Kanker servik jadi pembunuh wanita

Tahukah Anda, bahwa dalan setiap jam wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks atau lebih dikenal dengan kanker mulut rahim. Bahkan dalam setiap menit wanita di seluruh dunia meninggal karna kanker yang mematikan ini.

Beda Hormon LH dan FSH

FSH dan LH yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis anterior, sebuah kelenjar kecil yang hadir di bagian bawah otak. FSH pada dasarnya menyebabkan pematangan sel telur di dalam folikel dalam tubuh wanita.

Manfaat Bawang Putih

Khasiat atau manfaat bawang putih ternyata tidak hanya untuk menyedapkan atau sebagai bumbu masakan saja, namun ternyata banyak hal lain yg dapat di manfaatkan dari bawang puth tersebut terutamanya untuk dunia kesehatan.

Toko Kayumanis

Selamat datang di Toko Kayumanis version Online Shop Kami menjual T-shirt, kaos oblong dan jaket T-shirt, kaos oblong dan jaket yang kami jual menggunakan bahan yang berkualitas tinggi, kelebihan dari T-shirt, kaos oblong dan jaket di Toko kami dapat anda tentukan sendiri desainnya, pola ataupun grafisnya sesusai keinginan anda sehingga dapat dipastikan tidak ada T-shirt, kaos oblong dan jaket dari Toko kami yang mempunyai motif yang sama.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 12 Juli 2011

Buah mangga yang menyehatkan

Mangga digemari banyak orang di seluruh dunia. Buah ini kaya zat gizi, dan bisa diolah menjadi macam-macam makanan, termasuk selada dan puding.

Buah mangga berasal dari Himalaya India dan Burma. Mangga telah dibudidayakan sejak lebih dari 4.000 tahun lalu. Sekarang telah tumbuh dan berkembang dengan baik di daerah tropis dan subtropis.

Mangga sangat populer karena rasanya manis, ada pula yang manis asam. Karoten dan karbohidrat yang dikandungnya mudah diserap tubuh. Vitamin C dan seratnya pun cukup tinggi.

Dalam pengobatan tradisional Cina, mangga biasa dimanfaatkan untuk mengurangi keringat yang berlebihan dan meredakan diare. Serat buah ini mampu mengurangi lemak tubuh.

Mangga sebagai sumber kalium berkhasiat meredakan tekanan darah tinggi. Hasil penelitian ilmiah, asupan 2,3 mg-3,1 mg kalium sehari mampu mengurangi 25 persen risiko kematian yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi.

Kurangi Risiko Kematian

Risiko anemia pada kaum vegetarian sangat tinggi. Ini disebabkan sumber zat besi dari tumbuhan susah diserap tubuh. Mengonsumsi mangga sebagai sumber vitamin C dan betakaroten dapat membantu meningkatkan penyerapan mineral penting tersebut.

Mangga mengandung antioksidan terkenal, yaitu cryptoxanthin. Berdasarkan hasil penelitian terhadap lebih dari 15.000 wanita dengan kadar betacryptoxanthin tinggi dalam darahnya, risiko mereka menderita kanker indung telur sangat rendah. Wanita yang memperhatikan asupan betacryptoxanthin dalam pengaturan makan sehari-hari terlindungi dari jenis kanker tersebut.

Diet tinggi betakaroten mampu meningkatkan sistem imunitas, khususnya pada orang lanjut usia. Hasil penelitian menunjukkan, sistem imunitas sel menjadi aktif jika kita mengonsumsi betakaroten dari makanan.

Mangga yang kaya akan antioksidan juga dapat memperbaiki sel dan secara alami membunuh virus dan tumor penyebab penyakit. Konsumsinya secara teratur dapat mengurangi risiko pertumbuhan tumor dan infeksi.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Senin, 11 Juli 2011

Sebutir jambu biji dengan manfaat yang besar


Jambu biji dengan nama latin Psidium Guajava Linn mempunyai manfaat yang sangat besar. Saya dan keluarga saya pernah mengalami sendiri manfaat buah ini untuk kesehatan. Sekitar 2 tahun yang lalu kakak saya terkena demam berdarah dan harus dirawat di rumah sakit. Kondisinya sangat mengkhawatirkan dan kritis karena terlambat menyadari terkena penyakit demam berdarah. Gejala awal demam yang sangat mirip dengan penyakit tifus bisa mengaburkan diagnosa awal. Kadar Trombosit darah dibawah rata-rata membuat kami panik.

Penyakit demam berdarah (Dengue Fever) hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Yang bisa dilakukan adalah pencegahan dengan mengurangi habitat nyamuk pembawa penyakitnya. Dan kalau sudah terjangkit penyakitnya, yang bisa dilakukan adalah mengandalkan sistem pertahanan tubuh sendiri dalam memerangi penyakit tersebut dan berdoa. Obat-obatan yang diberikan oleh dokter hanya untuk mengurangi gejala penyakit dan membantu kerja sistem kekebalan tubuh.

Mengikuti saran seorang teman, kami mencoba memberikan jus jambu biji berdaging merah sebanyak 3x sehari. Tentu saja hal ini dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter yang merawat, dan pemberian jus jambu diberi jarak yang cukup dengan pemberian obat-obatan lainnya. Hasilnya diluar dugaan. Sehari setelah pemberian jus, kadar trombosit darah mulai meningkat. Bahkan pada hari keduanya, kadar trombosit meningkat dengan drastis dan hampir menembus batas normal. Singkat kata, akhirnya kakak kami dapat diselamatkan dan kembali sehat.

Pengalaman berikutnya saya sendiri yang mengalami. Sekitar 2 bulan yang lalu saya terkena flu perut. Dengan gejala diare terus menerus lebih dari 3 hari dan demam. Apapun juga yang masuk dari mulut akan segera dikeluarkan dari bawah (maaf). Pada hari keempat, paginya saya mencoba meminum juz jambu ini dan sorenya mulai terasa perbaikan. Terapi saya lanjutkan hingga 3 hari, dan akhirnya sembuh kembali.

Apa yang terkandung pada jambu biji ini?Ternyata kandungan vit.C-nya jauh lebih tinggi dari jeruk (jambu 183,5 mg dan jeruk mandarin 30,8 mg). Kemudian ada juga kandungan asam amino (triptofan, lisin), kalsium, fosfor, besi, belerang, vitamin A dan B1. Ada kandungan pektin yang dapat menurunkan kolesterol. Juga kandungan tanin yang bersifat astringent yang bermanfaat sebagai anti diare dan mengurangi kontraksi usus sehingga menghentikan diare.

Sebutir jambu biji dengan manfaat yang besar, bukan?!

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Minggu, 10 Juli 2011

Kandungan Buah Pisang itu apa sih



1. Dalam sebuah pisang matang, terdapat 99 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 mg , serat 0,7 gram, kalsium 8 mg, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg, vitamin A 44 RE, Vitamin B 0,08 mg, Vitamin C 3 mg dan air 72 gram, sehingga apabila orang hanya mengonsumsi buah pisang saja, sudah tercukupi secara minimal gizinya.
2. Gula dalam pisang efektif dalam pembentukan tubuh, untuk kerja otot, dan menghilangkan rasa lelah.
3. Pisang juga disarankan untuk dikonsumsi para wanita hamil karena mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim. Namun, jangan terlalu berlebihan, sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.
4. Bagi penderita anemia, dianjurkan mengkonsumsi 2 pisang setiap hari karna mengandung zat besi.
5. Dicampur dengan susu cair, efektif bagi mereka yang mengalami kasus penyakit usus, sakit perut dan menetralkan keasaman lambung.
6. Jenis pisang goroho (Pisang dari daerah Gorontolo), merupakan makanan tambahan bagi mereka yang menderita penyakit diabetes, jenis pisang klutuk dan pisang kepok mempunyai khasiat sebagai obat pendarahan usus, amandel, disentri, pertumbuhan rambut, dan juga untuk berkumur.
7. Pisang juga mempunyai peranan dalam penurunan berat badan seperti juga untuk menaikkan berat badan. Telah terbukti seseorang kehilangan berat badan dengan berdiet 4 (empat) buah pisang dan 4 (empat) gelas susu non fat atau susu cair per hari sedikitnya 3 hari dalam seminggu, jumlah kalori hanya 1250 dan menu tersebut cukup menyehatkan. Selain itu, diet tersebut membuat kulit wajah tidak berminyak dan bersih. Pada sisi yang lain, mengonsumsi satu gelas banana milk-shake dicampur madu, buah-buahan, kacang, dan mangga sesudah makan, akan menaikkan berat badan.
8. Dapat membantu perokok untuk menghilangkan pengaruh nikotin, stres, mencegah stroke, mengontrol temperatur badan terutama bagi ibu hamil.
9. Peneliti lain mengembangkan pisang yang dapat membantu dalam melawan penyakit campak/cacar air, penyakit kuning, polio, dan dipteri. Saat ini , peneliti telah mencoba pada relawan, di mana diperlihatkan 10 persen tekanan darah turun dengan mengonsumsi dua buah pisang setiap hari
10. Tidak dianjurkan mengkonsumsi pisang yang mentah, karna akan sulit dicerna.


Semoga hal ini dapat menambah pengetahuan anda semua. Semoga anda semua juga dapat semakin sehat, dan kerap menjaga kesehatan.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Sabtu, 09 Juli 2011

Dibalik rasa buah apel yang enak


Buah apel selain rasanya enak ternyata juga memiliki khasiat2 tertentu untuk menangkal penyakit. Kandungan serat yang terdapat pada apel ternyata sangat tinggi, menurut informasi yang saya peroleh untuk setiap buah apel yang berukuran sedang mengandung sekitar 5 gram serat yang dibutuhkan oleh tubuh. serat yang terkandung pada apel tersebut sangat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan dan juga terbukti dapat menurunkan berat badan.

Yang menariknya lagi pada kulit apel terdapat zat yang bernama zat fitokimia. Zat ini bermanfaat untuk menghambat sel kanker usus. Buah apel juga dapat mengatasi sembelit, dan meredakan diare, sebab menurut informasi yang saya peroleh dari sebuah buku yaitu 'Healing Foods' apel sangat bermanfaat untuk pencernaan seperti yang sudah saya kemukakan diatas.

Jadi, didalam buah apel tersebut banyak sekali terkandung zat- zat yang bermanfaat bagi tubuh untuk mencegah berbagai macam penyakit. Saya menyarankan kepada seluruh member yang membaca tulisan saya ini untuk mengkonsumsi apel sebanyak mungkin sebab sangat baik bagi kesehatan.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Jumat, 08 Juli 2011

KHASIAT BUAH JERUK


buah jeruk memiliki banyak manfaat diantaranya:

1. Menurunkan resiko penyakit jantung
Jeruk orange mengandung Hesperidin, senyawa antioksidan yang dapat menurunkan total kolesterol sampai 16 % dan mencegah kolesterol jahat LDL menempel pada pada dinding pembuluh arteri. Jika anda makan buah jeruk, akan mendapatkan 250 gram potassium yang dapat menurunkan tekanan darah sampai 9 poin dalam 3 minggu

2. Menurunkan risiko kanker
Jeruk mengandung lycopene, yang membersihkan radikal-radikal bebas sebelum merusak jaringan halus, sehingga mencegah kerusakan sel-sel dan perubahan-perubahan dalam sel sejak dini yang dapat menyebabkan kanker. Hanya dengan mendapatkan 25 gram lycopene dapat mengurangi resiko kanker payudara, paru dan kolon sebanyak 70 %.

3.Mempercepat penyembuhan pilek dan flu
Flavonoids dalam kulit jeruk dan selaput putih pada buahjeruk dapat meningkatkan kekuatan neutrophils sampai 3 % dalam 20 menit. Neutrophils adalah sel imun yang bekerja sebagai antibodi untuk menghancurkan bakteri dan virus yang menyerang tubuh. Setiap 2 buah jeruk memberikan paling sedikit 120 mg neutrophils.


Dan yang pasti kita memilih buah jeruk yang segar jika akan membeli buah jeruk. Percuma saja jika buah-buahan yang kita beli dalam kondisi tidak baik (busuk), bukannya jadi sehat malahan bisa menyebabkan sakit. Buah-buahan segar itu banyak mengandung vitamin, apalagi jika kita tahu kandungan didalam buah itu kita akan dapat menguji manfaatnya didalam tubuh kita.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Kamis, 07 Juli 2011

Manfaat Buah-Buahan Alami Bagi Tubuh



Buah adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia yang dijual di toko-toko, buah jauh lebih aman tanpa efek samping yang berbahaya serta dari sisi harga umumnya jauh lebih murah dibanding suplemen yang memiliki fungsi yang sama.
Di bawah ini kita dapat melihat kandungan, khasiat dan manfaat sehat dari beberapa jenis buah yang ada di bumi :
1. BUAH TOMAT (TOMATO)
- tomat mengandung vitamin A, B1 dan C.
- tomat dapat membantu membersihkan hati hati dan darah kita.
- tomat dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. gusi berdarah.
b. rabun senja / kotok ayam.
c. penggumpalan darah.
d. usus buntu.
e. kanker prostat dan kanker payudara.
2. BUAH PEPAYA (PAPAYA)
- pepaya mengandung vitamin C dan provitamin A.
- pepaya dapat membantu memecah serat makanan dalam sistem pencernaan.
- pepaya dapat mebuat lancar saluran pencernaan makanan.
- pepaya dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. menyembuhkan luka.
b. menghilangkan infeksi.
c. menghilangkan alergi
3. BUAH PISANG (BANANA)
- pisang mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.
- pisang dapat membantu mengurangi asam lambung.
- pisang bisa membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh.
- pisang dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. gangguan pada lambung.
b. penyakit jantung dan stroke
c. stress
d. menurunkan kadar koleterol dalam darah.
4. BUAH MANGGA (MANGO)
- mangga mengandung vitamin A, E dan C.
- mangga dapat bertindak sebagai disinfektan.
- mangga dapat membersihkan darah.
- mangga dapat menanggulangi atau mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. bau badan / bb / bau tubuh yang tidak enak.
b. menurunkan panas tubuh saat demam.
5. BUAH STRAWBERRY (STRAWBERRY)
- stoberi mengandung provitamin A, vitamin B1, B dan C.
- stobery mengandung antioksidan untuk melawan zat radikal bebas.
- strawbery memiliki kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. mengobati gangguan kesehatan pada kandung kemih.
b. menjadi anti virus
c. menjadi anti kanker
6. BUAH APEL (APPLE)
- apel mengandung vitamin A, B dan C.
- aple dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
- apel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. menjadi zat anti kanker.
b. mengurangi nafsu makan yang terlalu besar.
7. BUAH JERUK (ORANGE)
- jeruk mengandung vitamin A, B1, B2 dan C.
- jeruk mengandung antikanker bagi tubuh.
- jeruk dapat mencegah dan mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. mengobati sariawan.
b. menurunkan resiko terkena kardiovaskuler, kanker, dan katarak.
8. BUAH PEAR / PIR (PEAR)
- pear mengandung vitamin C dan provitamin A.
- pear mengandung anti oksidan yang baik untuk menjaga kesehatan.
- pear dapat mencegah beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. menurunkan demam / panas tubuh.
b. mengencerkan dan menhilangkan dahak pada batuk berdahak.
9. BUAH JAMBU BIJI MERAH / JAMBU MERAH (GUAVA)
- jambu merah mengandung vitamin C yang sangat banyak.
- jambu merah mengandung zat antioxidan dan antikanker.
- jambu merah mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. menurunkan kadar kolesterol darah
b. mengobati infeksi.
c. menjaga mengobati sariawan.
d. memperlancar peredaran darah.
e. melancarkan saluran pencernaan.
f. mencegah konstipasi.
10. BUAH SEMANGKA (WATERMELON)
- semangka mengandung vitamin C dan provitamin A.
- semangka dapat menjadi antialergi.
- semangka mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
seperti :
a. menurunkan kadar kolesterol.
b. mencegah dan menahan serangan jantung.
11. BUAH MELON (HONEYDEW)
- melon mengandung vitamin C dan provitamin A.
- melon mengandung zat anti kanker dan anti oksidan.
- melon mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. mencegah darah menggumpal.
b. membersihkan kulit.
c. menlancarkan saluran pencernaan.
d. menurunkan kadar kolestrerol.
12. BUAH WORTEL (CARROT)
- wortel kaya akan vitamin A.
- wortel baik untuk menjaga kesehatan mata.
- wortel mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. meningkatkan kekebalan dan ketahanan tubuh jasmani.
b. menjaga hati tetap sehat.
13. BUAH BELIMBING (STAR FRUIT)
- belimbing mengandung vitamin C dan provitamin A.
- belimbing dapat membantu memperlancar pencernaan makanan.
- belimbing mempunyai kegunaan / fungsi kesehatan lain seperti :
a. menurunkan tekanan darah.
b. menurunkan kadar / tingkat kolesterol dalam tubuh.
14. BUAH NANAS (PINEAPPLE)
- nanas mengandung vitamin B dan C.
- nanas dapat mencegah terkena serangan jantung dan stroke / struk.
- nenas dapat mengobati beragam penyakit dan gangguan kesehatan lain seperti :
a. menyembuhkan luka.
b. menyembuhkan infeksi pada saluran pencernaan.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Rabu, 06 Juli 2011

