Kanker servik jadi pembunuh wanita

Tahukah Anda, bahwa dalan setiap jam wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks atau lebih dikenal dengan kanker mulut rahim. Bahkan dalam setiap menit wanita di seluruh dunia meninggal karna kanker yang mematikan ini.

Beda Hormon LH dan FSH

FSH dan LH yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis anterior, sebuah kelenjar kecil yang hadir di bagian bawah otak. FSH pada dasarnya menyebabkan pematangan sel telur di dalam folikel dalam tubuh wanita.

Manfaat Bawang Putih

Khasiat atau manfaat bawang putih ternyata tidak hanya untuk menyedapkan atau sebagai bumbu masakan saja, namun ternyata banyak hal lain yg dapat di manfaatkan dari bawang puth tersebut terutamanya untuk dunia kesehatan.

Toko Kayumanis

Selamat datang di Toko Kayumanis version Online Shop Kami menjual T-shirt, kaos oblong dan jaket T-shirt, kaos oblong dan jaket yang kami jual menggunakan bahan yang berkualitas tinggi, kelebihan dari T-shirt, kaos oblong dan jaket di Toko kami dapat anda tentukan sendiri desainnya, pola ataupun grafisnya sesusai keinginan anda sehingga dapat dipastikan tidak ada T-shirt, kaos oblong dan jaket dari Toko kami yang mempunyai motif yang sama.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 11 Februari 2012

DEMAM


Demam bukan merupakan suatu penyakit, tetapi hanyalah merupakan gejala dari

suatu penyakit. Suhu tubuh normal adalah 37 derajatC. Apabila suhu tubuh lebih dari

37,2 derajatC pada pagi hari dan lebih dari 37,7 derajatC pada sore hari berarti demam.

Kenaikan suhu 38 derajatC pada anak di bawah lima tahun dapat menimbulkan kejang

dengan gejala antara lain: tangan dan kaki kejang, mata melihat ke atas, gigi dan

mulut tertutup rapat, serta penurunan kesadaran. Keadaan demikian segera ke

dokter.

Gejala-gejala

- Kepala, leher dan tubuh akan terasa panas, sedang tangan dan kaki dingin

- Mungkin merasa kedinginan dan menggigil bila suhu meningkat dengan

cepat

Penyebab

Demam umumnya disebabkan oleh infeksi dan non infeksi. Penyebab infeksi

antara lain kuman, virus, parasit, atau mikroorganisme lain.

Contoh : radang tenggorokan, cacar air, campak, dan lain-lain.

Penyebab non infeksi antara lain dehidrasi pada anak dan lansia, alergi, stres,

trauma, dan lain-lain.

Hal Yang Dapat Dilakukan

- Istirahat yang cukup.

- Minum air yang banyak.

- Usahakan makan seperti biasa, meskipun nafsu makan berkurang .

- Periksa suhu tubuh setiap 4 jam.

- Kompres dengan air hangat

- Hubungi dokter bila suhu sangat tinggi (diatas 38derajatC), terutama pada anakanak.

Petunjuk penggunaan termometer :

- Kocok termometer sebelum mengukur sampai air raksa turun di bawah tanda

35 derajatC

- Termometer ditaruh di bawah lidah selama 1 menit atau di bawah lipatan

lengan (ketiak) selama 4 menit pada orang dewasa dan anak-anak. Suhu

normal di bawah lipatan lengan (ketiak) adalah 36,5 oC. Untuk mendapatkan

suhu yang setara dengan suhu mulut, tambahkan 0,5 oC pada suhu yang

terbaca.

- Cuci termometer sebelum dan sesudah dipakai.

Periksa ke dokter


lihat artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Jumat, 10 Februari 2012

FLU


Flu adalah suatu infeksi saluran pernapasan atas. Orang dengan daya tahan

tubuh yang tinggi biasanya sembuh sendiri tanpa obat. Pada anak-anak, lanjut

usia dan orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah lebih cenderung menderita

komplikasi seperti infeksi bakteri sekunder. Flu ditularkan melalui percikan udara

pada saat batuk, bersin, dan tangan yang tidak dicuci setelah kontak dengan

cairan hidung/mulut.

Gejala-gejala

- Demam, sakit kepala, nyeri otot

- Mata berair

- Batuk, bersin, hidung berair

- Sakit tenggorokan

Penyebab

- Infeksi saluran pernapasan bagian atas oleh virus influenza

Hal Yang Dapat Dilakukan

- Istirahat yang cukup

- Meningkatkan gizi makanan dengan protein dan kalori yang tinggi

- Minum air yang banyak dan makan buah segar yang banyak mengandung

vitamin

- Minum obat flu untuk mengurangi gejala/keluhan

- Periksa ke dokter bila gejala menetap sampai lebih dari 3 hari


lihat artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Kamis, 09 Februari 2012

Penggolongan Obat


Obat dapat dibagi menjadi 4 golongan yaitu :

1. Obat Bebas

Obat bebas adalah obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli

tanpa resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas

adalah lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam.

Contoh : Parasetamol

2. Obat Bebas Terbatas

Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras

tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai

dengan tanda peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat

bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam.

Contoh : CTM

3. Obat Keras dan Psikotropika

Obat keras adalah obat yang hanya dapat dibeli di apotek dengan resep

dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket adalah huruf K dalam

lingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam.

Contoh : Asam Mefenamat

Obat psikotropika adalah obat keras baik alamiah maupun sintetis bukan

narkotik, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada

susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas

mental dan perilaku.

Contoh : Diazepam, Phenobarbital

4. Obat Narkotika

Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan

tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan

penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi

sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan.

Contoh : Morfin, Petidin

Sebelum menggunakan obat, termasuk obat bebas dan bebas terbatas harus

diketahui sifat dan cara pemakaiannya agar penggunaannya tepat dan aman.

Informasi tersebut dapat diperbolehkan dari etiket atau brosur pada kemasan

obat bebas dan bebas terbatas.


lihat artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Rabu, 08 Februari 2012

BATUK

Batuk merupakan refleks yang terangsang oleh iritasi paru-paru atau saluran

pernapasan. Bila terdapat benda asing selain udara yang masuk atau merangsang

saluran pernapasan, otomatis akan batuk untuk mengeluarkan atau

menghilangkan benda tersebut. Batuk biasanya merupakan gejala infeksi saluran

pernapasan atas (misalnya batuk-pilek, flu) dimana sekresi hidung dan dahak

merangsang saluran pernapasan. Batuk juga merupakan cara untuk menjaga

jalan pernapasan tetap bersih. Ada dua jenis batuk yaitu batuk berdahak dan

batuk kering. Batuk berdahak adalah batuk yang disertai dengan keluarnya dahak

dari batang tenggorokan. Batuk kering adalah batuk yang tidak disertai keluarnya

dahak.

Gejala-gejala

- Pengeluaran udara dari saluran pernapasan secara kuat, yang mungkin

disertai dengan pengeluaran dahak

- Tenggorokan sakit dan gatal

Penyebab

Batuk dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain :

a. Infeksi

Produksi dahak yang sangat banyak karena infeksi saluran pernapasan.

Misal flu, bronkhitis, dan penyakit yang cukup serius meskipun agak

jarang yaitu pneumonia, TBC dan kanker paru-paru.

b. Alergi

- Masuknya benda asing secara tidak sengaja ke dalam saluran

pernapasan .

Misal : debu, asap, cairan dan makanan

- Mengalirnya cairan hidung ke arah tenggorokan dan masuk ke saluran

pernapasan

Misal : rinitis alergika, batuk pilek

- Penyempitan saluran pernapasan misal pada asma

Hal Yang Dapat Dilakukan

1. Minum banyak cairan (air atau sari buah) akan menolong membersihkan

tenggorokan, jangan minum soda atau kopi.

2. Hentikan kebiasaan merokok

3. Hindari makanan yang merangsang tenggorokan (makanan dingin atau

berminyak) dan udara malam.

4. Madu dan tablet hisap pelega tenggorokan dapat menolong meringankan

iritasi tenggorokan dan dapat membantu mencegah batuk kalau

tenggorokan anda kering atau pedih.

5. Hirup uap air panas (dari semangkuk air panas) untuk mencairkan sekresi

hidung yang kental supaya mudah dikeluarkan. Dapat juga ditambahkan

sesendok teh balsam/minyak atsiri untuk membuka sumbatan saluran

pernapasan.

6. Minum obat batuk yang sesuai

7. Bila batuk lebih dari 3 hari belum sembuh segera ke dokter

8. Pada bayi dan balita bila batuk disertai napas cepat atau sesak harus

segera dibawa ke dokter atau pelayanan kesehatan.


lihat artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Selasa, 07 Februari 2012

INFORMASI UMUM OBAT


Obat adalah bahan atau panduan bahan-bahan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi (Undang-Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992).

Penggolongan Obat

Obat dapat dibagi menjadi 4 golongan yaitu :

1. Obat Bebas

Obat bebas adalah obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli

tanpa resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas

adalah lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam.

Contoh : Parasetamol

2. Obat Bebas Terbatas

Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras

tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai

dengan tanda peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat

bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam.

Contoh : CTM

3. Obat Keras dan Psikotropika

Obat keras adalah obat yang hanya dapat dibeli di apotek dengan resep

dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket adalah huruf K dalam

lingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam.

Contoh : Asam Mefenamat

Obat psikotropika adalah obat keras baik alamiah maupun sintetis bukan

narkotik, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada

susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas

mental dan perilaku.

Contoh : Diazepam, Phenobarbital

4. Obat Narkotika

Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan

tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan

penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi

sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan.

Contoh : Morfin, Petidin

Sebelum menggunakan obat, termasuk obat bebas dan bebas terbatas harus

diketahui sifat dan cara pemakaiannya agar penggunaannya tepat dan aman.

Informasi tersebut dapat diperbolehkan dari etiket atau brosur pada kemasan

obat bebas dan bebas terbatas.

Informasi Kemasan, Etiket dan Brosur

Sebelum menggun

akan obat, bacalah sifat dan cara pemakaiannya pada etiket, brosur atau

kemasan obat agar penggunaannya tepat dan aman.

Pada setiap brosur atau kemasan obat selalu dicantumkan:

• Nama obat

• Komposisi

• Indikasi

• Informasi cara kerja obat

• Aturan pakai

• Peringatan (khusus untuk obat bebas terbatas)

• Perhatian

• Nama produsen

• Nomor batch/lot

• Nomor registrasi

Nomor registrasi dicantumkan sebagai tanda ijin edar absah yang

diberikan oleh pemerintah pada setiap kemasan obat.

• Tanggal kadaluarsa

Tanda peringatan

Tanda peringatan selalu tercantum pada kemasan obat bebas terbatas,

berupa empat persegi panjang berwarna hitam berukuran panjang

5 (lima) centimeter, lebar 2 (dua) centimeter dan memuat pemberitahuan

berwarna putih sebagai berikut :

Cara Pemilihan Obat

Untuk menetapkan jenis obat yang dibutuhkan perlu diperhatikan :

a) Gejala atau keluhan penyakit

b) Kondisi khusus misalnya hamil, menyusui, bayi, lanjut usia, diabetes

mellitus dan lain-lain.

c) Pengalaman alergi atau reaksi yang tidak diinginkan terhadap obat

tertentu.

d) Nama obat, zat berkhasiat, kegunaan, cara pemakaian, efek samping dan

interaksi obat yang dapat dibaca pada etiket atau brosur obat.

e) Pilihlah obat yang sesuai dengan gejala penyakit dan tidak ada interaksi

obat dengan obat yang sedang diminum.1bat wasir, jangan ditelan

f) Untuk pemilihan obat yang tepat dan informasi yang lengkap, tanyakan

kepada Apoteker.

Cara Penggunaan Obat

a) Penggunaan obat tidak untuk pemakaian secara terus menerus.

b) Gunakan obat sesuai dengan anjuran yang tertera pada etiket atau brosur.

c) Bila obat yang digunakan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, hentikan penggunaan dan tanyakan kepada Apoteker dan dokter. d) Hindarkan menggunakan obat orang lain walaupun gejala penyakit sama. e) Untuk mendapatkan informasi penggunaan obat yang lebih lengkap, tanyakan kepada Apoteker.

Cara Pemakaian Obat Yang Tepat

Obat digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaan, pada saat yang tepat dan

dalam jangka waktu terapi sesuai dengan anjuran.

Petunjuk Pemakaian Obat Oral (pemberian obat melalui mulut)

􀂃 Adalah cara yang paling lazim, karena sangat praktis, mudah dan aman. Yang

terbaik adalah minum obat dengan segelas air

Minum obat sesuai waktunya

Bila anda hamil atau menyusui tanyakan obat yang sesuai

Gunakan obat sesuai dengan cara penggunaannya

Minum obat sampai habis

􀂃 Ikuti petunjuk dari profesi pelayan kesehatan (saat makan atau saat perut

kosong)

􀂃 Obat untuk kerja diperlama (long acting) harus ditelan seluruhnya. Tidak boleh

dipecah atau dikunyah

􀂃 Sediaan cair, gunakan sendok obat atau alat lain yang telah diberi ukuran

untuk ketepatan dosis. Jangan gunakan sendok rumah tangga.

􀂃 Jika penderita sulit menelan sediaan obat yang dianjurkan oleh dokter minta

pilihan bentuk sediaan lain.

Petunjuk Pemakaian obat oral untuk bayi/anak balita :

􀂃 Sediaan cair untuk bayi dan balita harus jelas dosisnya, gunakan sendok

takar dalam kemasan obatnya.

􀂃 Segera berikan minuman yang disukai anak setelah pemberian obat yang

terasa tidak enak/pahit,

Petunjuk Pemakaian Obat Tetes Mata

􀂃 Ujung alat penetes jangan tersentuh oleh benda apapun (termasuk mata) dan

selalu ditutup rapat setelah digunakan.

􀂃 Untuk glaukoma atau inflamasi, petunjuk penggunaan yang tertera pada

kemasan harus diikuti dengan benar.

Minum obat saat makan

Minum obat sebelum makan

Minum obat setelah makan

􀂃 Cara penggunaan adalah cuci tangan, kepala ditengadahkan, dengan jari

telunjuk kelopak mata bagian bawah ditarik ke bawah untuk membuka kantung

konjungtiva, obat diteteskan pada kantung konjungtiva dan mata ditutup

selama 1-2 menit, jangan mengedip.

􀂃 Ujung mata dekat hidung ditekan selama 1-2 menit

􀂃 Cuci tangan dicuci untuk menghilangkan obat yang mungkin terpapar pada

Tangan

Petunjuk Pemakaian Obat Salep Mata

􀂃 Ujung tube salep jangan tersentuh oleh benda apapun (termasuk mata).

􀂃 Cuci tangan, kepala ditengadahkan, dengan jari telunjuk kelopak mata bagian

bawah ditarik ke bawah untuk membuka kantung konjungtiva, tube salep mata

ditekan hingga salep masuk dalam kantung konjungtiva dan mata ditutup

selama 1-2 menit. Mata digerakkan ke kiri-kanan, atas-bawah.

􀂃 Setelah digunakan, ujung kemasan salep diusap dengan tissue bersih (jangan

dicuci dengan air hangat) dan wadah salep ditutup rapat.

􀂃 Cuci tangan untuk menghilangkan obat yang mungkin terpapar pada tangan.

Petunjuk Pemakaian Obat Tetes Hidung

􀂃 Hidung dibersihkan dan kepala ditengadahkan bila penggunaan obat dilakukan

sambil berdiri dan duduk atau penderita cukup berbaring saja.

􀂃 Kemudian teteskan obat pada lubang hidung dan biarkan selama beberapa

menit agar obat dapat tersebar di dalam hidung

􀂃 Untuk posisi duduk, kepala ditarik dan ditempatkan diantara dua paha

􀂃 Setelah digunakan, alat penetes dibersihkan dengan air panas dan keringkan

dengan tissue bersih.

Petunjuk Pemakaian Obat Semprot Hidung

􀂃 Hidung dibersihkan dan kepala tetap tegak. Kemudian obat disemprotkan ke

dalam lubang hidung sambil menarik napas dengan cepat.

􀂃 Untuk posisi duduk, kepala ditarik dan ditempatkan diantara dua paha

􀂃 Setelah digunakan, botol alat semprot dicuci dengan air hangat tetapi jangan

sampai air masuk ke dalam botol kemudian dikeringkan dengan tissue bersih.

Petunjuk Pemakaian Obat Tetes Telinga

􀂃 Ujung alat penetes jangan menyentuh benda apapun termasuk telinga

􀂃 Cuci tangan sebelum menggunakan obat tetes telinga

ô€‚ƒ Bersihkan bagian luar telinga dengan ”cotton bud”

􀂃 Jika sediaan berupa suspensi, sediaan harus dikocok terlebih dahulu

􀂃 Cara penggunaan adalah penderita berbaring miring dengan telinga yang akan

ditetesi obat menghadap ke atas. Untuk membuat lubang telinga lurus

sehingga mudah ditetesi maka bagi penderita dewasa telinga ditarik ke atas

dan ke belakang, sedangkan bagi anak-anak telinga ditarik ke bawah dan ke

belakang. Kemudian obat diteteskan dan biarkan selama 5 menit

􀂃 Bersihkan ujung penetes dengan tissue bersih.

Petunjuk Pemakaian Obat Supositoria

􀂃 Cuci tangan, suppositoria dikeluarkan dari kemasan, suppositoria dibasahi

dengan air.

􀂃 Penderita berbaring dengan posisi miring dan suppositoria dimasukkan ke

dalam rektum.

􀂃 Masukan supositoria dengan cara bagian ujung supositoria didorong dengan

ujung jari sampai melewati otot sfingter rektal; kira-kira ½ - 1 inchi pada bayi

dan 1 inchi pada dewasa.

􀂃 Jika suppositoria terlalu lembek untuk dapat dimasukkan, maka sebelum

digunakan sediaan ditempatkan dalam lemari pendingin selama 30 menit

kemudian tempatkan pada air mengalir sebelum kemasan dibuka

􀂃 Setelah penggunaan suppositoria, tangan penderita dicuci bersih.

Petunjuk Pemakaian Obat Krim/Salep rektal

􀂃 Bersihkan dan keringkan daerah rektal, kemudian masukkan salep atau krim

secara perlahan ke dalam rektal.

􀂃 Cara lain adalah dengan menggunakan aplikator. Caranya adalah aplikator

dihubungkan dengan wadah salep/krim yang sudah dibuka, kemudian

Jangan Ditelan

dimasukkan ke dalam rektum dan sediaan ditekan sehingga salep/krim keluar.

Buka aplikator dan cuci bersih dengan air hangat dan sabun.

􀂃 Setelah penggunaan, tangan penderita dicuci bersih

Petunjuk Pemakaian Obat Vagina

􀂃 Cuci tangan sebelum menggunakan obat dan gunakan aplikator sesuai dengan

petunjuk penggunaan dari industri penghasil sediaan.

􀂃 Jika penderita hamil, maka sebelum menggunakan obat sebaiknya

berkonsultasi terlebih dahulu dengan profesional perawatan kesehatan.

􀂃 Penderita berbaring dengan kedua kaki direnggangkan dan dengan

menggunakan aplikator obat dimasukkan ke dalam vagina sejauh mungkin

tanpa dipaksakan dan biarkan selama beberapa waktu.

􀂃 Setelah penggunaan, aplikator dan tangan penderita dicuci bersih dengan

sabun dan air hangat.

Efek Samping

Efek samping obat adalah setiap respons obat yang merugikan dan tidak

diharapkan yang terjadi karena penggunaan obat dengan dosis atau takaran

normal pada manusia untuk tujuan profilaksis, diagnosis dan terapi.

Yang perlu diketahui tentang efek samping adalah :

• Baca dengan seksama kemasan atau brosur obat, efek samping yang mungkin timbul.

Posisi Cara memegang aplikator

Cara mengambil obat dengan aplikator

Cara penggunaan

• Untuk mendapatkan informasi tentang efek samping yang lebih lengkap

dan apa yang harus dilakukan bila mengalaminya, tanyakan pada Apoteker.

• Efek samping yang mungkin timbul antara lain reaksi alergi gatal-gatal,

ruam, mengantuk, mual dan lain-lain.

• Penggunaan obat pada kondisi tertentu seperti pada ibu hamil, menyusui,

lanjut usia, gagal ginjal dan lain-lain dapat menimbulkan efek samping

yang fatal, penggunaan obat harus di bawah pengawasan dokter-

Apoteker.

Cara Penyimpanan Obat

1. Simpan obat dalam kemasan asli dan dalam wadah tertutup rapat.

2. Simpan obat pada suhu kamar dan terhindar dari sinar matahari langsung

atau seperti yang tertera pada kemasan.

3. Simpan obat ditempat yang tidak panas atau tidak lembab karena dapat

menimbulkan kerusakan.

4. Jangan menyimpan obat bentuk cair dalam lemari pendingin agar tidak

beku, kecuali jika tertulis pada etiket obat.

5. Jangan menyimpan obat yang telah kadaluarsa atau rusak.

6. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Tanggal Kadaluarsa

Tanggal kadaluarsa menunjukkan bahwa sampai dengan tanggal yang

dimaksud, mutu dan kemurnian obat dijamin masih tetap memenuhi syarat.

Tanggal kadaluarsa biasanya dinyatakan dalam bulan dan tahun. Obat rusak

merupakan obat yang mengalami perubahan mutu, seperti :

1. Tablet

- Terjadinya perubahan warna, bau atau rasa

- Kerusakan berupa noda, berbintik-bintik, lubang, sumbing, pecah,

retak dan atau terdapat benda asing, jadi bubuk dan lembab

- Kaleng atau botol rusak

2. Tablet salut

- Pecah-pecah, terjadi perubahan warna

- Basah dan lengket satu dengan lainnya

- Kaleng atau botol rusak sehingga menimbulkan kelainan fisik

3. Kapsul

- Perubahan warna isi kapsul

- Kapsul terbuka, kosong, rusak atau melekat satu sama lain

4. Cairan

- Menjadi keruh atau timbul endapan

- Konsistensi berubah

- Warna atau rasa berubah

- Botol plastik rusak atau bocor

5. Salep

- Warna berubah

- Pot atau tube rusak atau bocor

- Bau berubah

Dosis

Dosis merupakan aturan pemakaian yang menunjukkan jumlah gram atau

volume dan frekuensi pemberian obat untuk dicatat sesuai dengan umur

dan berat badan pasien.

- Gunakan obat tepat waktu sesuai aturan pemakaian.

Contoh :

• Tiga kali sehari berarti obat diminum setiap 8 jam sekali

• Obat diminum sebelum atau sesudah makan

• Jika menggunakan obat-obat bebas, ikuti petunjuk pada kemasan

atau brosur/leaflet

- Bila terlupa minum obat :

• Minumlah dosis yang terlupa segera setelah ingat, tetapi jika hampir

mendekati dosis berikutnya, maka abaikan dosis yang terlupa dan

kembali ke jadwal selanjutnya sesuai aturan.

• Jangan menggunakan dua dosis sekaligus atau dalam waktu yang

berdekatan.

Hal-hal yang harus Diperhatikan

1. Kemasan/wadah

Harus tersegel dengan baik, tidak rusak, tidak berlubang, tanggal

kadaluarsa jelas terbaca.

2. Penandaan pada wadah

- Baca zat berkhasiat dan manfaatnya

- Baca aturan pakainya, misalnya sebelum atau sesudah makan

- Untuk pencegahan overdosis, jangan minum obat 2 kali dosis bila

sebelumnya lupa minum obat

- Baca kontraindikasinya

Misalnya: - tidak boleh diminum oleh ibu hamil/menyusui

- tidak boleh diminum oleh penderita gagal ginjal

- Baca efek samping yang mungkin timbul

- Baca cara penyimpanannya

3. Bila ragu tanyakan pada Apoteker

4. Bila sakit berlanjut hubungi dokter


lihat artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Senin, 06 Februari 2012

Sehat Dengan buah Kurma

Bahan-bahan alami yang telah disediakan di alam memang memiliki manfaat bagi tubuh. Begitu pula dengan kurma. Buah yang satu ini juga memiliki khasiat yang dirasa cukup ampuh untuk membuat tubuh menjadi sehat dan juga mengatasi permasalahan yang sering timbul dalam dunia kesehatan. Kandungan kalium kurma yang tinggi, menurut Prof Ali sangat menguntungkan jantung dan pembuluh darah. Denyut nadi menjadi semakin teratur dan otot-otot menjadi kontraksi sehingga membantu menstabilkan tekanan darah. Hanya saja, kadar kalium yang tinggi tidak diimbangi dengan kadar garam yang tinggi (natrium). Sehingga bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) saya kira tidak cocok untuk mengkonsumsi kurma, apalagi jika mengkonsumsinya secara berlebih,. kalium itu juga mampu membuat kita terhindar dari kaku otot.

Manfaat kurma untuk kesehatan juga karena adanya potasium yang tinggi yang terkandung dalam kurma. Sekedar pengingat saja kalau potasium mempunyai manfaat untuk mengendalikan tekanan darah, terapi bagi mereka yang bertekanan darah tinggi, membersihkan karbon dioksida dalama darah serta memicu kerja otot dan simpul saraf. Zat tannin yang tinggi pada kurma dapat digunakan sebagai anti diare. Kurma juga dapat digunakan sebagai obat flu, radang tenggorokan, mengatasi mabuk serta meningkatkan trombosit dalam darah bagi mereka yang terkena demam berdarah. Caranya yaitu dengan memblender 500 gram kurma yang telah dibuang kulitnya, kemudian campur dengan lima gelas air putih sampai halus. Hasil dari blenderan tersebut diminum sebanyak satu gelas tiap satu jam selama sehari. Mereka yang terkena sakit kepala juga dapat terobati dengan mengkonsumsi buah kurma. Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata dalam kurma terdapat zat salisilat (suatu zat yang lazim dipakai sebagai bahan baku obat sakit kepala, penghilang rasa sakit hingga demam). Tetapi kurma sebaiknya tidak dimakan oleh mereka yang memiliki penyakit diabetes. Bukannya membaik, kurma akan membuat kadar gula penderita diabetes yang sudah cukup tinggi menjadi lebih tinggi.



lihat artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Minggu, 05 Februari 2012

Buah kurma untuk sperma


Kurma atau dalam bahasa ilmiahnya dactylifera phoenix merupakan buah asli dari Semenanjung Arab, Timur Tengah dan Afrika Utara. Warna kurma beragam, dari coklat terang hingga mendekati warna hitam. Manfaat kurma Bentuknya pun berbeda-beda, dari persegi panjang, bulat kecil hingga berukuran besar dan panjang. Kebanyakan buah potensial ekspor itu berupa kurma kering. Kurma kayaakan gizi, fitokimia, air dan gula alamiah untuk mempertahankan kesehatan suku badui saat di padang pasir. Kandungan fruktosa dan glukosa dalam kurma adalah sumber energi sekaligus kaya asam amino.

Keuntungan lain kurma, buah ini rendah lemak namun kaya serat dan prebiotik dan pitosterol, yang membantu mengendalikan kadar kolesterol. Kurma kaya akan selenium, kalium, kalsium, magnesium, mangan, dan besi. Kandungan yang ada itu bisa meningkatkan kekebalan serta melindungi jantung, membangun massa tulang, dan meningkatkan sel darah merah. Vitamin B dan C di dalamnya juga penting bagi kesehatan dan kekebalan tubuh. Asam lemak omega dalam kurma terbukti menyehatkan jantung, kulit, dan otak yang mirip dengan minyak zaitun.

Kurma juga berfungsi sebagai buah detoksifikasi dan mengurangi radikal bebas dalam tubuh dengan kandungan karotenoid, polifenol, anthocyanin, proanthocyanidins oligomer, tanin, luteolin, quercetin, dan apigenin. Dari studi para ilmuwan Abu Dhabi, kurma terbukti mampu menekan bakteri menembus membran sel dan mencegah infeksi serta lebih tahan disimpan dalam jangka waktu lama. Di Arab, sejak dahulu, kurma telah dikenal sebagai pengobatan tradisional untuk banyak kondisi, mulai dari gangguan pencernaan dan pernafasan dan membangun tulang untuk kehamilan, kelahiran,membantu ibu menyusui.

Kurma juga bisa meningkatkan kualitas sperma, meningkatkan dorongan seksual, dan kesuburan hingga energi selama melahirkan, dan mencegah pendarahan. kurma memiliki kandungan nutrisi yang berguna bagi tubuh. Gula (glukosa) menjadi komponen utama dengan komposisi yang mencapai 50 persen dari seluruh kandungan buahnya, kandungannya lebih besar dibandingkan buah-buahan lainnya yang hanya mencapai 20-30 persen saja. Pada kurma yang masih lembek (matang di pohon dan belum dijemur) kandungan gulanya sekitar 60 persen. Sedangkan kurma yang telah dikeringkan kandungannya cukup tinggi, sekitar 70 persen. Kandungan gula dalam kurma memiliki daya serap yang buruk, sekitar 45-50 menit sehingga waktu untuk pengolahan menjadi nutrisi yang disalurkan ke dalam darah menjadi lumayan lama.

Buah padang pasir ini juga mengandung berbagai vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Vitamin A, thiamin, riboflavin, zat besi, vitamin B berada dalam buah kurma. Riboflavin dan niasin misalnya, akan membantu melepaskan energi dari makanan, sementara thiamin membantu melepaskan energi dari karbohidrat. Vitamin A dan niasin memainkan peranan dalam membentuk dan memelihara kulit yang sehat. Thiamin penting bagi sel-sel saraf, sementara niasin menjaga fungsi normal saraf. Mineral juga sangat banyak ditemukan dalam kurma. Magnesium dan kalium setidaknya berada dalam jumlah yang cukup bisa diandalkan untuk membantu kinerja tubuh menjadi lebih baik. Banyak juga terkandung serat-serat seperti layaknya buah yang lainnya,serat tersebut dapat membuat pencernaan menjadi baik. Kandungan kurma membuat usus menjadi lunak dan mengaktifkannya sehingga secara alamiah seseorang secara mudah dapat buang air besar.


lihat artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Sabtu, 04 Februari 2012

Teh hijau meningkatakan efek kerja antibiotik


Teh hijau merupakan minuman yang sudah dikenal sejak lama dan salah satu muniman favorit masyarakat Mesir. Diperkirakan, banyak masyarakat Mesir meminum teh hijau saat mengkonsumsi antibiotik. Oleh karena itu, para peneliti ingin mengetahui apakah teh hijau ini akan mengurangi atau meningkatkan efek kerja antibiotik tersebut ataupun tidak berpengaruh sama sekali. Teh hijau dapat membuat antibiotik menjadi lebih efektif tiga kali lipat melawan bakteri yang telah resisten ataupun bakteri super sekalipun.

penelitian tentang kombinasi teh hijau dengan antibiotik terhadap 28 penyakit yang disebabkan dua kelas mikroorganisme. Di dalam setiap kasus, teh hijau meningkatkan aktivitas antibiotik membunuh bakteri. Contohnya, efek membunuh bakteri kloramfenikol 99.99% lebih baik saat dikonsumsi menggunakan teh hijau dibandingkan diminum tanpa teh hijau.”

hampir pada setiap kasus dan semua tipe antibiotik yang diuji, mengkonsumsi antibiotik bersamaan dengan teh hijau meningkatkan kerja antibiotik tersebut, serta mengurangi resistensi obat bakteri tersebut. Dan untuk kasus tertentu, teh hijau dengan konsentrasi rendah sekalipun tetap lebih efektif.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kita perlu memikirkan secara serius produk natural yang kita konsumsi setiap hari. Di masa mendatang, kita akan meneliti produk tumbuhan natural lainnya untuk melihat apakah mereka juga mempunyai bahan aktif yang dapat membantu melawan bakteri yang resisten terhadap antibiotika.



lihat artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Jumat, 03 Februari 2012

Pengobatan spesifik dan antidotum


a. Keracunan Asam / Basa Kuat (Asam Klorida, Asam Sulfat, Asam Cuka Pekat, Natrium Hidroksida, Kalium Hidroksida).

- Dapat mengenai kulit, mata atau ditelan.
- Gejala : nyeri perut, muntah dan diare.
- Tindakan :
• Keracunan pada kulit dan mata :
- irigasi dengan air mengalir
- beri antibiotik dan antiinflamasi.
• Keracunan ditelan / tertelan :
- asam kuat dinetralisir dengan antasida
- basa kuat dinetralisir dengan sari buah atau cuka
- jangan bilas lambung atau tindakan emesis
- beri antibiotik dan antiinflamasi.

b. Keracunan Alkohol / Minuman Keras

- Gejala : emosi labil, kulit memerah, muntah, depresi pernafasan, stupor sampai koma.
- Tindakan :
• Bilas lambung dengan air
• Beri kopi pahit
• Infus glukosa : mencegah hipoglikemia.

c. Keracunan Arsenikum

- Gejala : mulut kering, kulit merah, rasa tercekik, sakit menelan, kolik usus, muntah, diare, perdarahan, oliguri, syok.
- Tindakan :
• Bilas lambung dengan Natrium karbonat/sorbitol
• Atasi syok dan gangguan elektrolit
• Beri BAL (4-5 Kg/BB) setiap 4 jam selama 24 jam pertama. Hari kedua sampai ketiga setiap 6 jam (dosis sama). Hari keempat s/d ke sepuluh dosis diturunkan.

d. Keracunan Tempe Bongkrek

- Gejala : mengantuk, nyeri perut, berkeringat, dyspneu, spasme otot, vertigo sampai koma.
- Tindakan : terapi simptomatik.
e. Keracunan Makanan Kaleng (Botulisme)
- Gejala : gangguan penglihatan, reflek pupil (-), disartri, disfagi, kelemahan otot lurik, tidak ada gangguan pencernaan dan kesadaran.
- Tindakan :
• Bilas lambung dengan norit
• Beri ATS 10.000 unit.
• Ber Fenobarbital 3 x 30-60 mg / oral.

f. Keracunan Ikan
- Gejala : panas sekitar mulut, rasa tebal pada anggota badan, mual, muntah, diare, nyeri perut, nyeri sendi, pruritus, demam, paralisa otot pernafasan.
- Tindakan : Emesis, bilas lambung dan beri pencahar.

g. Keracunan Jamur

- Gejala : air mata, ludah dan keringat berlebihan, mata miosis, muntah, diare, nyeri perut, kejang, dehidrasi, syok sampai koma.
- Tindakan :
• Emesis, bilas lambung dan beri pencahar.
• Injeksi Sulfas Atropin 1 mg / 1-2 jam
• Infus Glukosa.

h. Keracunan Jengkol
- Gejala : kolik ureter, hematuria, oliguria – anuria, muncul gejala Uremia.
- Tindakan :
• Infus Natrium bikarbonat
• Natrium bicarbonat tablet : 4 x 2 gr/hari

i. Keracunan Singkong
- Gejala : Mual, nyeri kepala, mengantuk, hipotensi, takikardi, dispneu, kejang, koma (cepat meninggal dalam waktu 1-15 menit).
- Tindakan :
• Beri 10 cc Na Nitrit 5 % iv dalam 3 menit
• Beri 50 cc Na Thiosulfat 25 % iv dalam 10 menit.

j. Keracunan Marihuana / Ganja
- Gejala : halusinasi, mulut kering, mata midriasis
- Tindakan : simptomatik, biasanya sadar setelah dalam 24 jam pertama.

k. Keracunan Formalin
- Gejala :
• Inhalasi : iritasi mata, hidung dan saluran nafas, spasme laring, gejala bronchitis dan pneumonia.
• Kulit : iritasi, nekrosis, dermatitis.
• Ditelan/tertelan : nyeri perut, mual, muntah, hematemesis, hematuria, syok, koma, gagal nafas.
- Tindakan : bilas lambung dengan larutan amonia 0,2 %, kemudian diberi minum norit / air susu

l. Keracunan Barbiturat
- Gejala : mengantuk, hiporefleksi, bula, hipotensi, delirium, depresi pernafasan, syok sampai koma.
- Tindakan :
• Jangan lakukan emesis atau bilas lambung
• Bila sadar beri kopi pahit secukupnya
• Bila depresi pernafasan, beri amphetamin 4-10 mg intra muskular.

m. Keracunan Amfetamin
- Gejala : mulut kering, hiperaktif, anoreksia, takikardi, aritmia, psikosis, kegagalan pernafasan dan sirkulasi.
- Tindakan :
• Bilas lambung
• Klorpromazin 0,5-1 mg/kg BB, dapat diulang tiap 30 menit
• Kurangi rangsangan luar (sinar, bunyi)
n. Keracunan Aminopirin (Antalgin)

- Gejala : gelisah, kelainan kulit, laborat : agranolositosis
- Tindakan :
• Beri antihistamin im/iv
• Beri epinefrin 1 %o 0,3 cc sub kutan.

o. Keracunan Digitalis (Digoxin)
- Gejala : anoreksia, mual, diare, nadi lambat, aritmia dan hipotensi
- Tindakan :
• Propranolol
• KCl iv

p. Keracunan Insektisida Gol.Organofosfat (Diazinon, Malathion)
- Gejala : mual, muntah, nyeri perut, hipersalivasi, nyeri kepala, mata miosis, kekacauan mental, bronchokonstriksi, hipotensi, depresi pernafasan dan kejang.
- Tindakan :
• Atropin 2 mg tiap 15 menit sampai pupil melebar
• Jangan diberi morfin dan aminophilin.

q. Keracunan Insektisida Gol.(Endrin, DDT)
- Gejala : muntah, parestesi, tremor, kejang, edem paru, vebrilasi s/d kegagalan ventrikel, koma
- Tindakan :
• Jangan gunakan epinefrin
• Bilas lambung hati-hati
• Beri pencahar
• Beri Kalsium glukonat 10 % 10 cc iv pelan-pelan.

r. Keracunan Senyawa Hidrokarbon (Minyak Tanah, Bensin)
- Gejala :
• Inhalasi : nyeri kepala, mual, lemah, dispneu, depresi pernafasan
• Ditelan/tertelan : muntah, diare, sangat berbahaya bila terjadi aspirasi (masuk paru)
- Tindakan :
• Jangan lakukan emesis
• Bilas lambung hati-hati
• Beri pencahar
• Depresi pernafasan : Kafein 200-500 mg im
• Pengawasan : kemungkinan edem paru.

s. Keracunan Karbon Mono-oksida (CO)
- Gejala : kulit dan mukosa tampak merah terang, nyeri dan pusing kepala, dispneu, pupil midriasis, kejang, depresi pernafasan sampai koma.
- Tindakan :
• Pasang O2 bertekanan
• Jangan gunakan stimulan
• Pengawasan : kemungkinan edem otak

t. Keracunan Narkotika (Heroin, Morfin, Kodein)
- Gejala : mual, muntah, pusing, klulit dingin, pupil miosis, pernafasan dangkal sampai koma.
- Tindakan :
• Jangan lakukan emesis
• Beri Nalokson 0,4 mg iv tiap 5 menit (atau Nalorpin 0,1 mg/Kg BB.
Obat terpilih Nalokson (dosis maximal 10 mg), karena tidak mendepresi pernafasan, memperbaiki kesadaran, hanya punya efek samping emetik.
Karenanya pada penderita koma tindakan preventif untuk aspirasi harus disiapkan.




lihat artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan