlah kecil trombosit abnormal dalam darah yang bersirkulasi. Ini akan memperlama waktu koagulasi dan memperbesar resiko terjadinya perdarahan dalam pembuluh darah kecil diseluruh tubuh.
3. Hemofilia adalah gangguan yang berkaitan dengan heriditer ( keturunan) akibat tidak adanya beberapa faktor pembekuan.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan