Kanker servik jadi pembunuh wanita

Tahukah Anda, bahwa dalan setiap jam wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks atau lebih dikenal dengan kanker mulut rahim. Bahkan dalam setiap menit wanita di seluruh dunia meninggal karna kanker yang mematikan ini.

Beda Hormon LH dan FSH

FSH dan LH yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis anterior, sebuah kelenjar kecil yang hadir di bagian bawah otak. FSH pada dasarnya menyebabkan pematangan sel telur di dalam folikel dalam tubuh wanita.

Manfaat Bawang Putih

Khasiat atau manfaat bawang putih ternyata tidak hanya untuk menyedapkan atau sebagai bumbu masakan saja, namun ternyata banyak hal lain yg dapat di manfaatkan dari bawang puth tersebut terutamanya untuk dunia kesehatan.

Toko Kayumanis

Selamat datang di Toko Kayumanis version Online Shop Kami menjual T-shirt, kaos oblong dan jaket T-shirt, kaos oblong dan jaket yang kami jual menggunakan bahan yang berkualitas tinggi, kelebihan dari T-shirt, kaos oblong dan jaket di Toko kami dapat anda tentukan sendiri desainnya, pola ataupun grafisnya sesusai keinginan anda sehingga dapat dipastikan tidak ada T-shirt, kaos oblong dan jaket dari Toko kami yang mempunyai motif yang sama.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 27 Maret 2012

Promotion Mix


unsur bauran promosi terdiri atas lima perangkat utama, yaitu :

1) Advertising

Merupakan semua penyajian non personal, promosi ide-ide, promosi produk atau jasa yang dilakukan sponsor tertentu yang dibayar. Hal ini sering disebut dengan periklanan.

Iklan dalam bidang farmasi.
a. Obat-obatan (daftar G, Psikotropika, Narkotika, Bebas, Bebas terbatas, Kosmetika)

b. Apotek

c. PBF

2) Sales Promotion

Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.

Sales Promotion dalam bidang farmasi.

a. Medical Refresentatif

b. SPG farmasi

3) Public relation and publicity

Berbagai program untuk mempromosikan dan/atau melindungi citera perusahaan atau produk individualnya.

Public relation dalam bidang farmasi

Biasanya berkaitan dengan program-program seminar, pertemuan dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan.

4) Personal Selling

Interaksi langsung dengan calon pembeli atau lebih untuk melakukan suatu presentasi, menjawab langsung dan menerima pesanan.

5) Direct marketing

Penggunaan surat, telepon, faksimil, e-mail dan alat penghubung nonpersonal lain untuk berkomunikasi secara dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.

Biasanya berkaitan dengan strategi suatu tempat usaha. Contoh apotek melakukan pemantauan penggunaan obat setelah pasien mennggunakan obat.

1. Saluran pemasaran

Saluran pemasaran berkaitan dengan bagaimana barang atau jasa dapat dinikmati atau sampai kepada pelanggan. Berbagai macam cara untuk menyalurkan barang atau jasa tergantung bagaimana pemimpin membuat strategi sesuai dengan masukan dari lapangan (sales promotion dan atau langsung menanyakan kepada konsumen atau calon konsumen).

Saluran pemasaran dibidang farmasi harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil pelayanan saluran pemasaran adalah terciptanya hubungan bisnis yang baik dan saling menguntungkan antarapelaku pasar.

2. Pasar

Pasar merupakah hal yang penting dalam menyalurkan barang atau jasa.

Jenis – Jenis Pasar dibedakan menurut bentuk kegiatan, cara transaksi dan menurut jenis barangnya.

Pengertian Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.

Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli.

Syarat terjadinya transaksi

a. ada barang yang diperjual belikan

b. ada pedagang,

c. ada pembeli,

d. ada kesepakatan harga barang,

e. tidak ada paksaan dari pihak manapun.

Jenis-Jenis Pasar

A.Pasar menurut bentuk kegiatannya.

Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak).

· Pasar Nyata.

Pasar nyata adalah pasar dimana barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.

· Pasar Abstrak.

Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan suratdagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.

Jenis pasar menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.

· Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.

· Pasar Modern

Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.

B. Pasar menurut jenis barangnya.

Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan, pasar sayur, pasar buah, pasar ikan dan daging serta pasar loak.

C. Pasar menurut keleluasaan distribusi.

Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:

· Pasar Lokal

· Pasar Daerah

· Pasar Nasional dan

· Pasar Internasional

Senin, 26 Maret 2012

Pembagian DM

􀂙 DM tipe 1

- Kerusakan fungsi sel beta di pankreas

- Autoimun, idiopatik

􀂙 DM Tipe 2

Menurunnya produksi insulin atau berkurangnya daya kerja insulin atau keduanya.

􀂙 DM tipe lain:

Karena kelainan genetik, penyakit pankreas, obat, infeksi, antibodi, sindroma penyakit lain.

􀂙 DM pada masa kehamilan = Gestasional Diabetes Pada DM dengan kehamilan, ada 2 kemungkinan yang dialami oleh si Ibu:

1. Ibu tersebut memang telah menderita DM sejak sebelum hamil

2. Si ibu mengalami/menderita DM saat hamil Klasifikasi DM dengan Kehamilan

Menurut Pyke:

Klas I : Gestasional diabetes, yaitu diabetes

yang timbul pada waktu hamil dan menghilang setelah melahirkan.

Klas II : Pregestasional diabetes, yaitu

diabetes mulai sejak sebelum hamil dan berlanjut setelah hamil.

Klas III : Pregestasional diabetes yang

disertai dengan komplikasi penyakit pembuluh darah seperti retinopati,

nefropati, penyakit pemburuh darah panggul dan pembuluh darah perifer.

90% dari wanita hamil yang menderita Diabetes termasuk ke dalam kategori DM Gestasional (Tipe II) dan DM yang tergantung pada insulin (Insulin Dependent Diabetes Mellitus = IDDM, tipe I).


Minggu, 25 Maret 2012

Diagnosis DM

Kriteria Diagnosis:

1. Gejala klasik DM + gula darah sewaktu 200 mg/dl. Gula darah sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memerhatikan waktu makan terakhir. Atau:

2. Kadar gula darah puasa 􀂕 126 mg/dl. Puasa diartikan pasien tidak mendapat

kalori tambahan sedikitnya 8 jam. Atau:

3. Kadar gula darah 2 jam pada TTGO 200mg/dl. TTGO dilakukan dengan Standard

WHO, menggunakan beban glukosa yang setara dengan 75 g glukosa anhidrus yang

dilarutkan dalam air. Cara pelaksanaan TTGO (WHO, 1994)

Tiga hari sebelum pemeriksaan tetap makan seperti kebiasaan sehari-hari

(dengan karbohidrat yang cukup) dan tetap melakukan kegiatan jasmani seperti Biasa

Berpuasa paling sedikit 8 jam (mulai malam hari) sebelum pemeriksaan, minum

air putih tanpa gula tetap diperbolehkan

Diperiksa kadar glukosa darah puasa

Diberikan glukosa 75 g (orang dewasa), atau 1,75 g/Kg BB (anak-anak), dilarutkan

dalam 250 ml air dan diminum dalamwaktu 5 menit

Berpuasa kembali sampai pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan 2 jam

setelah minum larutan glukosa selesai

Diperiksa kadar glukosa darah 2 jam sesudah beban glukosa

Selama proses pemeriksaan, subyek yang diperiksa tetap istirahat dan tidak

merokok. Apabila hasil pemeriksaan tidak memenuhi kriteria normal atau DM, maka dapat digolongkan ke dalam kelompok TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu) dari hasil yang diperoleh.

- TGT : glukosa darah plasma 2 jam setelah pembebanan antara 140 – 199 mg/dl

- GDPT : glukosa darah puasa antara 100 – 125 mg/dl.

Reduksi Urine

Pemeriksaan reduksi urine merupakan bagian dari pemeriksaan urine rutin yang selalu dilakukan di klinik. Hasil yang (+) menunjukkan adanya glukosuria. Beberapa hal yang perlu diingat dari hasil pemeriksaan reduksi urine adalah:

􀂙 Digunakan pada pemeriksaan pertama sekali untuk tes skrining, bukan untuk menegakkandiagnosis

􀂙 Nilai (+) sampai (++++)

􀂙 Jika reduksi (+): masih mungkin oleh sebab lain, seperti: renal glukosuria, obat-obatan,

dan lainnya

ô€‚™ Reduksi (++) ô€„º kemungkinan KGD: 200 – 300 mg%

ô€‚™ Reduksi (+++)ô€„º kemungkinan KGD: 300 – 400 mg%

􀂙 Reduksi (++++)􀄺 kemungkinan KGD: 400 mg%

􀂙 Dapat digunakan untuk kontrol hasil pengobatan

􀂙 Bila ada gangguan fungsi ginjal, tidak bisa dijadikan pedoman.


Sabtu, 24 Maret 2012

Risiko Tinggi DM Gestasional


1. Umur lebih dari 30 tahun

2. Obesitas dengan indeks massa tubuh 30 kg/m2

3. Riwayat DM pada keluarga (ibu atau ayah)

4. Pernah menderita DM gestasional sebelumnya

5. Pernah melahirkan anak besar > 4.000 gram

6. Adanya glukosuria

7. Riwayat bayi cacat bawaan

8. Riwayat bayi lahir mati

9. Riwayat keguguran

10. Riwayat infertilitas

11. Hipertensi

Komplikasi pada Ibu

1. Hipoglikemia, terjadi pada enam bulan pertama kehamilan

2. Hiperglikemia, terjadi pada kehamilan 20- 30 minggu akibat resistensi insulin

3. Infeksi saluran kemih

4. Preeklampsi

5. Hidramnion

6. Retinopati

7. Trauma persalinan akibat bayi besar

Masalah pada anak

1. Abortus

2. Kelainan kongenital spt sacral agenesis,neural tube defek

3. Respiratory distress

4. Neonatal hiperglikemia

5. Makrosomia

6. hipocalcemia

7. kematian perinatal akibat diabetik ketoasidosis

8. Hiperbilirubinemia

Penderita DM Gestasional memunyai resiko yang tinggi terhadap kambuhnya penyakit diabetes yang pernah dideritannya pada saat hamil sebelumnya.

Saran: 6-8 minggu setelah melahirkan, ibu tersebut melakukan test plasma glukosa puasa

dan OGTT 75 gram glukosa. Pasien gemuk penderita GDM, sebaiknya mengontrol BB, karena diperkirakan akan menjadi DM dalam 20 tahun kemudian

Kamis, 22 Maret 2012

Diabetes Melitus


Penyakit diabetes terdapat pada sekitar 1% wanita usia reproduksi dan 1–2% diantaranya akan menderita diabetes gestasional. Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok

penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (meningkatanya kadar gula darah)

yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya.

Gejala Umum dari Diabetes Melitus (DM)

􀂙 Banyak kencing (poliuria).

􀂙 Haus dan banyak minum (polidipsia), lapar (polifagia).

􀂙 Letih, lesu.

􀂙 Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya

􀂙 Lemah badan, kesemutan, gatal, pandangankabur, disfungsi ereksi pada pria, dan pruritus vulvae pada wanita

Pembagian DM

􀂙 DM tipe 1

- Kerusakan fungsi sel beta di pankreas

- Autoimun, idiopatik

􀂙 DM Tipe 2

Menurunnya produksi insulin atau berkurangnya daya kerja insulin atau keduanya.

􀂙 DM tipe lain:

Karena kelainan genetik, penyakit pankreas, obat, infeksi, antibodi, sindroma penyakit lain.

􀂙 DM pada masa kehamilan = Gestasional Diabetes Pada DM dengan kehamilan, ada 2 kemungkinan yang dialami oleh si Ibu:

1. Ibu tersebut memang telah menderita DM sejak sebelum hamil

2. Si ibu mengalami/menderita DM saat hamil Klasifikasi DM dengan Kehamilan

Menurut Pyke:

Klas I : Gestasional diabetes, yaitu diabetes

yang timbul pada waktu hamil dan menghilang setelah melahirkan.

Klas II : Pregestasional diabetes, yaitu

diabetes mulai sejak sebelum hamil dan berlanjut setelah hamil.

Klas III : Pregestasional diabetes yang

disertai dengan komplikasi penyakit pembuluh darah seperti retinopati,

nefropati, penyakit pemburuh darah panggul dan pembuluh darah perifer.

90% dari wanita hamil yang menderita Diabetes termasuk ke dalam kategori DM Gestasional (Tipe II) dan DM yang tergantung pada insulin (Insulin Dependent Diabetes Mellitus = IDDM, tipe I).

Diagnosis

Kriteria Diagnosis:

1. Gejala klasik DM + gula darah sewaktu 200 mg/dl. Gula darah sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memerhatikan waktu makan terakhir. Atau:

2. Kadar gula darah puasa 􀂕 126 mg/dl. Puasa diartikan pasien tidak mendapat

kalori tambahan sedikitnya 8 jam. Atau:

3. Kadar gula darah 2 jam pada TTGO 200mg/dl. TTGO dilakukan dengan Standard

WHO, menggunakan beban glukosa yang setara dengan 75 g glukosa anhidrus yang

dilarutkan dalam air. Cara pelaksanaan TTGO (WHO, 1994)

Tiga hari sebelum pemeriksaan tetap makan seperti kebiasaan sehari-hari

(dengan karbohidrat yang cukup) dan tetap melakukan kegiatan jasmani seperti Biasa

Berpuasa paling sedikit 8 jam (mulai malam hari) sebelum pemeriksaan, minum

air putih tanpa gula tetap diperbolehkan

Diperiksa kadar glukosa darah puasa

Diberikan glukosa 75 g (orang dewasa), atau 1,75 g/Kg BB (anak-anak), dilarutkan

dalam 250 ml air dan diminum dalamwaktu 5 menit

Berpuasa kembali sampai pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan 2 jam

setelah minum larutan glukosa selesai

Diperiksa kadar glukosa darah 2 jam sesudah beban glukosa

Selama proses pemeriksaan, subyek yang diperiksa tetap istirahat dan tidak

merokok. Apabila hasil pemeriksaan tidak memenuhi kriteria normal atau DM, maka dapat digolongkan ke dalam kelompok TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu) dari hasil yang diperoleh.

- TGT : glukosa darah plasma 2 jam setelah pembebanan antara 140 – 199 mg/dl

- GDPT : glukosa darah puasa antara 100 – 125 mg/dl.

Reduksi Urine

Pemeriksaan reduksi urine merupakan bagian dari pemeriksaan urine rutin yang selalu dilakukan di klinik. Hasil yang (+) menunjukkan adanya glukosuria. Beberapa hal yang perlu diingat dari hasil pemeriksaan reduksi urine adalah:

􀂙 Digunakan pada pemeriksaan pertama sekali untuk tes skrining, bukan untuk menegakkandiagnosis

􀂙 Nilai (+) sampai (++++)

􀂙 Jika reduksi (+): masih mungkin oleh sebab lain, seperti: renal glukosuria, obat-obatan,

dan lainnya

ô€‚™ Reduksi (++) ô€„º kemungkinan KGD: 200 – 300 mg%

ô€‚™ Reduksi (+++)ô€„º kemungkinan KGD: 300 – 400 mg%

􀂙 Reduksi (++++)􀄺 kemungkinan KGD: 400 mg%

􀂙 Dapat digunakan untuk kontrol hasil pengobatan

􀂙 Bila ada gangguan fungsi ginjal, tidak bisa dijadikan pedoman.

Risiko Tinggi DM Gestasional:

1. Umur lebih dari 30 tahun

2. Obesitas dengan indeks massa tubuh 30 kg/m2

3. Riwayat DM pada keluarga (ibu atau ayah)

4. Pernah menderita DM gestasional sebelumnya

5. Pernah melahirkan anak besar > 4.000 gram

6. Adanya glukosuria

7. Riwayat bayi cacat bawaan

8. Riwayat bayi lahir mati

9. Riwayat keguguran

10. Riwayat infertilitas

11. Hipertensi

Komplikasi pada Ibu

1. Hipoglikemia, terjadi pada enam bulan pertama kehamilan

2. Hiperglikemia, terjadi pada kehamilan 20- 30 minggu akibat resistensi insulin

3. Infeksi saluran kemih

4. Preeklampsi

5. Hidramnion

6. Retinopati

7. Trauma persalinan akibat bayi besar

Masalah pada anak

1. Abortus

2. Kelainan kongenital spt sacral agenesis,neural tube defek

3. Respiratory distress

4. Neonatal hiperglikemia

5. Makrosomia

6. hipocalcemia

7. kematian perinatal akibat diabetik ketoasidosis

8. Hiperbilirubinemia

Penderita DM Gestasional memunyai resiko yang tinggi terhadap kambuhnya penyakit diabetes yang pernah dideritannya pada saat hamil sebelumnya.

Saran: 6-8 minggu setelah melahirkan, ibu tersebut melakukan test plasma glukosa puasa

dan OGTT 75 gram glukosa. Pasien gemuk penderita GDM, sebaiknya mengontrol BB, karena diperkirakan akan menjadi DM dalam 20 tahun kemudian


Rabu, 21 Maret 2012

USAHA USAHA MENCEGAH KERACUNAN DI TEMPAT KERJA


􀂃 Manajemen program pengendalian sumber bahaya yang berupa perencanaan,

organisasi, kontrol, peralatan, dll

􀂃 Penggunaan alat pelindung diri seperti masker, kaca mata pengaman, pakaian

khusus, krim kulit, sepatu kerja, dan sebagainya

􀂃 Ventilasi yang baik

􀂃 Maintenance, yaitu pemeliharaan yang baik dalam proses produksi, kontrol, dll

􀂃 Membuat label dan tanda peringatan terhadap sumber bahaya

􀂃 Penyempurnaan produksi :

- Mengeleminasi sumber bahaya dalam proses produksi.

- Mendesain produksi berdasarkan keselamatan dan kesehatan kerja

􀂃 Pengendalian / peniadaan debu, dengan memasang alat penyerap debu disetiap

tahap produksi yang menghasilkan debu

􀂃 Ruang isolasi, yaitu proses kerja yang berbahaya harus terpisah dari ruangan

lainnya

􀂃 Operasional praktis :

- Inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja

- Evaluasi dan analisis keselamatan dan kesehatan kerja

􀂃 Kontrol administrasi, berupa administrasi kerja yang sehat, pengurangan jam

pamaparan pada pekerja industri.

􀂃 Pendidikan, yaitu pendidikan kesehatan atau job training masalah penanganan

bahan kimia beracun

􀂃 Monitoring lingkungan kerja.

􀂃 Pemeriksaan kesehatan awal, periodik, khusus dan screening serta monitoring

biologis ( darah, tinja, urine dan lainnya )

􀂃 Sanitasi dan higiene dalam hal higiene perorangan, kamar mandi, pakaian, fasilitas

kesehatan, desinfektan dan sebagainya

􀂃 Eleminasi, pemindahan sumber bahaya


Selasa, 20 Maret 2012

USAHA USAHA MENCEGAH KERACUNAN DI RUMAH TANGGA

􀂃 Simpanlah produk kimia rumah tangga, obat obatan , kosmetika dan produk lain

yang memiliki potensi bahaya pada tempat tertutup dan terkunci serta jauh dari

jangkauan anak anak.

􀂃 Gunakan produk yang wadahnya memiliki tutup yang tidak mudah dibuka oleh anak

anak.

􀂃 Jangan menaruh bahan kimia / berbahaya di sembarang tempat

􀂃 Simpanlah bahan kimia hanya pada wadah aslinya dan beri label berisi nama bahan

􀂃 Jangan sekali kali menyimpan bahan kimia pada wadah makanan maupun minuman

atau sebaliknya

􀂃 Jangan membuang atau merusak label pada wadah asli sebuah produk, baca label

dengan teliti sebelum memakainya

􀂃 Bila akan menggunakan bahan kimia ( baik pestisida atau pembersih lantai ) selalu

gunakan alat pelindung diri, minimal masker atau sarung tangan.

􀂃 Cuci tangan dengan sabun setiap habis menggunakan bahan kimia

􀂃 Periksa kotak obat anda secara berkala, buanglah obat yang sudah rusak atau

kadaluarsa ketempat aman, jangan buang obat ke tempat yang orang lain masih bisa

mengambilnya kembali.

􀂃 Simpanlah obat obatan dalam wadah aslinya lengkap dengan labelnya sehingga kita

dapat mengenali obat tersebut beserta bahan aktifnya

􀂃 Sebelum meminum obat atau memberikan obat pada anak kecil malam hari,

nyalakanlah lampu terlebih dahulu, lalu baca teliti dosis dan aturan pakai.

􀂃 Anak anak cenderung meniru tindakan yang dilakukan orang dewasa. Hindarilah

meminum obat di hadapan anak kecil, dan jangan pernah menyebut obat sebagai

permen kepada anak anak

􀂃 Pestisida dan penyegar ruangan akan terakumulasi pada karpet, kalau ingin

menyemprot hindari dari karpet misalnya dengan menggulung terlebih dahulu atau

jangan gunakan karpet pada ruangan ini.

􀂃 Jika ingin menyemprot pestisida hindari anak anak dan binatang kesayangan.

Lakukan penyemprotan 1 jam sebelum ruangan dipakai

􀂃 Jangan pernah meletakkan anti ngengat / kamper disembarang tempat. Letakkan

kamper di tempat yang terkunci dan jauh dari jangkauan anak anak

􀂃 Kenali lingkungan anda, apakah ada tanaman beracun atau binatang berbisa di

sekitar lingkungan anda. Jauhkan tanaman beracun dari jangkauan anak anak.

􀂃 Jangan pernah mengkonsumsi tanaman atau jenis ikan yang belum anda ketahui

dengan pasti keamanannya jika dikonsumsi

􀂃 Simpanlah selalu nomor nomor telepon penting, seperti Sentra Informasi

Keracunan, Rumah sakit, Ambulans, Polisi dll.

Senin, 19 Maret 2012

Komponen Rokok


A. Zat Kimia

Rokok tentu tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya, yakni tembakau. Di Indonesia, tembakau ditambah cengkih dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek. Selain kretek, tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa, dan tembakau tanpa asap (chewing tobacco atau tembakau kunyah).

Komponen gas asap rokok adalah karbon monoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida, dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi, dan menimbulkan kanker (karsinogen).

B. Nikotin

Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi, dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Di Amerika Serikat, rokok putih yang beredar di pasaran memiliki kadar 8-10 mg nikotin per batang, sementara di Indonesia berkadar nikotin 17 mg per batang.

C. Timah Hitam ( Pb )

Timah hitam yang dihasilkan oleh sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari akan menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas bahaya timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan, bila seorang perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus rokok per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk ke dalam tubuh!

D. Gas Karbonmonoksida ( CO )

Karbon Monoksida memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya, hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernapasan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat daripada oksigen, maka gas CO ini merebut tempatnya “di sisi” hemoglobin. Jadilah, hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen, sementara dalam darah perokok mencapai 4 – 15 persen. Berlipat-lipat!

E. Tar

Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok, dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin, akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna cokelat pada permukaan gigi, saluran pernapasan, dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40 mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24 – 45 mg.


Minggu, 18 Maret 2012

PENCEGAHAN KERACUNAN SECARA UMUM


Peredaran bahan kimia semakin hari semakin pesat, hal ini disamping memberikan

manfaat yang besar juga dapat menimbulkan masalah yang tak kalah besar terhadap

manusia terutama di bidang kesehatan. Keracunan adalah salah satu masalah

kesehatan yang semakin meningkat baik di Negara maju maupun negara berkembang.

Angka yang pasti dari kejadian keracunan di Indonesia belum diketahui secara pasti,

meskipun banyak dilaporkan kejadian keracunan di beberapa rumah sakit, tetapi

angka tersebut tidak menggambarkan kejadian yang sebenarnya di masyarakat.

Dari data statistik diketahui bahwa penyebab keracunan yang banyak terjadi di

Indonesia adalah akibat paparan pestisida, obat obatan, hidrokarbon, bahan kimia

korosif, alkohol dan beberapa racun alamiah termasuk bisa ular, tetradotoksin, asam

jengkolat dan beberapa tanaman beracun lainnya.

Keracunan adalah keadaan sakit yang ditimbulkan oleh racun. Bahan racun yang

masuk ke dalam tubuh dapat langsung mengganggu organ tubuh tertentu, seperti paru

paru, hati, ginjal dan lainnya. Tetapi zat tersebut dapat pula terakumulasi dalam

organ tubuh, tergantung sifatnya pada tulang, hati, darah atau organ lainnya sehingga

akan menghasilkan efek yang tidak diinginkan dalam jangka panjang.

BAHAN PENYEBAB KERACUNAN

Ada berbagai macam kelompok bahan yang dapat menyebabkan keracunan, antara

lain :

􀂃 Bahan kimia umum ( Chemical toxicants ) yang terdiri dari berbagai golongan

seperti pestisida ( organoklorin, organofosfat, karbamat ), golongan gas ( nitrogen,

metana, karbon monoksida, klor ), golongan logam (timbal, posfor, air raksa, arsen),

golongan bahan organik ( akrilamida, anilin, benzena toluene, vinil klorida fenol ).

􀂃 Racun yang dihasilkan oleh makluk hidup ( Biological toxicants ) mis : sengatan

serangga, gigitan ular berbisa , anjing dll

􀂃 Racun yang dihasilkan oleh jenis bakteri ( Bacterial toxicants ) mis : Bacillus

cereus, Compilobacter jejuni, Clostridium botulinum, Escherichia coli dll

􀂃 Racun yang dihasilkan oleh tumbuh tumbuhan ( Botanical toxicants ) mis : jamur

amnita, jamur psilosibin, oleander, kecubung dll

JENIS DAN TINGKAT KEPARAHAN KERACUNAN

Secara umum terjadinya keracunan dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis yaitu

sengaja atau tidak sengaja. Keracunan yang disengaja erat hubungannya dengan usaha

bunuh diri ataupun penyalahgunaan obat obatan sedangkan jenis keracunan yang tidak

disengaja erat hubungannya dengan kecelakaan kerja, atau ketidak sadaran maupun

ketidak tahuan seseorang terhadap suatu produk tertentu yang dapat menimbulkan

keracunan.

Tingkat efek racun terhadap tubuh sangat dipengaruhi oleh beberapa factor seperti :

Sifat kimia bahan penyebab keracunan, dosis, lama paparan, rute paparan serta faktor

individu korban seperti umur, jenis kelamin, derajat kesehatan tubuh, daya tahan

tubuh, kebiasaan, nutrisi, serta faktor genetik

JALUR PAPARAN

Bahan bahan penyebab keracunan yang masuk kedalam tubuh dapat mempengaruhi

atau merusak tubuh manusia sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan atau

keracunan dan bahkan pada tingkat tertentu dapat mengakibatkan kematian. Ada

berbagai jalur / rute cara racun masuk kedalam tubuh, misalnya melalui penelanan

lewat mulut, inhalasi pernapasan, kontak lewat kulit atau mata maupun melalui

suntikan dan semua jalur tersebut adalah sama berbahayanya, dan pada tingkat

tertentu untuk semua rute dapat berakibat fatal.

TANDA DAN GEJALA TERJADINYA KERACUNAN.

Banyak sekali gejala dan tanda tanda keracunan yang mirip dengan gejala atau tanda

dari suatu penyakit, seperti kejang, stroke dan reaksi insulin. Seseorang yang telah

mengalami keracunan kadang dapat diketahui dengan adanya gejala keracunan.

Gejala gejala keracunan tersebut secara umum dapat berupa gejala non spesipik dan

spesipik, namun kadang kadang sulit untuk menentukan adanya keracunan hanya

dengan melihat gejala gejala saja. Perlu dilakukan tindakan untuk memastikan telah

terjadi keracunan dengan melakukan pemeriksaan laboratorium. Pemerikasaan

laboratorium ini dapat dilakukan melalui pemeriksaan periodik urin, tinja, darah,

kuku, rambut dan lain lain. Bila dicurigai telah terjadi keracunan maka perlu

diidentifikasi tanda dan gejala yang muncul seperti tersebut dibawah ini,

􀂃 Luka bakar atau kemerahan di sekitar mulut dan bibir yang mungkin akibat menelan

bahan kimia korosif.

􀂃 Bau napas seperti bau bahan kimia, contoh bensin, minyak tanah dan cat

􀂃 Adanya bercak atau bau bahan pada tubuh korban, baik pada pakaian atau pada

furnitur, pada lantai atau objek disekitar korban

􀂃 Tempat obat yang telah kosong atau adanya tablet / pil yang berserakan

􀂃 Muntah, mulut berbuih, sulit bernapas, rasa kantuk yang berat, kebingungan atau

gejala lain yang tidak diharapkan.

USAHA USAHA PENCEGAHAN TERJADINYA KERACUNAN

Usaha usaha pencegahan keracunan perlu dilakukan di tempat dimana bahan bahan

kimia tersebut sering digunakan. Rumah tangga merupakan salah satu tempat

penggunaan produk produk industri, sehingga perlu dilakukan langkah langkah

praktis untuk pencegahan terjadinya keracunan, disamping itu pada tempat tempat

kerja baik pada industri kecil ( home industri ) maupun industri besar merupakan

tempat utama terdapatnya bahan bahan kimia baik sebagai bahan baku maupun

sebagai hasil produk dari industri yang siap diedarkan kepada masyarakat

USAHA USAHA MENCEGAH KERACUNAN DI RUMAH TANGGA

􀂃 Simpanlah produk kimia rumah tangga, obat obatan , kosmetika dan produk lain

yang memiliki potensi bahaya pada tempat tertutup dan terkunci serta jauh dari

jangkauan anak anak.

􀂃 Gunakan produk yang wadahnya memiliki tutup yang tidak mudah dibuka oleh anak

anak.

􀂃 Jangan menaruh bahan kimia / berbahaya di sembarang tempat

􀂃 Simpanlah bahan kimia hanya pada wadah aslinya dan beri label berisi nama bahan

􀂃 Jangan sekali kali menyimpan bahan kimia pada wadah makanan maupun minuman

atau sebaliknya

􀂃 Jangan membuang atau merusak label pada wadah asli sebuah produk, baca label

dengan teliti sebelum memakainya

􀂃 Bila akan menggunakan bahan kimia ( baik pestisida atau pembersih lantai ) selalu

gunakan alat pelindung diri, minimal masker atau sarung tangan.

􀂃 Cuci tangan dengan sabun setiap habis menggunakan bahan kimia

􀂃 Periksa kotak obat anda secara berkala, buanglah obat yang sudah rusak atau

kadaluarsa ketempat aman, jangan buang obat ke tempat yang orang lain masih bisa

mengambilnya kembali.

􀂃 Simpanlah obat obatan dalam wadah aslinya lengkap dengan labelnya sehingga kita

dapat mengenali obat tersebut beserta bahan aktifnya

􀂃 Sebelum meminum obat atau memberikan obat pada anak kecil malam hari,

nyalakanlah lampu terlebih dahulu, lalu baca teliti dosis dan aturan pakai.

􀂃 Anak anak cenderung meniru tindakan yang dilakukan orang dewasa. Hindarilah

meminum obat di hadapan anak kecil, dan jangan pernah menyebut obat sebagai

permen kepada anak anak

􀂃 Pestisida dan penyegar ruangan akan terakumulasi pada karpet, kalau ingin

menyemprot hindari dari karpet misalnya dengan menggulung terlebih dahulu atau

jangan gunakan karpet pada ruangan ini.

􀂃 Jika ingin menyemprot pestisida hindari anak anak dan binatang kesayangan.

Lakukan penyemprotan 1 jam sebelum ruangan dipakai

􀂃 Jangan pernah meletakkan anti ngengat / kamper disembarang tempat. Letakkan

kamper di tempat yang terkunci dan jauh dari jangkauan anak anak

􀂃 Kenali lingkungan anda, apakah ada tanaman beracun atau binatang berbisa di

sekitar lingkungan anda. Jauhkan tanaman beracun dari jangkauan anak anak.

􀂃 Jangan pernah mengkonsumsi tanaman atau jenis ikan yang belum anda ketahui

dengan pasti keamanannya jika dikonsumsi

􀂃 Simpanlah selalu nomor nomor telepon penting, seperti Sentra Informasi

Keracunan, Rumah sakit, Ambulans, Polisi dll.

USAHA USAHA MENCEGAH KERACUNAN DI TEMPAT KERJA

􀂃 Manajemen program pengendalian sumber bahaya yang berupa perencanaan,

organisasi, kontrol, peralatan, dll

􀂃 Penggunaan alat pelindung diri seperti masker, kaca mata pengaman, pakaian

khusus, krim kulit, sepatu kerja, dan sebagainya

􀂃 Ventilasi yang baik

􀂃 Maintenance, yaitu pemeliharaan yang baik dalam proses produksi, kontrol, dll

􀂃 Membuat label dan tanda peringatan terhadap sumber bahaya

􀂃 Penyempurnaan produksi :

- Mengeleminasi sumber bahaya dalam proses produksi.

- Mendesain produksi berdasarkan keselamatan dan kesehatan kerja

􀂃 Pengendalian / peniadaan debu, dengan memasang alat penyerap debu disetiap

tahap produksi yang menghasilkan debu

􀂃 Ruang isolasi, yaitu proses kerja yang berbahaya harus terpisah dari ruangan

lainnya

􀂃 Operasional praktis :

- Inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja

- Evaluasi dan analisis keselamatan dan kesehatan kerja

􀂃 Kontrol administrasi, berupa administrasi kerja yang sehat, pengurangan jam

pamaparan pada pekerja industri.

􀂃 Pendidikan, yaitu pendidikan kesehatan atau job training masalah penanganan

bahan kimia beracun

􀂃 Monitoring lingkungan kerja.

􀂃 Pemeriksaan kesehatan awal, periodik, khusus dan screening serta monitoring

biologis ( darah, tinja, urine dan lainnya )

􀂃 Sanitasi dan higiene dalam hal higiene perorangan, kamar mandi, pakaian, fasilitas

kesehatan, desinfektan dan sebagainya

􀂃 Eleminasi, pemindahan sumber bahaya

Sabtu, 17 Maret 2012

Dampak ROKOK Pada Tubuh


b. Dampak Pada Paru – Paru

· Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru.

· Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mucus bertambah banyak (hiperplasia).

· Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir.

· Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli.

· Akibat perubahan anatomi saluran napas, pada perokok akan timbul perubahan pada fungsi paru-paru dengan segala macam gejala klinisnya. Hal ini menjadi dasar utama terjadinya penyakit obstruksi paru menahun (PPOM). Dikatakan merokok merupakan penyebab utama timbulnya PPOM, termasuk emfisema paru-paru, bronkitis kronis, dan asma.

· Partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen ( penyebab Kanker ).

· Tar juga berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan bukan perokok, kemungkinan timbul kanker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali lebih sering.

c. Dampak Terhadap Jantung

· Merokok menjadi faktor utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung tersebut. Bukan hanya menyebabkan penyakit jantung koroner, merokok juga berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan perifer.

· Nikotin mengganggu sistem saraf simpatis dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard. Selain menyebabkan ketagihan merokok, nikotin juga merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah, kebutuhan oksigen jantung, serta menyebabkan gangguan irama jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak bagian tubuh lainnya. Nikotin mengaktifkan trombosit dengan akibat timbulnya adhesi trombosit (penggumpalan) ke dinding pembuluh darah.

· Karbon monoksida menimbulkan desaturasi hemoglobin, menurunkan langsung persediaan oksigen untuk jaringan seluruh tubuh termasuk miokard. CO menggantikan tempat oksigen di hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah). Dengan demikian, CO menurunkan kapasitas latihan fisik, meningkatkan viskositas darah, sehingga mempermudah penggumpalan darah.

· Nikotin, CO, dan bahan-bahan lain dalam asap rokok terbukti merusak endotel (dinding dalam pembuluh darah), dan mempermudah timbulnya penggumpalan darah.

· Di samping itu, asap rokok mempengaruhi profil lemak. Dibandingkan dengan bukan perokok, kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida darah perokok lebih tinggi, sedangkan kolesterol HDL lebih rendah.

d. Dampak Pada Sistem Reproduksi

· merokok dapat menyebabkan rusaknya sistim reproduksi seseorang mulai dari masa pubertas sampai usia dewasa

· Pada penelitian yang dilakukan Dr. Sinead Jones, direktur The British Medical Assosiation’s Tobacco Control Resource Centre, ditemukan bahwa wanita yang merokok memiliki kemungkinan relatif lebih kecil untuk mendapatkan keturunan.

· Pria akan mengalami 2 kali resiko terjadi infertil (tidak subur) serta mengalami resiko kerusakan DNA pada sel spermanya

· Sedangkan hasil penelitian pada wanita hamil terjadi peningkatan insiden keguguran. Penelitian tersebut mengatakan dari 3000 sampai 5000 kejadian keguguran per tahun di Inggris, berhubungan erat dengan merokok.

· 120.000 pria di Inggris yang berusia antara 30 sampai50 tahun mengalami impotensi akibat merokok. Lebih buruk lagi, rokok berimplikasi terhadap 1200 kasus kanker rahim per tahunnya.


Jumat, 16 Maret 2012

KIAT MENCEGAH KERACUNAN AKIBAT PENGGUNAAN PKRT

􀂾 Sebelum digunakan baca dengan jelas petunjuk

penggunaan yang tercantum pada etiket/label produk.

􀂾 Gunakan produk sesuai penjelasan cara

penggunaan.

􀂾 Untuk produk yang mengandung pestisida seperti anti

nyamuk bakar, spray jangan digunakan bersama

dengan manusia terutama anak-anak dan bayi.

􀂾 Jauhkan makanan bila menyemprot anti nyamuk.

􀂾 Produk yang spray/semprot sebaiknya disemprotkan

jangan berlawanan dengan arah angin.

􀂾 Pergunakan masker dan sarung tangan plastik.

􀂾 Setelah mempergunakan produk yang mengandung

bahan berbahaya sebaiknya segera cuci tangan

dengan sabun dan air mengalir (selama kira-kira 15

menit).

􀂾 Jangan disatukan dengan produk makanan,

minuman, obat kosmetik (untuk mencegah

kontaminasi bila terjadi kebocoran)

􀂾 Dicek wadahnya sebelum dikirim (bocor apa tidak)

􀂾 Disimpan dalam tempat yang aman, terkunci dan

diluar jangkauan anak-anak.

􀂾 Jangan disimpan bersamaan dengan bahan makanan

dalam satu tempat.

􀂾 Setiap kali selesai memakai, tutuplah wadah dengan

rapat untuk mencegah terjadinya keracunan pada

saat penyimpanan.

􀂾 Jangan sekali-kali menyimpan pada wadah makanan

atau minuman atau sebaliknya. Simpan hanya pada

wadah aslinya atau wadah diberi label nama bahan.

Untuk cairan yang mudah menguap/meledak

simpan/letakkan ditempat sejuk.

􀂾 Pembuangan produk tidak boleh sembarangan,

sebaiknya pada tempat yang telah ditentukan mis.

bak/tong sampah.

􀂾 Segera beri pertolongan pertama sebelum dibawa ke dokter/puskesmas/RS terdekat

Kamis, 15 Maret 2012

CARA PENGGUNAAN PEMUTIH YANG BENAR

1. Gunakan sendok takar dan tuangkan pemutih kedalam air kocok dan

rendam pakaian dalam waktu tertentu ± 10 menit.

2. Jangan dicampur dengan deterjen.

3. Kucek dan bilas sampai bersih.

Tips Penting

1. Jangan digunakan untuk pakaianan yang berwarna

2. Jangan digunakan dengan air yang kadar besinya tinggi.

3. Jangan menggunakan alat yang mengandung logam.

4. Simpan ditempat yang aman dan jauhkan dari jangkauan anakanak.

5. Jangan disimpan bersamaan dengan bahan makanan atau minuman

dalam satu tempat.

6. Jangan dicampur dengan pembersih rumah tangga atau pemutih lainnya

7. Jika tertelan minum air putih yang banyak dan kalau perlu ke dokter.

8. Bila terkena mata segera bilas dengan air bersih yang mengalir.

9. Dibuang pada tempat tertentu yang telah disediakan misalnya kotak/bak

sampah.

Rabu, 14 Maret 2012

CARA PENGGUNAAN DIAPERS YANG BENAR

Letakkan popok bayi pada bagian bawah badan bayi, kemudian badan bagian

depannya ditutup dengan diaper. Tarik belt sesuai ukuran lingkaran bayi dan

rekatkan beltnya.

Tips penting

1. Ganti popok jika bocor

2. Hindarkan perekat berhubungan langsung dengan kulit bayi

3. Buang pada tempat tertentu sampah.