Kanker servik jadi pembunuh wanita

Tahukah Anda, bahwa dalan setiap jam wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks atau lebih dikenal dengan kanker mulut rahim. Bahkan dalam setiap menit wanita di seluruh dunia meninggal karna kanker yang mematikan ini.

Beda Hormon LH dan FSH

FSH dan LH yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis anterior, sebuah kelenjar kecil yang hadir di bagian bawah otak. FSH pada dasarnya menyebabkan pematangan sel telur di dalam folikel dalam tubuh wanita.

Manfaat Bawang Putih

Khasiat atau manfaat bawang putih ternyata tidak hanya untuk menyedapkan atau sebagai bumbu masakan saja, namun ternyata banyak hal lain yg dapat di manfaatkan dari bawang puth tersebut terutamanya untuk dunia kesehatan.

Toko Kayumanis

Selamat datang di Toko Kayumanis version Online Shop Kami menjual T-shirt, kaos oblong dan jaket T-shirt, kaos oblong dan jaket yang kami jual menggunakan bahan yang berkualitas tinggi, kelebihan dari T-shirt, kaos oblong dan jaket di Toko kami dapat anda tentukan sendiri desainnya, pola ataupun grafisnya sesusai keinginan anda sehingga dapat dipastikan tidak ada T-shirt, kaos oblong dan jaket dari Toko kami yang mempunyai motif yang sama.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 12 Juni 2011

Bahan tambahan pangan yang aman menurut SK Menkes no.722/Menkes/Per/IX/88


Berikut ini adalah bahan tambahan pangan yang aman menurut SK Menkes no.722/Menkes/Per/IX/88:
1. Pengawet Makanan
  • Asam benzoate sebanyak 1 g per 1 kg adonan.
  • Sodium benzoate sebanyak 1 g per 1 kg adonan.
  • Asam propionate sebanyak 3 g per 1 kg adonan (untuk roti).
  • Belerang dioksida sebanyak 500 mg per 1 kg adonan.
2. Pewarna Makanan
  • Ponceau 4 R untuk pewarna saus sambal dengan dosis 300 mg per 1 kg makanan atau 70 mg per 1 kg minuman. Merah allura/allura red dengan dosis 70 mg per 1 kg makanan atau 300 mg per 1 kg adonan.
  • Erytrosine dengan dosis 300 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Kuning FCF.
  • Sunset Yellow.
3. Pemanis
  • Sakarin dengan dosis 2,5 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Sodium siklamat dengan dosis 11 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Aspartam dengan dosis 40 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Sorbitol (digunakan untuk penderita diabetes dan orang yang membutuhkan kalori rendah).
4. Penyedap Rasa dan Aroma
  • MSG (mono sodium glutamate) micin/vetsin dengan dosis 120 mg per kg berat badan per hari.
5. Pemutih dan Pematang Tepung
  • Asam askorbat/ascorbic acid/vitamin C dosis 200 mg per kg berat badan per hari.
  • Aseton perioksida secukupnya.
6. Pengental
  • Pectin dosis 10 g per kg (ada 2 macam pectin apple dan pectin citrus).
  • Gelatin dosis 5 mg per kg.
  • CMC/Carboxy Methyl Cellulose.
7. Antioksidan
  • Asam ascorbat/Ascorbic acid/vitamin C dosis 500 mg per kg untuk produk daging.
  • BHT dosis 200 mg per kg sebagai antitengik untuk minyak goreng.
  • TBHQ dosis antitengik untuk minyak goreng.

Sabtu, 11 Juni 2011

Jenis dan Efek bagi Kesehatan bahan tambahan makanan


a. Bahan Pengawet
Bahan pengawet ada dua macam yaitu zat pengawet anorganik dan zat pengawet organik. Zat pengawet anorganik yang sering dipakai adalah sulfite,, hydrogen peroksida. Zat pengawet organik yang sering dipakai adalah asam sorbet, asam propionate, asam benzoate, asam asetat, dan epoksida. Zat pengawet organic digunakan dalam bentuk asam dan garam (Cahyadi,2006).
Efek bahan pengawet terhadap kesehatan :
(1). Asam benzoate dan natrium benzoate bisa menimbulkan reaksi alergi dan penyakit saraf. Pada penderita asma dan orang yang menderita urticaria sangat sensitive terhadap asam benzoate , jika dikonsumsi dalam jumlah besar akan mengiritasi lambung.
(2). Natrium dan kalium propionate menimbulkan migraine.
(3). Natrium dan kalium nitrit dapat menyebabkan efek seperti kegagalan reproduksi, perubahan sel darah, tumor pada saluran pernapasan, dan menimbulkan efek toksik pada manusia di jaringan lemak. Nitrit dan nitrat bersifat karsinogenik.
(4). Kalium dan natrium sulfite dapat mengganggu pernapasan pada anak, mengganggu pencernaan, mengganggu metabolisme vitamin A dan B, metabolisme kalsium.

b. Pewarna
Pewarna dibagi dua jenis yaitu pewarna alami dan pewarna sintetis. Pewarna alami didapatkan dari hewan dan tumbuhan, diantaranya klorofil, mioglobin,, hemoglobin, anthosianin, flavonoid,, tannin,, betalain, quinon, xanthon serta karotenoid. Pewarna sintesis yang diizinkan di Indonesia diantaranya amaranth, biru berlian (brilianth blue), Tartrazine. Pewarna sintesis yang dilarang digunakan adalah Rhodamine B (Cahyadi,2006).
Efek pewarna terhadap kesehatan :
(1). Amaranth dapat menimbulkan tumor, reaksi alergi pada pernapasan, menyebabkan hiperaktif pada anak – anak.
(2). Allura merah dapat memicu kanker limpa.
(3). Caramel dapat menimbulkan efek pada system saraf dan menyebabkan penyakit pada system kekebalan.
(4). Indigotine dapat meningkatkan sensitivitas pada penyakit yang disebabkan oleh virus, serta mengakibatkan hipersentivitas pada anak – anak.
(5). Erythrosin menimbulkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak – anak dan efek yang kurang baik pada otak dan perilaku.
(6). Buterr yellow dapat menyebabkan tumor hati.

c. Bahan Pemanis
Dilihat dari sumber pemanis bahan pemanis dapat dikelompokkan menjadi pamanis alami dan pemanis buatan (sintetis). Pemanis alami biasanya dari tanaman. Tanaman penghasil pemanis yang utama adalah tebu dan bit. Bahan pemanis yang dihasilkan dari kedua tanaman tersebut dikenal sebagai gula alam atau sukrosa. Beberapa bahan pemanis alam yang sering digunakan adalah sukrosa, laktosa, maltosa, galaktosa, D- glukosa, D-fruktosa, sorbitol, manitol, gliserol, glisina.
Pemanis sintetis adalah bahan tambahan yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan tetapi tidak memiliki nilai gizi. Beberapa pemanis sintetis yang telah dikenal dan banyak digunakan adalah sakarin, siklamat, aspartam, dulsin, sorbitol sintetis, nitro-propoksi –anilin. Pemanis sintetis ditujukan khusus untuk makanan dan minuman olahan khusus berkalori rendah dan bagi penderita diabetes mellitus dan bukan untuk produk konsumsi umum apalagi untuk anak – anak sekolah dasar (Cahyadi,2006).
Efek terhadap kesehatan :
(1). Aspartam dapat mengakibatkan penyakit feniketonuria, memicu sakit kepala, pusing – pusing, dapat mengubah fungsi otak dan perilaku.
(2). Siklamat bersifat karsinogenik
(3). Sakarin memicu terjadinya kanker kantong kemih dan menimbulkan rasa pahit getir dan terputusnya plasenta
(4). Xylitol bersifat karsinogenik

d. Penyedap Rasa dan Aroma
Bahan penyedap terdiri dari dua macam yaitu penyedap alami dan penyedap sintetis.
Penyedap alami terdiri dari :

(1). Bumbu , herba dan daun
Bumbu adalah jenis bahan yang bersifat pungent dan dalam jumlah sedikit sudah efektif sebagai penyedap. Contohnya merica, pala, jahe, cengkih. Herba (sebangsa rumput) dan daun digunakan dalam bentuk segar dan kering . Contohnya sereh, daun salam, daun pandan.
(2). Minyak essensial
Minyak essensial didefinisikan sebagai zat aromatic yang terbentuk minyak cair, padat atau setengah padat yang terdapat pada tanaman. Zat aromatikdalam bumbu maupun herba sebagian besar berupa minyak essensial. Minyak essensial dihasilkan dari bagian – bagian tanaman seperti bunga (cengkih) biji (merica, adas,ketumbar).
(3). Oleoresin
Oleoresin dibuat dari proses pemisahan zat pelarut yang bersifat volatile terhadap bumbu atau herba yang telah digiling. Oleoresin merupakan cairan kental, kadang berwarna.
(4). Penyedap dari sari buah
Sari buah sebagian besar adalah air, mempunyai komponen aroma asam, warna dan bahan paddat seperti gula, pectin dan mineral.
(5). Ekstrak tanaman
Penyedap dapat dihasilkan dari ekstrak tanaman. Contohnya ekstrak kopi,, cokelat, vanili.
Penyedap sintetis adalah komponen atau zat yang dibuat menyerupai aroma penyedap alami. Contohnya adalah monosodium glutamate, asetal dehida ( menyerupai aroma buah) (Cahyadi,2006).
Efek penyedap terhadap kesehatan:
(1). Kafein merangsang system saraf, pada anak – anak menyebabkan heperaktif dan memicu kanker pancreas.
(2). Monosodium glutamate menyebabkan sakit kepala, memicu jantung berdebar, mudah lemah, menyebabkan mati rasa (Chinese Restaurant Syndrome), menyebabkan asma, kerusakan saraf , efek psikologi.

e. Antikempal
Antikempal adalah zat aditif yang dapat mencegah mengempalnya makanan yang berupa serbuk dan tepung. Antikempal dapat dikelompokkan menjadi garam stearat (garam – garam alumunium dan ammonium), kalsium fosfat, kalium dan natrium ferosianida, magnesium oksida, garam – garam asam silikat dari alumunium, magnesium, kalsium dan campuran alumunium (Cahyadi,2006).
Efek terhadap kesehatan :
(1). Kalium ferrosianida menghambat penyerapan oksigen pada darah.
(2). Alumunium natrium silikat berbahaya pada pasien sakit tulang dan kerusakan ginjal

f. Antioksidan
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat memperlambat oksidasi dalam bahan. Penggunaan pada bahan makanan dengan kadar lemak tinggi, lemak hewani, minyak nabati, makanan berkadar lemak randah, produk daging, produk ikan, produk lain – lain. Antioksidan terdiri dari dua yaitu antioksidan alami dan antioksidan sintetis. Yang termasuk antioksidan alami adalah tokoferol, kathekin, asam askorbat. Antioksidan sintetis diantaranya Butil Hidroksianisol, Butil Hidroksitoluen , propil gallat (Cahyadi,2006).
Efek tehadap kesehatan :
Penggunaan secara berlebihan dapat menyebabkan lemah otot, mual,- mual, pusing – pusing , kehilangan kesadaran sedangkan penggunaan dosis rendah secara terus menerus menyebabkan tumor kandung kemih, kanker sekitar lambung, dan kanker paru- paru.
(1). Asam askorbat berlebihan menyebabkan diare, erosi gigi dan batu ginjal.
(2). Propel gallat menyebabkan iritasi lambung dan kulit, memberikan efek negative terhadap penderita asma atau yang sensitive terhadap aspirin. Tidak diizinkan untuk makanan bayi atau anak kecil.
(3). Butil Hidroksianisol menyebabkan terganggunya metabolisme lemak yang terdapat dalam tubuh. Tidak diperkenankan untuk makanan bayi dan anak kecil.
(4). Butil Hidroksitoluen dapat menyebabkan kulit menjadi kasar, dosis tinggi menyebabkan liver membesar.
(5). Butil Hidroksianisol dan Butil Hidroksitoluen menyebabkan kelainan kromosom pada orang yang alergi terhadap aspirin.

g. Pengemulsi, Pemantap dan Pengental
Pengemulsi adalah suatu bahan yang dapat mengurangi kecepatan tegangan permukaan dan tegangan antar dua fase yang dalam keadaan normal tidak saling melarutkan, menjadi dapat bercampur dan selanjutnya membentuk emulsi. Contohnya adalah lesitin, saponin, asam stearat.
Secara umum bahan pengental dan pembentuk gel yang larut dalam air disebut gom. Gom sebagian besar terdapat pada bahan makanan alami dibutuhkan sebagai bahan penting yang dapat berfungsi sebagai bahan pengantal , pembentuk gel, pembentuk lapisan tipis, pemantap emulsi. Contohnya adalah pectin, gelatin, algin (Cahyadi,2006).

Efek terhadap kesehatan :
(1). Karboksimetil selulosa dapat menyebabkan gangguan pada usus dan bersifat karsinogenik.
(2). Saponin mengakibatkan efek pada masa kehamilan dan gangguan darah.
(3). Karagenan memicu luka pada hati, efek pada system imun, karsinogenik dan menyebabkan bisul pada perut.
(4). Sodium laktat dapat menimbulkan keracunan pada anak – anak karena anak tidak tahan pada laktosa.
(5). Potassium laktat dapat menimbulkan keracunan tertentu pada anak – anak karena anak – anak tidak tahan terhadap laktosa.
(6). Asam sitrat dikonsumsi berlebihan menyebabkan erosi pada gigi dan menyebabkan iritasi lokal.
(7). Sodium sitrat dapat mengubah sekresi urin sehingga apabila dalam pemberian obat dapat menyebabkan pemberian obat kurang efektif bekerja atau bahkan menjadi racun.
(8). Kalsium disodium menimbulkan gangguan penyerapan logam – logam mineral yang diperlukan tubuh seperti besi, seng, Cu.
(9). Asam alginate menghambat proses penyerapan mineral.

h. Pengatur Keasaman
Pengatur keasaman (asidulan) merupakan senyawa kimia yang bersifat asam. Asidulan bertindak sebagai penegas rasa dan warna, mencegah pertumbuhan mikrobia, memperoleh rasa asam yang tajam, pengontrol pH. Pengatur keasaman yang sering digunakan adalah asam asetat, asam laktat, asam sitrat, asam malat, asam tartrat dan asam fosfat (Cahyadi,2006).
Efek terhadap kesehatan :
(1). Korosif pada selaput lendir mulut, kerongkongan disertai sakit dan sukar menelan. Dapat menyebabkan jaringan mati dan perubahan warna dari putih menjadi kelabu kemudian menghitam.
(2). Sakit di daerah lambung
(3). Luka yang bergelembung. Gelembung yang terjadi pada kulit dapat pecah dan terjadi peradangan.

i. Pemutih, Pematang Tepung, dan Pengeras
Pemutih dan pematang tepung merupakan bahan tambahan yang digunakan pada bahan tepung dan produk olahannya dengan maksud warna putih tepung tetap terjaga, memperbaiki mutu selama proses pengolahan. Sedangkan pengeras digunakan untuk memperkeras atau mencegah pelunakan makanan. Contoh pemutih dan pematang tepung adalah asam askorbat, dan pengeras adalah garam – garam alumunium (Cahyadi,2006).
Efek terhadap kesehatan :
(1). Asam askorbat dapat menyebabkan diare.
(2). Garam-garam alumunium dapat menyebabkan kerusakan saraf
(3). Garam – garam kalsium menyebabkan hiperkalsemia.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Jumat, 10 Juni 2011

Puding Mangga Saus Vanila
untuk 5 porsi (1 porsi = 153 kalori)

400 ml jus mangga, dari 500 gr daging mangga.
• 1 bks agar-agar bubuk putih
• 50 gr gula pasir
• 2 btr putih telur

Bahan Saus Vanila:
• 200 ml susu
• 1 btr kuning telur
• 30 gr gula pasir
• 1 sdm tepung maizena dilarutkan dengan sedikit air
• Vanili secukupnya

Cara membuat:
1. Campur jus mangga bersama agar-agar bubuk dan 25 gr gula pasir, jerang di atas api kecil sambil diaduk-aduk sampai mendidih, angkat, sisihkan.

2. Sementara itu, mikser putih telur bersama sisa gula sampai kental. Setelah kental, angkat miksernya. Tuangi agar-agar yang mendidih tadi ke pulih telur sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.

3. Ambil 5 buah cetakan kecil, basahi air terlebih dahulu, tuang adonan agar ke dalamnya dan dinginkan.

4. Buat saus Vanila: Rebus susu. sementara itu campur kuning telur dengan gula pasir dan cokelat bubuk, aduk. Tuangi susu panas sedikit aduk rata, kemudian tuang kembali ke dalam panci susu, aduk. Masukkan larutan tepung maizena, masak sambil diaduk-aduk, beri vanili, aduk rata. Setelah mendidih, angkat, dinginkan.

5. Keluarkan puding dari cetakan, hidangkan dengan disiram saus vanila.

Selada Mangga Saus Stroberi
untuk 5 porsi (1 porsi = 119 kalori)


Bahan:
• 500 gr daging mangga dipotong dadu

Bahan Saus Stroberi:
• 200 gr stroberi ditambah 150 ml air dibuat jus
• 75 gr gula pasir
• 1 sdm tepung maizena dilarutkan dengan sedikit air
• Esens stroberi secukupnya jika suka

Cara membuat:
1. Buat Saus Stroberi: Jus stroberi direbus bersama gula, masukkan larutan maizena pada rebusan jus, masak sambil diaduk-aduk. Setelah mendidih dan kental, angkat, beri esens stroberi, aduk rata, dinginkan.
2. Sajikan potongan mangga dalam piring saji kemudian siram dengan saus stroberi.

3. Hidangkan.

resep-resep jus buah dan sayur yang baik bagi kesehatan

Berikut resep-resep jus buah dan sayur yang baik bagi kesehatan:

Jus Mangga
Khasiat: obat asma, bronkhitis, sesak napas, dan influensa berat
Bahan: 200 g mangga masak pohon
100 g air hangat
sedikit jeruk nipis
2 sdm madu

Cara membuat:
Semua bahan dimasukkan ke dalam blender
Terapi: diminum 2 kali sehari sampai gejala penyakit hilang

Jus Wortel Seledri
Khasiat: menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah
Bahan: 300 g wortel
1 genggam daun seledri (± 3 sdm)
2 siung bawang putih
sedikit garam
sedikit merica bubuk
Cara membuat:
Semua bahan dicampur dan dimasukkan ke dalam juicer. Diambil sarinya saja tanpa serat dengan menggunakan juice ekstractlor atau saringan.
Terapi: diminum 1 kali sehari sampai gejala penyakit hilang

Jus Kombinasi Buah
Khasiat: melancarkan pencernaan, sembelit, dan kembung perut
Bahan: 100 g pepaya
100 g apel
100 g nenas
2 sdm jeruk nipis
2 sdm madu
200 cc air es

Cara membuat:
Semua bahan dimasukkan ke dalam juicer
Terapi: diminum sebelum sarapan pagi

Jus Aneka Sayur
Khasiat: menyempurnakan alergi, eksim, sakit punggung, rasa kejang jantung, dan menjaga kesehatan usus.
Bahan: 150 g wortel
100 g bayam
100 g ketimun
50 g seledri
3 sdm madu
1 sdm dari jeruk nipis
100 cc air dingin atau es
Cara membuat:
Semua bahan dimasukkan ke dalam juicer
Terapi: diminum 1 kali sehari sesudah makan.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Jus dan Manfaatnya bagi Kesehatan


SEJAK ribuan tahun lalu manusia telah menggunakan berbagai tumbuh-tumbuhan yang sekarang dikenal sebagai sayuran maupun buah-buahan untuk dimakan dan diolah secara alami tanpa menggunakan campuran apa pun.
Buah dan sayur terasa enak, segar dimakan, selain memiliki kandungan zat gizi yang banyak seperti vitamin dan mineral. Vitamin A berfungsi mempertahankan kesehatan mata, struktur kulit, rambut, dan gigi. Pada pangan nabati vitamin A dapat diperoleh dari sayuran daun berwarna hijau gelap seperti bayam, katuk, dan buah atau sayuran berwarna kuning/oranye seperti wortel, kentang, tomat, labu kuning, pepaya, mangga, dll. Buah dan sayur yang kaya vitamin E mampu mencegah terjadinya penyakit jantung, kanker, stroke, dan infeksi virus. Vitamin E banyak terdapat pada sayuran berdaun hijau (bayam) dan tomat. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan, kesehatan gusi, dan mencegah terjadinya luka memar. Dalam buah-buahan vitamin C banyak terdapat pada jambu biji, jeruk, tomat, mangga dan sirsak.
Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan banyak buah-buahan dan sayuran selain sarat mengandung vitamin dan mineral juga mengandung zat nongizi yang ternyata manfaatnya besar bagi kesehatan. Zat nongizi yang dimaksud adalah serat, phytokimia, dan lain-lain.
Dari penelitian yang telah dilakukan terungkap bahwa phytokimia dapat menetralkan racun obat dan zat karsinogen dengan jalan menetralkan radikal bebas, menghambat enzim yang mengaktifkan karsinogen sekaligus merangsang enzim yang menetralkan zat karsinogen.
Buah-buah dan sayuran yang mengandung phytokimia di antaranya bayam, kangkung, brokoli, sawi, kacang-kacangan, tomat, pepaya, anggur, jeruk, wortel, dan lain-lain.
Buah-buahan biasanya dikonsumsi segar. Sayuran diolah dengan cara dimasak dengan sedikit air (ditumis) maupun berupa masakan berkuah misalnya sup. Cara lain yang banyak dilakukan akhir-akhir ini yaitu dalam bentuk jus.
Bagi yang sibuk, membeli jus di kedai makanan dan minuman lebih praktis bila dibandingkan dengan membuatnya sendiri di rumah. Namun, bila ditelaah lebih lanjut, membuat jus tidak memerlukan keterampilan khusus karena proses pembuatannya sangat sederhana. Kombinasi berbagai macam buah dan sayur akan menjadikan jus kelihatan menarik. Selain itu, kombinasi tersebut akan menambah khasiat jus itu sendiri. Mengkonsumsi jus lebih menguntungkan dibanding dengan menyantap buah potong. Dengan mengonsumsi jus, asupannya relatif bisa lebih banyak dengan demikian manfaatnya pun lebih besar.

Berikut disampaikan tips untuk menyiapkan jus:
• Untuk jus sebaiknya dipilih buah segar, matang dan belum lama disimpan agar mendapatkan jus yang enak dan bermanfaat bagi tubuh.
• Jus sebaiknya diminum sesegera mungkin setelah jadi, sebelum kandungan vitamin larut airnya rusak oleh oksigen, cahaya ataupun panas.
• Untuk pemanis sebaiknya menggunakan madu atau gula merah.
• Warna buah-buahan untuk jus akan lebih cemerlang dan tidak berubah warnanya bila dicampur dengan sedikit air jeruk lemon atau nipis.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

BAHAN TAMBAHAN MAKANAN YANG AMAN



Daftar Bahan Tambahan Makanan yang Aman
Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah suatu bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan dengan maksud dan tujuan tertentu. BTP sebenarnya merupakan bagian dari bahan [[[Pbaku pangan, tetapi ditambahkan ke dalam pangan untuk memengaruhi sifat atau bentuk pangan. Yang termasuk antara lain bahan pewarna, pengawet, penyedap rasa, bahan antigumpal, bahan pemucat dan pengental.

Di dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/88 dijelaskan bahwa BTP adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan ingredien khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi pada pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, penyimpanan atau pengangkutan makanan untuk menghasilkan atau diharapkan menghasilkan suatu komponen atau mempengaruhi sifat khas makanan tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari BTP sudah digunakan secara oleh masyarakat, termasuk dalam pembuatan makanan jajanan. Dalam prakteknya masih banyak produsen pangan yang menggunakan bahan tambahan yang beracun atau berbahaya bagi kesehatan yang sebenarnya tidak boleh digunakan dalam makanan. Halini disebabkan karena ketidaktahuan produsen pangan, baik mengenai sifat-sifat dan keamanan maupun mengenai peraturan tentang BTP. Karena pengaruh terhadap kesehatan umumnya tidak langsung dapat dirasakan atau dilihat, maka produsen seringkali tidak menyadari penggunaan BTP yang tidak sesuai dengan peraturan.

Berikut ini adalah bahan tambahan pangan yang aman menurut SK Menkes no.722/Menkes/Per/IX/88:
1. Pengawet Makanan
  • Asam benzoate sebanyak 1 g per 1 kg adonan.
  • Sodium benzoate sebanyak 1 g per 1 kg adonan.
  • Asam propionate sebanyak 3 g per 1 kg adonan (untuk roti).
  • Belerang dioksida sebanyak 500 mg per 1 kg adonan.
2. Pewarna Makanan
  • Ponceau 4 R untuk pewarna saus sambal dengan dosis 300 mg per 1 kg makanan atau 70 mg per 1 kg minuman. Merah allura/allura red dengan dosis 70 mg per 1 kg makanan atau 300 mg per 1 kg adonan.
  • Erytrosine dengan dosis 300 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Kuning FCF.
  • Sunset Yellow.
3. Pemanis
  • Sakarin dengan dosis 2,5 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Sodium siklamat dengan dosis 11 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Aspartam dengan dosis 40 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Sorbitol (digunakan untuk penderita diabetes dan orang yang membutuhkan kalori rendah).
4. Penyedap Rasa dan Aroma
  • MSG (mono sodium glutamate) micin/vetsin dengan dosis 120 mg per kg berat badan per hari.
5. Pemutih dan Pematang Tepung
  • Asam askorbat/ascorbic acid/vitamin C dosis 200 mg per kg berat badan per hari.
  • Aseton perioksida secukupnya.
6. Pengental
  • Pectin dosis 10 g per kg (ada 2 macam pectin apple dan pectin citrus).
  • Gelatin dosis 5 mg per kg.
  • CMC/Carboxy Methyl Cellulose.
7. Antioksidan
  • Asam ascorbat/Ascorbic acid/vitamin C dosis 500 mg per kg untuk produk daging.
  • BHT dosis 200 mg per kg sebagai antitengik untuk minyak goreng.
  • TBHQ dosis antitengik untuk minyak goreng.

Kamis, 09 Juni 2011

BAHAN PEWARNAAN MAKANAN


Bahan pewarna makanan terbagi dalam dua kelompok besar yakni pewarna alami dan pewarna buatan. Di Indonesia, peraturan mengenai penggunaan zat pewarna yang diizinkan dan dilarang untuk pangan diatur melalui SK Menteri Kesehatan RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 mengenai bahan tambahan pangan. Akan tetapi seringkali terjadi penyalahgunaan pemakaian zat pewarna untuk sembarang bahan pangan, misalnya zat pewarna untuk tekstil dan kulit dipakai untuk mewarnai bahan pangan. Hal ini jelas sangat berbahaya bagi kesehatan karena adanya residu logam berat pada zat pewarna tersebut. Timbulnya penyalahgunaan tersebut antara lain disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat mengenai zat pewarna untuk pangan, dan disamping itu harga zat pewarna untuk industry jauh lebih murah dibandingkan dengan harga zat pewarna untuk pangan. Hal ini disebabkan bea masuk zat pewarna untuk bahan pangan jauh lebih tinggi daripada zat pewarna bahan non pangan. Lagipula warna dari zat pewarna tekstil atau kulit biasanya lebih menarik.
Pewarna alami diperoleh dari tanaman ataupun hewan yang berupa pigmen. Beberapa pigmen alami yang banyak terdapat di sekitar kita antara lain: klorofil (terdapat pada daun-daun berwarna hijau), karotenoid (terdapat pada wortel dan sayuran lain berwarna oranye-merah). Umumnya, pigmen-pigmen ini bersifat tidak cukup stabil terhadap panas, cahaya, dan pH tertentu. Walau begitu, pewarna alami umumnya aman dan tidak menimbulkan efek samping bagi tubuh (Anonim, 2008)
Pewarna buatan untuk makanan diperoleh melalui proses sintesis kimia buatan yang mengandalkan bahan-bahan kimia, atau dari bahan yang mengandung pewarna alami melalui ekstraksi secara kimiawi. Beberapa contoh pewarna buatan yaitu :
  • Warna kuning : tartrazin, sunset yellow
  • Warna merah : allura, eritrosin, amaranth.
  • Warna biru : biru berlian
Tabel : Pembagian pewarna sintetis berdasarkan kemudahannya larut dalam air.
No
Pewarna Sintetis
Warna
Mudah larut di air
1
Rhodamin B
Merah
Tidak
2
Methanil Yellow
Kuning
Tidak
3
Malachite Green
Hijau
Tidak
4
Sunset Yelow
Kuning
Ya
5
Tatrazine
Kuning
Ya
6
Brilliant Blue
Biru
Ya
7
Carmoisine
Merah
Ya
8
Erythrosine
Merah
Ya
9
Fast Red E
Merah
Ya
10
Amaranth
Merah
Ya
11
Indigo Carmine
Biru
Ya
12
Ponceau 4R
Merah
Ya

Kelebihan pewarna buatan dibanding pewarna alami adalah dapat menghasilkan warna yang lebih kuat dan stabil meski jumlah pewarna yang digunakan hanya sedikit. Warna yang dihasilkan dari pewarna buatan akan tetap cerah meskipun sudah mengalami proses pengolahan dan pemanasan, sedangkan pewarna alami mudah mengalami degradasi atau pemudaran pada saat diolah dan disimpan. Misalnya kerupuk yang menggunakan pewarna alami, maka warna tersebut akan segera pudar ketika mengalami proses penggorengan.
Proses pembuatan zat warna sintetis biasanya melalui perlakuan pemberian asam sulfat atau asam nitrat yang sering kali terkontaminasi oleh arsen atau logam berat lain yang bersifat racun. Pada pembuatan zat pewarna organic sebelum mencapai produk akhir,harus melalui suatu senyawa antara dulu yang kadang-kadang berbahaya dan sering kali tertinggal dalam hal akhir, atau berbentuk senyawa-senyawa baru yang berbahaya. Untuk zat pewarna yang tidak boleh ada.
Zat warna yang akan digunakan harus menjalani pengujian dan prosedur penggunaannya, yang disebut proses sertifikasi. Proses sertifikasi ini meliputi pengujian kimia, biokimia, toksikologi, dan analisis media terhadap zat warna tersebut.