khasiat buah mangga


Di balik rasanya yang enak dan segar, mangga juga kaya berbagai vitamin, mineral, serat, dan karbohidrat. Buah yang sekarang ini sedang musim, mengandung pula aktioksidan yang tugasnya melawan radikal bebas, penyebab berbagai macam penyakit degeneratif, seperti kanker, tekanan darah tinggi, dan jantung koroner.

Tanaman mangga berbunga pada bulan Juli-Agustus, dan buah dipanen pada bulan September-Desember. Buah mangga umumnya dipanen setelah tua, yang ditandai oleh bagian pangkal buah yang membengkak rata dan warnanya mulai menguning. Berikut ini keuntungan buah mangga bagi kesehatán:

1. Sumber Serat
Kandungan serat dalam buah mangga sekitar 1,8 persen, memberikan kontribusi yang cukup terhadap kebutuhan serat manusia. Serat pangan memiliki peran fisiologis terhadap usus. Kurangnya konsumsi serat dapat menyebabkan timbulnya penyakit degeneratif, seperti aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah), jantung koroner, diabetes melitus, hiperkolesterolemia (kelebihan kolesterol), hipertensi, hiperlipidemia (kelebihan lemak), dan kanker usus.

Serat pangan buah mangga terdiri dari serat pangan larut, yaitu pektin dan serat pangan tidak larut, yaitu selulosa. Masing-masing jenis serat pangan ini sangat penting bagi kesehatan manusia.

Fungsi utama serat pangan larut:

* Memperlambat kecepatan pencernaan dalam usus, sehingga aliran energi ke tubuh menjadi berkurang,
* Memberi perasaan kenyang yang lebih lama,
* Memperlambat penyerapan glukosa, sehingga membutuhkan sedikit insulin untuk mengubah glukosa menjadi energi,
* Membantu mengendalikan berat badan dengan memperlambat munculnya rasa lapar,
* Meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dengan cara meningkatkan motilitas atau pergerakan usus besa
* Mengurangi risiko penyakit jantung,
* Mengikat asam empedu,
* Mengikat lemak dan kolesterol, kemudian mengeluarkannya melalui feses.

Fungsi utama serat pangan tidak larut air:

* Mempercepat waktu transit (waktu tinggal) makanan dalam usus dan meningkatkan berat fses,
* Memperlancar proses buang air besar dan
* Mengurangi risiko wasir, divertikulosis, dan kanker usus besar.


2. Sumber Antioksidan
Kemampuan antioksidatif dari buah mangga dihasilkan oleh berbagai senyawa yang terdapat di dalamnya, yaitu betakaroten, senyawa fenolik, lupeol, vitamin C, E, serta beberapa mineral seperti Cu, Zn, Mn, dan Se. Senyawa-senyawa tersebut dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, seperti kanker. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dihasilkan oleh berbagai proses kimia normal tubuh, radiasi matahari atau kosmis, asap rokok, dan pengaruh lingkungan lainnya. Radikal ini apabila tidak dinetralkan oleh senyawa antioksidan, dapat menyerang partikel dan molekul lain dalam tubuh, menyebabkan perubahan mendasar pada materi genetis dan bagian-bagian penting sel lainnya.

Berdasarkan hasil evaluasi aktivitas antioksidan dan beberapa buah tropis, diketahui bahwa mangga memiliki aktivitas penangkapan terhadap radikal hidroksil (OH-) yang sangat kuat, serta dapat melindungi deoksiribosa lebih baik dibandingkan dengan antioksidan sintetik (BHA dan BHT). Penelitian juga menunjukkan bahwa mangga memiliki kemampuan menangkap HOCI lebih kuat daripada pisang (Murcia et al, 2001).

3. Sumber Vitamin C
Kandungan vitamin C mangga cukup layak diperhitungkan. Jika setiap 100 gram mangga masak rata-rata dapat memasok vitamin C sebanyak 41 mg, dengan mengonsumsi mangga ranum 150 gram, kecukupan vitamin C yang dianjurkan untuk laki-laki dan perempuan dewasa per hari (masing-masing 60 mg) dapat terpenuhi. Di samping berfungsi sebagal antioksidan, vitamin C memiliki fungsi menjaga dan memelihara kesehatan pembuluh-pembuluh kapiler, kesehatan gigi dan gusi. Vitamin C membantu penyerapan zat besi dan dapat menghambat produksi nitrosamin, zat pemicu kanker. Vitamin C juga membantu penyembuhan luka.

4. Sumber Kalium
Kalium terdapat dalam jumlah besar pada buah mangga. Tiap 100 gram mangga mengandung kalium 156 mg. Dengan mengonsumsi buah mangga minimal 250 gram, kecukupan kalium sebanyak 400 mg per hari dapat terpenuhi. Kalium mempunyai fungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, dan membantu tekanan darah. Konsumsi kalium yang memadai dapat mengurangi efek natrium dalam meningkatkan tekanan darah dan secara bebas memberikan kontribusi terhadap penurunan risiko terkena stroke.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Minggu, 03 Juli 2011

Pengambilan Tes Pap yang Benar dan Permasalahannya


Pemeriksaan sitologi ginekologi adalah pemeriksaan
sitologi eksfoliatif yang mengamati sel-sel yang dieksfoliasi
dari genitalia seorang wanita. Cara ini bukanlah cara yang baru
melainkan sudah dikenal sejak tahun 1943 saat Papaniculaou
dan Traut menerbitkan buku Diagnosis of Uterine Cancer by
the Vaginal Smear. Kegunaan diagnostik sitologi selain untuk
deteksi keganasan (tes Pap), juga dapat digunakan untuk
evaluasi peradangan, identifikasi jasad renik, evaluasi sitohormonal
dan pengamatan lanjut terapi.
Sejak lebih dari 60 tahun yang lalu tes Pap telah digunakan
sebagai sarana diagnostik kanker serviks. Bahkan di negaranegara
maju yang sudah melakukan program skrining tes Pap,
angka kematian kanker serviks menurun 50-60%.

KETEPATAN DIAGNOSIS
Ketepatan sitologi ginekologi tes Pap cukup baik untuk
mendiagnosis kelainan pada traktus genitalis. Laboratorium
sitologi yang berpengalaman mendapat korelasi lebih dari 90%
dengan hasil histopatologi dari biopsi, terutama bila kelainan
tersebut adalah displasia berat atau karsinoma in situ,; namun
demikian tes Pap juga mempunyai angka kesalahan yang
disebut negatif palsu yaitu dilaporkan negatif tetapi sebenarnya
positif. Hasil negatif palsu ini berkisar: 5-50%, yang meliputi
62% akibat kesalahan pengambilan sampel, 15% akibat
kesalahan skrining dan 23% karena kesalahan interpretasi.
Kesalahan diagnostik tersebut, disebabkan oleh karena:

1. Pengambilan sediaan
Adekuasi sediaan
Pengambilan yang tidak adekuat dapat menyebabkan hasil
negatif palsu; ini sering disebabkan karena tidak terambilnya
sel-sel dari daerah peralihan.
Hal ini dapat terjadi karena alat pengusap tidak mencapai
daerah peralihan atau cara mengusap serviks yang tidak baik,
dan kurang memperhatikan topografi daerah peralihan atau
secara biologis sel-sel belum tampak. Sering pula terjadi pada
keadaan menopause di mana sambungan skuamo-kolumner
berada jauh di dalam kanalis servikalis atau lesinya kecil
sehingga tidak ikut terambil pada pengusapan. Adekuasi sediaan
yang memuaskan tetapi terganggu atau adekuasi yang tidak
memuaskan dapat terjadi pada sediaan apus yang terlalu tipis
dan hanya mengandung sangat sedikit sel, demikian pula pada
sediaan apus yang terlampau tebal dan tidak dioleskan merata,
sel bertumpuk-tumpuk sehingga menyulitkan pemeriksaan.
Teknik pengambilan sediaan berperan penting dalam kemungkinan
terjadinya kesalahan pada Pap smear, oleh karena itu
harus diperhatikan hal-hal tersebut di bawah ini:
− Pengambil sediaan harus kompeten
− Keahlian yang baik dan menggunakan teknik/kriteria
pengambilan Tes Pap yang benar
− Pelatihan rutin
− Audit untuk adekuasi sampel
− Adekuasi memuaskan adalah dijumpainya komponen
daerah peralihan yaitu sel-sel endoserviks atau sel-sel metaplasia
dan sel-sel skuamosa secara mikroskopik.
− Adekuasi memuaskan tetapi terganggu atau adekuasi tidak
memuaskan antara lain disebabkan oleh adanya radang padat
atau darah ataupun tidak ditemukannya sel-sel endoserviks,
fiksasi yang tidak baik, ditemukan hanya sedikit sel.
− Untuk menghindari tidak terambilnya sel-sel endoserviks
dianjurkan untuk menggunakan gabungan Cytobrush dan Spatula
Ayre. Pada prinsipnya adalah alat yang dapat mencapai
daerah peralihan (zona transformasi), asal dari perubahan
neoplastik tersebut terjadi. Penggunaan Cytobrush dapat menampilkan
95,3% sel endoserviks.
Alat yang digunakan untuk pengambilan sampel
bervariasi. Variasi alat-alat di bawah ini dalam memindahkan
sel epitel pada kaca benda:
− 6,5% dengan kapas lidi/spatula
− 8,4% dengan cervix brush
− 18,1% gabungan cytobrush dengan spatula

Fiksasi
Fiksasi secepatnya penting karena dapat terjadi artefak
akibat pengeringan udara. Fiksasi bertujuan agar sel-sel tidak
mengalami kerusakan.
Kesalahan yang sering terjadi:
− Sediaan apus telah kering sebelum difiksasi (terlalu lama
di luar, tidak segera direndam di dalam cairan fiksatif)
− Cara fiksatif tidak mempergunakan alkohol 96%
− Penggunaan hairspray yang disemprotkan pada jarak terlalu
dekat sehingga sebagian sel-sel akan tersapu dan sel tidak
terfiksasi dengan baik.
Masalah yang banyak dihadapi saat ini adalah besarnya
hasil negatif palsu akibat pengambilan sediaan yang tidak
layak, namun demikian dengan cara pelaporan sistem Bethesda
dimana adekuasi sediaan diperhatikan pula, hal ini akan
menurunkan hasil negatif palsu; untuk adekuasi yang tidak
memuaskan, direkomendasikan untuk diulang, terutama pada
usia tua/menopause, wanita-wanita dengan risiko tinggi. Akan
tetapi untuk wanita yang sudah pernah melakukan tes Pap dan
hasilnya negatif selama 2 kali berturut-turut setiap tahunnya,
dapat diulang satu tahun lagi. Hasil tes Pap tiga tahun sekali
atau satu tahun sekali pada wanita yang hasil Tes Papnya
negatif 2 kali berturut-turut ternyata tidak berbeda bermakna.

2. Laboratorium
Kesalahan di laboratorium seperti kesalahan dalam
pewarnaan sediaan dan kesalahan skrining serta kesalahan
inter-pretasi juga dapat mengakibatkan hasil positif palsu yang
tinggi. Suatu laboratorium sitologi yang baik tidak akan
memberikan hasil negatif palsu lebih dari 10%, untuk
laboratorium sitologi dalam kaitannya dengan kesalahankesalahan
tersebut, maka sebaiknya selalu memperhatikan
pengawasan kualitas antara lain dengan:
− Melakukan pemeriksaan ulang (review) dari 10% hasil
sitologi normal, baik diulang secara manual atau dengan
bantuan komputer (Pap Net).
− Pendidikan untuk meningkatkan kualitas.
− Pemeriksaan sitologi sekaligus dengan pemeriksaan
kolposkopi juga merupakan suatu pengawasan kualitas.
Kesalahan lain yang juga dapat terjadi adalah karena
kesalahan pasien yang sebelum pemeriksaan sudah mencuci
vagina, mengalami keputihan yang hebat atau saat itu sedang
mengalami perdarahan/haid atau menggunakan preparat
vagina.
Alat-alat yang diperlukan untuk pengambilan tes Pap:
1) Formulir konsultasi sitologi
2) Spatula Ayre yang dimodifikasi dan Cytobrush
3) Kaca benda yang di satu sisinya telah diberi tanda/ label
4) Spekulum cocor bebek (Grave’s) kering
5) Tabung berisi larutan fiksasi alkohol 96%

Cara pengambilan sediaan
1). Isi formulir dengan lengkap dan sesuaikan dengan nomor
urut pengambilan.
2). Pasang spekulum cocor bebek untuk menampilkan serviks.
3). Cytobrush dimasukkan ke dalam kanalis servikalis dan
diputar 180º searah jarum jam.
4). Spatula dengan ujung pendek diusapkan 360º pada permukaan
serviks.
5). Cytobrush diusapkan pada kaca benda berlawanan arah
jarum jam dan spatula juga digeserkan pada kaca benda yang
sama dan telah diberi label (dengan pensil gelas) di sisi kirinya.
Penggeseran meliputi seluruh panjang gelas sediaan dan
hendaknya digeserkan sekali saja.
6). Kaca benda segera dimasukkan dalam larutan fiksasi
alkohol 96%. Sediaan difiksasi minimal selama 30 menit.
7). Sediaan kemudian dikeringkan dengan menggunakan pengering
udara. Bila fasilitas pewarnaan jauh dari tempat
praktek, sediaan dapat dimasukkan dalam amplop/pembungkus
yang dapat menjamin kaca sediaan tidak pecah.
8). Pewarnaan sediaan dikerjakan di laboratorium sitologi.
Pewarnaan sediaan sitologi yang dipakai adalah pewarnaan
Papanicolaou yang terdiri dari pewarnaan inti dengan Hematoxylin
dan sitoplasma dengan orange G dan EA. Prinsip
pewarnaan Papanicolaou adalah melakukan pewarnaan, hidrasi
dan dehidrasi sel.
Pengambilan sediaan yang baik, fiksasi dan pewarnaan
sediaan yang baik serta pengamatan mikroskopik yang cermat,
merupakan langkah yang memadai dalam menegakkan
diagnosis.
Untuk mengatasi jebakan-jebakan dalam pemeriksaan Pap
smear, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
− Fiksasi segera, bila diperlukan dapat menggunakan dua
kaca benda
− Bersihkan mukus sebelum pengambilan Pap smear
− Hindari membersihkan dengan NaCl 0,9% karena akan
membuat sediaan hiposeluler
− Gunakan spatula terlebih dahulu sebelum cytobrush untuk
menghindari darah
− Pap smear rutin tidak diambil saat haid
− Rotasi spatula tidak melebihi 360º untuk menghindari
trauma pada sel normal sehingga menyerupai sel atipik
− Pulaskan material dari spatula dengan gerakan yang halus,
tekanan kontinyu untuk menghindari penumpukan material
− Ketika menggunakan brush, masukkan ke dalam ostium
dengan tekanan yang lunak (gentle) dan putar sampai 90-180º.
Putarkan brush sepanjang kaca benda dengan memutar
pegangan.
− Isi informasi klinis pasien dengan lengkap, yaitu antara lain:
umur, haid terakhir, status kehamilan, riwayat hasil Pap smear
sebelumnya
− Sebaiknya biopsi dari Pap Smear abnormal diperiksa secara
simultan oleh ahli patologi yang sama. Korelasi sitopatologi
adalah kunci dari patologi serviks, terutama pada kasus-kasus
sangat sulit. Cara yang paling mudah adalah mengirim biopsi
ke laboratorium yang sama dengan laboratorium yang memeriksa
Pap smear, atau bila terpaksa mengirim ke dua laboratorium
yang berbeda, maka sertakan hasil Pap smearnya.
Sebagai pengambil Pap smear, sebaiknya selalu mengacu
pada korelasi dengan hasil biopsi.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Sabtu, 02 Juli 2011

Penggunaan Laser dalam Akupunktur

Kata Laser berasal dari kata Light Amplification by Stimulated
Radiation (Penguatan sinar oleh radiasi yang distimulasi).
Sinar Laser ditemukan pada tahun 1960 oleh Theodore Maiman;
satu tahun kemudian Leon Goldman mulai memakainya untuk
pengobatan. Pada saat ini penggunaan Laser telah meluas dalam
berbagai bidang kedokteran.
Pada mulanya yang digunakan adalah sinar Laser berenergi
tinggi sebagai alai pembedahan, misalnya untuk koagulasi, pemotongan
dan penguapan jaringan. Khasiat Laser energi rendah
dilaporkan pertama kalinya oleh Prof. Endre Mester pada tahun
1967 dalam penelitiannya tentang efek karsinogenik Laser terhadap
jaringan tikus percobaan yang sudah dicabuti bulunya.
Dan ternyata setelah penyinaran ditemukan pertumbuhan bulu
pada tikus percobaan lebih cepat dibanding kelompok tikus yang
tidak disinari Laser. Laser energi rendah telah dipergunakan dalam
berbagai bidang kedokteran seperti : ortopedi, akupunktur,
neurologi, rematologi, rehabilitasi medik, dermatologi dan lainlain.

SIFAT-SIFAT SINAR LASER
Laser merupakan realisasi efek yang telah diantisipasi oleh
Einstein. Partikel atom atau molekul yang dapat bergerak bergelombang
dapat distimulasi oleh suatu sumber energi. Keadaan
demikian dalam beberapa kasus dapat berlangsung lebih lama
daripada normal (10–8 detik). Apabila suatu gelombang sinar
dengan panjang gelombang tertentu bertemu dengan atom atau
molekul dalam keadaan terstimulasi sistem itu akan kembali
kepada keadaan asal, dan radiasi tersebut akan memperkuat
gelombang sinar. Maka dengan memasukkan suatu medium
Laser (padat, cair, atau gas) kepada energi dari sumber yang
Disampaikan pada Simposium Akupunktur di Bandung, tanggal 28 September
1991
sesuai sejumlah yang mencukupi dari sistem molekul akan terstimulasi.
Radiasi yang dihasilkan akan direfleksikan bolakbalik
antara dua cermin resonator sepanjang garis sumbu yang
tetap sampai memperkuat energinya sendiri dengan memadai,
dan kemudian menembus melalui cermin resonator yang hanya
merefleksikan sebagian saja.
Sinar yang dihasilkan oleh proses di atas mempunyai tiga
sifat khas yaitu :
1. Monokromatis
Hanya satu panjang gelombang tertentu yang diperkuat
atau diamplifikasi.
2. Koheren
Karena adanya efek amplifikasi maka terdapat hubungan
fase yang tetap di antara berbagai bagian dari sinar Laser, dan
karena itu sangat tahan terhadap gangguan (interferensi); dengan
kata lain semua gelombang dalam sinar Laser berosilasi secara
seragam.
3. Penyebaran yang minimal
Karena sinar yang diperkuat hanyalah sinar yang berada di
dekat sumbu cermin resonator, sinar yang dipancarkan sebagian
besarparalel. Dan dengan demikian dapatdimungkinkan dengan
bantuan lensa atau cermin untuk memfokuskannya pada titik
fokus yang sangat kecil (diameter dari 3–10 panjang gelombang).

EFEK SINAR LASER PADA JARINGAN
1. Efek fisiomaterialis
a. Absorpsi
Sinar Laser diabsorpsi dalam berbagai derajat oleh berbagai
jenis jaringan yang hidup, sesuai dengan komposisi jaringan,
jumlah air yang dikandungnya dan sebagainya. Efek absorpsi
banyak terganwng pada panjang gelombang yang digunakan.
Efek berikut akan terjadi berturut-turut tergantung pada output
generator Laser, panjang iradiasi dan sifat jaringan yang diradiasi
:
– pemanasan lokal jaringan : percepatan dari proses fisiologis
dan peningkatan kecepatan pembelahan sel dan lain-lain.
– dehidrasi dan konstriksi jaringan; proses ini umumnya reversibel.
– destruksi ireversibel dari protein (koagulasi).
– termolisis (karbonisasi).
– penguapan jaringan.
b. Penyebaran
Karen jaringan mempunyai sifat optik yang berbeda, maka
sinar Laser tidak bergerak sebagai garis lurus seperti di udara,
tetapi timbul proses penyebaran sehingga arah sinar sering berubah.
Penyebaran ini mempunyai akibat bahwa meskipun hanya
daerah terbatas yang diradiasi, namun jaringan sekitarnya akan
selalu terpengaruh dalam batas tertentu.

2. Efek fisiobiologik
Ditemukan bahwa sinar Laser energi rendah (seperti He Ne)
dapat digunakan untuk mempercepat penyembuhan ulkus yang
resisten secara bermakna. Hal ini mungkin dapat diterangkan
dengan teori yang dikembangkan oleh A. Popp; dinyatakannya
bahwa sinar dan suara bertanggungjawab untuk distribusi dan
sebagian besar informasi yang dibutuhkan oleh sistem sel sibernetik,
internal dan ekstemal dalam organisme bersangkutan.
Pertukaran informasi demikian hanya dapat terjadi secara optik
dalam range merah atau infra merah, di mana substansi sel
mempunyai transparansi terbesar.
Oleh koherensi dan kemudahan kontrol, kemurnian dan
selektifitasnya, sinar Laser dapat membantu merestorasi struktur
gelombang dan sel yang terganggu kembali ke keadaan normal
yang sehat.

TERAPI AKUPUNKTUR DENGAN LASER
Telah dilakukan berbagai percobaan untuk menggunakan
Laser dalam pengobatan akupunktur seperti He Ne Laser (selain
itu terdapat pula Laser jenis lain seperti Nd Yg Laser, Argon
Laser, dan lain-lain). Ditemukan bahwa penyinaran 1 mW He Ne
Laser dapat menormalisasi tahanan kulit dalam beberapa detik.
Laser He Ne menghasilkan sinar merah dengan panjang gelombang
632,8 nM. Penyelidikan di Ludwig Boltzman Institute
menunjukkan perubahan biokimiawi dalam urine sesudah penyinaran
Laser pada titik III,36 (Cu San Li) yang sesuai dengan
penusukan jarum. Disimpulkan bahwa perangsangan Laser
adalah melalui energi elektromagnetik. He Ne Laser menembus
jaringan 0,8 mm secara langsung dan 8–10 mm secara tidak
langsung.
Berdasarkan penelidan ditemukan bahwa Laser dapat digunakan
untuk perangsangan titik akupunktur khususnya pada
anak-anak, pada pasien yang sangat sensitif terhadap jarum atau
pasien yang terinfeksi, atau untuk perangsangan titik yang sangat
nyeri apabila dilakukan penusukan jarum seperti titik VIII,1
(Yung Cuen). Efek samping yang dapat terjadi pada penyinaran
Laser adalah rasa pusing, nyeri kepala atau mual. Apabila hal
ini berlangsung lebih dari 5 – 10 menit, pengobatan dengan
Laser harus dihentikan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah
bahwa mata sangat rawan terhadap penyinaran Laser karena
sistem lensa dapat memfokuskan sinar Laser sehingga dapat
menRakibatkan kerusakan pada retina. Oleh karena iw perlu
kehati-hatian yang tinggi untuk menghindarkan efek samping
tersebut baik bagi pasien maupun bagi pengobat.
Lama penyinaran Laser pada suatu titik akupunktur tergantung
pada beberapa hal seperti output, lokasi titik dan sebagainya.
Pada prinsipnya diperlukan energi Laser yang cukup
untuk dapat memberikan rangsangan dalam organisme, di lain
flak tidak menyebabkan destruksi lokal dari jaringan. Pala
umumnya lama penyinaran berkisar antara 15 detik sampai
beberapa menit. Pada anak-anak lama penyinaran lebih singkat
daripada dewasa. Dan suatu penelitian didapatkan bahwa dosis
efektif terendah yang pernah dicatat adalah 1 menit dengan
output 1 mW. Dinyatakan pula bahwa untuk akupunktur telinga
dibutuhkan waktu 1 menit dengan output 3 mW agar tercapai
dosis penyinaran yang cukup, sedangkan untuk akupunktur
tubuh selama 1–5 menit. Peningkatan dosis penyinaran tidak
selalu diikuti dengan peningkatan efektifitas.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Jumat, 01 Juli 2011

Produksi Antibodi Klon Tunggal dan Aplikasinya dalam Bidang Kedokteran Nuklir

Kemajuan dalam bidang bioteknologi yaitu ditemukannya
teknologi hibridoma untuk memproduksi antibodi klon tunggal,
merupakan salah satu terobosan yang sangat berharga dalam
biomedik. Dengan ditemukannya antibodi klon tunggal berarti
bahwa gagasan penggunaan antibodi dalam pencarian sasaran
tumor sekaligus sebagai penyembuh tumor, segera menjadi kenyataan.
Memang akhir-akhir ini antibodi klon tunggal sangat
populer terutama dalam dunia kedokteran.
Dalam kedokteran nuklir, telah diaplikasikan beberapa jenis
antibodi klon tunggal yang dikaitkan dengan penggunaan teknik
radioimmunoassay (RIA) dan immunoradiometric assay (IRMA)
serta untuk diagnosis in vivo melalui teknik imaging. Oleh
karena antibodi klon tunggal ini bekerjanya sangat spesifik
(unik), maka sangat menguntungkan baik dalam diagnosis maupun
terapi. Dalam RIA dan IRMA, penggunaan antibodi klon
tunggal dapat mengatasi masalah reaksi silang (cross reaction).
Penelitian dan pengembangan masih terus berlangsung untuk
memecahkan berbagai masalah. Usaha dan uji coba yang sedang
banyak dilaksanakan antara lain adalah pencarian pembuatan
antibodi klon tunggal yang benar-benar murni dalam skala produksi,
pemilihan radionuklida dan teknik penandaan yang cocok,
pemilihan antigen yang sesuai, serta pemilihan metode pemasukan
ke dalam tubuh pasien yang cfektif.

PRODUKSI ANTIBODI KLON TUNGGAL
Dalam tubuh hewan tingkat unggi terdapat limfosit B yang
menghasilkan protein spesifik yang beredar dalam plasma yang
disebut antibodi atau immunoglobulin (Ig). Bila zat asing yang
bermolekul besar dengan bobot molekul 1000 – 10000 seperti
protein dan polisakarida masuk ke dalam tubuh, maka akan
dihasilkan antibodi terhadap antigen tersebut. Antigen dapat pula
berupa molekul kecil yang disebut hapten misalnya suatu toksin
yang bersenyawa dengan senyawa bermolekul besar seperti
serum albumin. Ig mempunyai daerah pengikatan atau binding
site yang spesifik terhadap suatu determinan pada antigen.
Setiap limfosit B menghasilkan Ig tunggal yang spesifik hanya
untuk satu determinan pada antigen.
Cara konvensional untuk memperoleh antibodi adalah
dengan menyuntikkan vaksin pada hewan percobaan. Setelah
beberapa waktu dan hewan tersebut cukup banyak mengandung
antibodi, darah hewan diambil lalu antibodinya diisolasi. Antibodi
yang dihasilkan dengan tara konvensional ini tidak murni,
karena ternyata antigen yang paling murni sekalipun masih
mengandung lebih dari satu determinan. Oleh sebab itu, walaupun
imunisasi dilakukan dengan menggunakan antigen yang
murni, tetap akan dihasilkan antibodi yang poliklonal yang
terdiri dari campuran berbagai macam antibodi yang mempunyai
binding site berbeda-beda. Seandainya limfosit B dapat diambil
dan dapat diklonisasi dalam kultur jaringan, maka dapat dihasilkan
molekul antibodi yang mempunyai satu spesifisitas (monospesifik)
yang popular disebut antibodi klon tunggal. Sayangnya
sel yang dapat memproduksi antibodi ini tidak dapat tumbuh
atau hidup dalam kultur jaringan. Kemungkinan untuk memproduksi
antibodi klon tunggal baru terbuka setelah ditemukannya
teori hibridoma.
Lahirnya teknologi hibridoma dimulai dan pengamatan
Georges Köhler dan Cesar Milstein dari Cambridge, Inggris
pada tahun 1975. Sel mieloma tikus yang merupakan sel kanker,
dapat memproduksi Ig nonspesifik tapi identik dalam jumlah
banyak dalam kultur jaringan. Berdasarkan pengamatan tersebut,
lalu dicoba dilakukan penggabungan (fusi) sel mieloma
dengan limfosit B hewan yang telah dipaksa membuat antibodi
khusus karena hewannya telah diimunkan dengan penyuntikan
antigen. Hasil penggabungan ini ternyata dapat hidup dalam
kultur jaringan. Dalam media polietilen glikol (PEG), dapat
menghasilkan klon yang mempunyai sifat sel limfosit sebagai
penghasil antibodi yang monospesifik dan sifat hidup tak terbatas
dari sel mieloma. Selanjutnya sel-sel hibridoma diselidiki;
sel yang membentuk antibodi tertentu tadi diteruskan pembiakannya,
maka dapat dihasilkan antibodi klon tunggal secara
terus menerus. Penemuan teknologi hibridoma ini dinilai sebagai
suatu terobosan paling penting dalam perkembangan
biomedik pada dasawarsa tahun 1970-an. Berkat jasa dan
penemuannya tersebut, Georges Kbhler dan Cesar Milstein
memperoleh hadiah Nobel untuk bidang kedokteran pada tahun
1984.
Umumnya pada pembuatan sel hibridoma digunakan sejenis
tikus yang disebut murine, menghasilkan antibodi klon tunggal
dari hibridoma manusia-murin yang disebut human anti murine
antibodies, (HAMA) untuk tujuan klinis. Pada saat ini telah
dikembangkan pembuatan antibodi klon tunggal dari hibridoma
manusia-manusia, karena antibodi dari murine merupakan benda
asing bagi tubuh manusia, sehingga akan menimbulkan reaksi
alergi bagi tubuh.manusia.
Sel hibridoma terutama menghasilkan IgG, yang mempunyai
bobot molekul sekitar 15.000. Molekul IgG terdiri dari
2 rantai asam amino panjang yang disebut rantai H (heavy) dan
2 rantai asam amino pendek disebut rantai L (light). Kekompakan
molekul terjadi karena adanya jembatan disulfida yang
mengikat kedua rantai tersebut. IgG terdiri dari 2 fragmen yaitu
fragmen F~ dan Fab. Fragmen Fe ini merupakan bagian dari IgG
yang tetap dan sama untuk semua molekul IgG dari subelass
tertentu, dan bagian ini yang mengaktifkan komponen-komponen
sistem imun. Ragmen Fab mempunyai 2 tempat pengikatan
antigen atau antigenic binding site, disebut daerah
variabel, yang unik untuk setiap antibodi klon tunggal. Bagian
ini merupakan bagian yang menentukan kespesifikan suatu
antibodi.
Sel hibridoma mengandung kromosom dari sel mieloma
dan sel limfosit, setiap kromosom menghasilkan molekul antibodi
hibridoma dengan rantai H dan L dari sel induk yang
berbeda. Dalam seleksi pembuatan antibodi klon tunggal, harus
dicari klon hibridoma yang kromosomnya hanya mengandung
rantai H dan L dari limfosit yang diimunisasi. Oleh sebab itu,
pada pembuatan antibodi klon tunggal ini, sebaiknya sel mieloma
diambil dari spesies yang sama dengan spesies asal limfosit B.
Fragmen F~ dari molekul antibodi diduga merupakan penyebab
terjadinya reaksi alergi, fragmen ini harus dihilangkan yaitu
dengan cara hidrolisis dengan enzim pepsin, untuk memperoleh
fragmen F(ab)2. Bila digunakan enzim papain akan diperoleh 2
fragmen Fab yang monovalen yang mempunyai aviditas yang
lebih rendah dari F(ab)2 yang divalen. Untuk mengatasi timbulnya
reaksi alergi pada pembuatan antibodi klon tunggal yang
berasal dari sel hibridoma hewan, dapat digunakan enzim pepsin
untuk memperoleh fragmen F(ab)2 tanpa adanya fragmen Fc.

APLIKASI DALAM KEDOKTERAN NUKLIR
Penggunaan antibodi klon tunggal dalam bidang kedokteran
khususnya 'kedokteran nuklir, tidak hanya terbatas untuk keperluan
terapi akan tetapi juga untuk diagnosis baik in vitro
maupun in vivo. Vaksin bioteknologi pertama yang diaplikasikan
secara luas, adalah vaksin untuk mencegah penyakit hepatitis B
yang dikenal dengan nama rekombivax. Kemudian muncul antibodi
klon tunggal yang diberi nama orthoclone OKT3 untuk
mencegah reaksi penolakan pasca pencangkokan ginjal. Akhirakhir
ini telah banyak dihasilkan antibodi klon tunggal terutama
untuk diagnosis dan terapi penyakit kanker.
Dalam penggunaannya di bidang kedokteran nuklir, terutama
untuk diagnosis dan terapi, antibodi klon tunggal harus
ditandai dengan isotop radioaktif. Prinsip penggunaan teknik ini
cukup sederhana. Antibodi klon tunggal terhadap tumor ganas
tertentu yang bertanda radioaktif pemancar sinar gamma (misalnya
123I), bila disuntikkan ke dalam tubuh pasien yang diduga
menderita tumor tersebut, akan terbawa oleh aliran darah dan
akhirnya terakumulasi pada jaringan tumor. Dalam hal ini, anti-
bodi anti tumor berikatan secara spesifik dengan jaringan tumor
yang berfungsi sebagai antigen. Oleh karena antibodi yang digunakan
monospesifik, maka antibodi yang disuntikkan hanya
akan terakumulasi pada jaringan tumor, tidak terjadi penyebaran
keradioaktifan pada jaringan lain. Dengan menggunakan suatu
alat (kamera gamma) yang diletakkan di luar tubuh, lokasi tumor
dengan metastasisnya dapat diamati secara jelas, tanpa harus
melakukan biopsi atau cara lain. Jika yang dikaitkan dengan
antibodi klon tunggal tadi suatu pemancar sinar alfa yang jarak
tempuhnya pendek dan dipilih yang mempunyai linear energy
transfer (LET) yang tinggi, maka pengumpulan antibodi selain
memberi kesempatan penyembuhan secara imunoterapi, juga
dibantu oleh penyembuhan lewat penyinaran (radioterapi). Secara
garis besar penggunaan antibodi klon tunggal untuk diagnosis
dan terapi dalam kedokteran nuklir, dapat digambarkan sebagai
berikut :
Jenis antibodi klon tunggal yang telah banyak beredar untuk
diagnosis dan terapi penyakit kanker antara lain adalah CEA, CA
19-9, CA 15-3 dan CA 125 untuk diagnosis kanker leher rahim.
Penggunaan antibodi klon tunggal untuk diagnosis dan terapi
penyakit kanker telah menarik banyak ahli dari Persatuan Ahli
Kanker Internasional. Para ahli berpendapat bahwa penemuan
monoklonal antibodi membuka harapan untuk diagnosis dan
penyembuhan penyakit kanker secara sempurna. Penelitian ke
arah diperolehnya penemuan-penemuan baru untuk memerangi
penyakit kanker, giat dikerjakan di berbagai pusat penelitian di
seluruh dunia. Para ahli meramalkan bahwa dalam beberapa
tahun mendatang akan ada gelombang baru dalam biomedik,
yaitu terapi kanker dengan menggunakan antibodi klon tunggal.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Kamis, 30 Juni 2011

Skrining Kanker Serviks dengan Metode Skrining Alternatif: IVA



Jumlah penderita kanker serviks, menduduki peringkat
teratas di antara penyakit kanker pada pria dan wanita di
Indonesia. Keadaan ini berbeda dengan di negara maju, umumnya
kanker serviks sudah menurun jumlahnya berkat program skrining kanker serviks.
Di Indonesia masalah banyaknya kasus kanker serviks,
diperburuk lagi dengan banyaknya (>70%) kasus yang sudah
berada pada stadium lanjut ketika datang ke Rumah Sakit(1,2).
Beberapa negara maju telah berhasil menekan jumlah kasus
kanker serviks, baik jumlah maupun stadiumnya. Pencapaian
tersebut terutama berkat adanya program skrining massal
antara lain dengan Tes Pap. Namun di Indonesia kebijakan
penerapan program skrining kanker serviks kiranya masih
tersangkut dengan banyak kendala, antara lain luasnya wilayah
negara yang terdiri dari beribu pulau dan juga kurangnya
sumber daya manusia sebagai pelaku skrining, khususnya
kurangnya tenaga ahli patologi anatomik/sistologi dan stafnya,
teknisi sitologi/skriner.
Bila andalan skrining kanker serviks adalah metode Tes
Pap, dengan mengkaji masalah yang ada di Indonesia, kiranya
belum dapat diperkirakan perlu berapa dekade lagi untuk dapat
mewujudkan program skrining massal kanker serviks dengan Tes Pap di Indonesia.
Masalah kanker serviks di Indonesia sangat khas yaitu
banyak, dan ditemukan pada stadium lanjut. Kondisi ini terjadi
juga di beberapa negara berkembang, atau di negara miskin.
Agar tercapai hasil pengobatan kanker serviks yang lebih baik,
salah satu faktor utama adalah penemuan stadium lebih awal.
Pengobatan kanker serviks pada stadium lebih dini, hasilnya
lebih baik, mortalitas akan menurun.
Menengarai masalah yang ada, timbul gagasan untuk
melakukan skrining kanker serviks dengan metode yang lebih
sederhana, antara lain yaitu dengan IVA (Inspeksi Visual
dengan Asam Asetat). IVA adalah pemeriksaan skrining kanker
serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks dengan aplikasi
asam asetat (IVA). Dengan metode inspeksi visual yang
lebih mudah, lebih sederhana, lebih mampu laksana, maka
skrining dapat dilakukan dengan cakupan lebih luas, diharapkan
temuan kanker serviks dini akan bisa lebih banyak.
Kemampuan tersebut telah dibuktikan oleh berbagai penelitian.

AKURASI TES PAP
Telah diakui bahwa pemeriksaan Tes Pap mampu menurunkan
kematian akibat kanker serviks di beberapa negara,
walaupun tentu ada kekurangan. Sensitivitas Tes Pap untuk
mendeteksi NIS berkisar 50-98%(5,6) sedang negatif palsu
antara 8-30% untuk lesi skuamosa(7,8) 40% untuk adenomatosa. Adapun Spesifisitas Tes Pap adalah 93%, nilai prediksi positif adalah 80,2% dan nilai prediksi negatif adalah
91,3%. Harus hati-hati justru pada lesi serviks invasif, karena
negatif palsu dapat mencapai 50%, akibat tertutup darah,
adanya radang dan jaringan nekrotik(7,9). Fakta ini menunjukkan
bahwa pada lesi invasif kemampuan pemeriksa melihat
serviks secara makroskopik sangat diperlukan.

MENGAPA PERLU METODE SKRINING ALTERNATIF
DI INDONESIA
Pemikiran perlunya metode skrining alternatif dilandasi
oleh fakta, bahwa temuan sensitivitas dan spesifisitas Tes Pap
bervariasi dari 50-98%. Selain itu juga kenyataannyaa skrining
massal dengan Tes Pap belum mampu dilaksanakan antara lain
karena keterbatasan ahli patologi/sitologi dan teknisi sitologi.
Data dari sekretariat IAPI (Ikatan Ahli Patologi Indonesia)
menunjukkan bahwa jumlah ahli patologi 178 orang pada tahun
1999 yang tersebar baru di 13 provinsi di Indonesia(10) dan
jumlah skriner yang masih kurang dari 100 orang(11) pada tahun
1999.
Sementara itu Indonesia mempunyai sejumlah bidan;
jumlah bidan di desa 55.000 dan bidan praktek swasta (BPS)
kurang sebanyak 16.000(1997)(12). Bidan adalah tenaga
kesehatan yang dekat dengan masalah kesehatan wanita, yang
potensinya perlu dioptimalkan, khususnya untuk program
skrining kanker serviks. Juga adanya fakta bahwa di antara
petugas kesehatan termasuk bidan, kemampuan dan kewaspadaan
terhadap kanker serviks masih perlu diberdayakan.

Kolposkopi
Pemeriksaan melihat porsio (juga vagina dan vulva)
dengan pembesaran 10-15x.; untuk menampilkan porsio, dipulas
terlebih dahulu dengan asam asetat 3-5%. Pada porsio
dengan kelainan (infeksi HPV atau NIS) terlihat bercak putih
atau perubahan corakan pembuluh darah.
Kolposkopi dapat berperan sebagai alat skrining awal,
namun ketersediaan alat ini terbatas karena mahal.Oleh karena
itu alat ini lebih sering digunakan dalam prosedur pemeriksaan
lanjut dari hasil Tes Pap abnormal.

Servikografi
Pemeriksaan kelainan di porsio dengan membuat foto
pembesaran porsio setelah dipulas dengan asam asetat 3-5%
yang dapat dilakukan oleh bidan. Hasil foto serviks dikirim ke
ahli ginekologi (yang bersertifikat untuk menilai).

Pap Net (dengan komputerisasi)
Pada dasarnya pemeriksaan Pap Net berdasarkan pemeriksaan
slide Tes Pap. Bedanya untuk mengidentifikasi sel abnormal
dilakukan secara komputerisasi. Slide hasil Tes Pap
yang mengandung sel abnormal dievaluasi ulang oleh ahli
patologi/sitologi.
Pusat komputerisasi Pap Net yaitu New York, Amsterdam
dan Hongkong. Saat ini di jaringan Pap Net yang ada di
Indonesia slidenya dikirim ke Hongkong.

Tes DNA - HPV
Telah dibuktikan bahwa lebih 90% kondiloma serviks, NIS
dan kanker serviks mengandung DNA-HPV. Hubungannya
dinilai kuat dan tiap tipe HPV mempunyai hubungan patologi
yang berbeda. Tipe 6 dan 11 termasuk tipe HPV risiko rendah
jarang ditemukan pada karsinoma invasif kecuali karsinoma
verukosa. Sementara itu tipe 16, 18, 31 dan 45 tergolong tipe
HPV risiko tinggi. HPV typing dilakukan dengan hibridasi
DNA(14).

Kajian kualitas berbagai metode skrining alternatif
Tiap-tiap metode skrining dapat dikaji dari segi efektifitas,
kepraktisan metode, mampu laksana dan kemudahan tersedianya
sarana.

IVA SEBAGAI METODE SKRINING ALTERNATIF
YANG SESUAI UNTUK INDONESIA
Mengkaji masalah penanggulangan kanker serviks yang
ada di Indonesia dan adanya pilihan metode yang mudah diujikan
di berbagai negara, agaknya metode IVA (inspeksi visual
dengan aplikasi asam asetat) layak dipilih sebagai metode
skrining alternatif untuk kanker serviks. Pertimbangan tersebut
didasarkan oleh pemikiran, bahwa metode skrining IVA itu.
− Mudah, praktis dan sangat mampu laksana.
− Dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bukan dokter
ginekologi, dapat dilakukan oleh bidan di setiap tempat pemeriksaan
kesehatan ibu.
− Alat-alat yang dibutuhkan sangat sederhana.
− Metode skrining IVA sesuai untuk pusat pelayanan sederhana.

Pelaksanaan skrining IVA
Untuk melaksanakan skrining dengan metode IVA,
dibutuhkan tempat dan alat sebagai berikut:
− Ruangan tertutup, karena pasien diperiksa dengan posisi
litotomi.
− Meja/tempat tidur periksa yang memungkinkan pasien
berada pada posisi litotomi.
− Terdapat sumber cahaya untuk melihat serviks
− Spekulum vagina
− Asam asetat (3-5%)
− Swab-lidi berkapas
− Sarung tangan

Teknik IVA
Dengan spekulum melihat serviks yang dipulas dengan
asam asetat 3-5%. Pada lesi prakanker akan menampilkan
warna bercak putih yang disebut aceto white epithelum.

Porsio sebelum dipulas Gambaran bercak putih
dengan asam asetat pada lesi pra-kanker
Dengan tampilnya porsio dan bercak putih dapat disimpulkan
bahwa tes IVA positif, sebagai tindak lanjut dapat dilakukan
biopsi. Andaikata penemuan tes IVA positif oleh bidan,
maka di beberapa negara bidan tersebut dapat langsung
melakukan terapi dengan cryosergury. Hal ini tentu mengandung
kelemahan-kelemahan dalam menyingkirkan lesi invasif.

Kategori pemeriksaan IVA
Ada beberapa kategori yang dapat dipergunakan, salah
satu kategori yang dapat dipergunakan adalah:
1. IVA negatif = Serviks normal.
2. IVA radang = Serviks dengan radang (servisitis), atau
kelainan jinak lainnya (polip serviks).
3. IVA positif = ditemukan bercak putih (aceto white
epithelium). Kelompok ini yang menjadi sasaran temuan skrining
kanker serviks dengan metode IVA karena temuan ini
mengarah pada diagnosis Serviks-pra kanker (dispalsia ringansedang-
berat atau kanker serviks in situ).
4. IVA-Kanker serviks
Pada tahap ini pun, untuk upaya penurunan temuan stadium
kanker serviks, masih akan bermanfaat bagi penurunan
kematian akibat kanker serviks bila ditemukan masih pada
stadium invasif dini (stadium IB-IIA).

HASIL TEMUAN
Tentu saja ada keraguan pada metode yang lebih sederhana,
namun telah pula dibuktikan pada beberapa penelitian,
bahwa metode skrining IVA cukup sensitif dan spesifik dalam
upaya skrining kanker serviks, sebagaimana hasil temuan kajian
yang telah dilakukan di Indonesia di bawah ini (walau kajian
di bawah ini dengan bantuan pembesaran Gineskopi).
Kanker serviks adalah masalah kesehatan wanita di
Indonesia, karena jumlahnya yang banyak dan >70% didiagnosis
pada stadium lanjut. Telah ada metode skrining Tes Pap
yang telah diakui sebagai metode skrining yang handal, dengan
berbagai keterbatasannya dalam penemuan kanker serviks pada
tahap pra-kanker.
Namun untuk Indonesia masalah pelaksanaan skrining
massal kanker serviks dengan menggunakan Tes Pap terkait
dengan banyak kendala antara lain luasnya wilayah Indonesia,
penyediaan dana dan keterbatasan SDM.
Karena itu perlu diupayakan suatu terobosan untuk melakukan
skrining kanker serviks, walaupun dengan sensitivitas
dan spesifisitas yang diduga lebih rendah di banding Tes Pap
tapi mempunyai cakupan yang lebih luas. Metode yang dimaksud
adalah inspeksi visual dengan asam asetat (IVA).
Metode ini sangat mungkindilakukan oleh semua tenaga kesehatan
bidan, dokter umum, tentu saja oleh dokter spesialis.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan