Kanker servik jadi pembunuh wanita

Tahukah Anda, bahwa dalan setiap jam wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks atau lebih dikenal dengan kanker mulut rahim. Bahkan dalam setiap menit wanita di seluruh dunia meninggal karna kanker yang mematikan ini.

Beda Hormon LH dan FSH

FSH dan LH yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis anterior, sebuah kelenjar kecil yang hadir di bagian bawah otak. FSH pada dasarnya menyebabkan pematangan sel telur di dalam folikel dalam tubuh wanita.

Manfaat Bawang Putih

Khasiat atau manfaat bawang putih ternyata tidak hanya untuk menyedapkan atau sebagai bumbu masakan saja, namun ternyata banyak hal lain yg dapat di manfaatkan dari bawang puth tersebut terutamanya untuk dunia kesehatan.

Toko Kayumanis

Selamat datang di Toko Kayumanis version Online Shop Kami menjual T-shirt, kaos oblong dan jaket T-shirt, kaos oblong dan jaket yang kami jual menggunakan bahan yang berkualitas tinggi, kelebihan dari T-shirt, kaos oblong dan jaket di Toko kami dapat anda tentukan sendiri desainnya, pola ataupun grafisnya sesusai keinginan anda sehingga dapat dipastikan tidak ada T-shirt, kaos oblong dan jaket dari Toko kami yang mempunyai motif yang sama.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 19 November 2011

Nilai rujukan / nilai normal pemeriksaan kimia klinik

Nilai Normal Laboratorium Patologi Klinik catatan : Nilai dapat berbeda sesuai dengan metode, reagen dan alat yg digunakan dalam melakukan pemeriksaan lab. Pria

Hematologi Jenis Spesimen :
darah Darah Lengkap Eritrosit : 4.5 – 5.9 (4.5 – 5.5) (juta/ul)
Haemoglobin (Hb) : 13.5 – 17.5 (13 – 16) (g/dl)
Hematokrit (Ht) : 41.0 – 53.0 (40 – 54) (%)
Trombosit : 150.000 – 440.000 (150.000 – 400.000) (/ul)
Leukosit : 4.000 – 11.000 (5.000 – 10.000) (/ul)
Laju Endap Darah (LED) : 0 – 10 (mm/jam)

Diff count / Hitung Jenis Leukosit
Basofil : 0 – 1 (%)
Eosinofil : 1 – 3 (%)
Batang : 2 – 6 (%)
Segmen : 50 – 70 (%)
Limfosit : 20 – 40 (%)
Monosit : 2 – 8 (%)

Urinalisa Jenis Spesimen :
urine midstream / porsi tengah Urine Lengkap
Warna : kuning
Kejernihan : jernih
Glukosa : negatif
Bilirubin : negatif
Keton : negatif
Berat jenis : 1.005 – 1.030 (1.003 – 1.030)
Darah samar : negatif
pH : 4.5 – 8.0 (5 – 8)
Protein : negatif
Urobilinogen : 0.1 – 1.0 (EU/dl)
Nitrit : negatif
Esterase leukosit : negatif
Sedimen Leukosit : 0 – 5 (0 – 3)(/ LPB)
Eritrosit : 0 – 1 (/LPB)
Silinder : negatif (/LPK)
Epitel :  =<10 (/LPB)
Kristal : negatif
Lain-lain : negatif


Kimia
Darah Glukosa N : 80 – 100 (mg/dl)
Glukosa PP : =<140 (mg/ dl)
Glukosa S : < 120 (mg/dl)
Kolesterol total : < 200 (mg/ dl)
Trigliserida : < 150 (mg/dl)
HDL – Kolesterol : > 55 (mg/ dl)
LDL – kolesterol : < 150 (mg/ dl)
Ureum : 15 – 40 (mg/dl)
Kreatinin : 0.5 – 1.5 (mg/dl)
Asam urat : 3.4 – 7.0 (mg/dl)
Bilirubin total : 0.2 – 1 (mg %)
Bilirubin direk : 0 – 0.2 (mg %)
Bilirubin indirek : 0.2 – 0.8 (mg %)
SGOT : 5 – 40 (u/l) SGPT : 5 – 40 (u/l)
Alkali Fosfatase : 45 – 190 (iu/l)
Gamma GT : 6 – 28 (mu/ml)
Protein total : 6.1 – 8.2 (gr %)
Albumin : 3.8 – 5.0 (gr %)
Globulin : 2.3 – 3.2 (gr %)

Imunologi dan Serologi
Widal Salmonella typhy Salmonella paratyphy A Salmonella paratyphy B Salmonella paratyphy C VDRL : negatif
HbSAg Anti Hbs
RF : < 8 (lu/dl)
CRP : < 0.8 (Mg/dl)
ASTO : < 200 (lu/dl)

Wanita

Hematologi
Jenis Spesimen :
darah Darah Lengkap
Eritrosit : 4 – 5 (juta/ul)
Haemoglobin (Hb) : 12 – 15 (g/ dl)
Hematokrit (Ht) : 36 – 47 (%)
Trombosit : 150.000 – 400.000(/ul)
Leukosit : 5.000 – 10.000(/ ul)
Laju Endap Darah (LED) : < 15 (mm/jam)

Diff count / Hitung Jenis Leukosit
Basofil : 0 – 1 (%)
Eosinofil : 1 – 3 (%)
Batang : 2 – 6 (%)
Segmen : 50 – 70 (%)
Limfosit : 20 – 40 (%)
Monosit : 2 – 8 (%)

Urinalisa Jenis Spesimen :
urine midstream / porsi tengah Urine Lengkap
Warna : kuning
Kejernihan : jernih
Glukosa : negatif
Bilirubin : negatif
Keton : negatif
Berat jenis : 1.003 – 1.030
Darah samar : negatif
pH : 5 – 8
Protein : negatif
Urobilinogen : 0.1 – 1.0 (EU/dl)
Nitrit : negatif
Esterase leukosit : negatif
Sedimen Leukosit : 0 – 3 (/LPB)
Eritrosit : 0 – 1 (/LPB)
Silinder : negatif (/LPK)
Epitel : =<10 (/LPB)
Kristal : negatif
Lain-lain : negatif

Kimia
Darah Glukosa N : 80 – 100 (mg/dl)
Glukosa PP : 100 - 120 (mg/ dl)
Glukosa S : < 150 (mg/dl)
Kolesterol total : < 200 (mg/ dl)
Trigliserida : < 150 (mg/dl)
HDL – Kolesterol : > 65 (mg/ dl)
LDL – kolesterol : < 150 (mg/ dl)
Ureum : 15 – 40 (mg/dl)
Kreatinin : 0.5 – 1.5 (mg/dl)
Asam urat : 2.4 – 5.7 (mg/dl)
Bilirubin total : 0.2 – 1 (mg %)
Bilirubin direk : 0 – 0.2 (mg %)
Bilirubin indirek : 0.2 – 0.8 (mg %)
SGOT : 5 – 40 (u/l)
SGPT : 5 – 41 (u/l)
Alkali Fosfatase : 45 – 190 (iu/l)
Gamma GT : 4 – 18 (mu/ml)
Protein total : 6.1 – 8.2 (gr %)
Albumin : 3.8 – 5.0 (gr %)
Globulin : 2.3 – 3.2 (gr %)
Imunologi dan Serologi Widal Salmonella typhy Salmonella paratyphy A Salmonella paratyphy B Salmonella paratyphy C VDRL : negatif HbSAg Anti Hbs
RF : < 8 (lu/dl)
CRP : < 0.8 (Mg/dl)
ASTO : < 200 (lu/dl)

Jumat, 18 November 2011

Pemeriksaan Gambaran Darah (Blood Film)


Prinsip : Setetes darah dipaparkan diatas objek glass lalu dicat dan

diperiksa dibawah mikroskop.

Tujuan : Untuk mengetahui gambaran atau keadaan sel-sel darah

seseorang.

Reagensia : - Giemsa

- Methanol absolute

- Buffer pH 6,4

Sampel : Darah vena + EDTA

Cara kerja :

Pembuatan Sediaan Apus

  1. Satu tetes darah diteteskan pada salah satu ujung objek glass.
  2. Kaca preparat diletakkan dengan sudut 30º-40º terdapat tetesan tadi.
  3. Kemudian ditarik kaca penggeser kebelakang hingga menyentuh tetesan darah dan biarkan menyebar pada tepinya.
  4. Dengan gerakan yang mantap, didorong kaca penggeser ke depan sehingga terbentuk hapusan darah dan dibiarkan kering di udara.

Pengecatan Giemsa

  1. Sediaan apus diletakkan pada rak pengecatan dengan sikap horizontal.
  2. Sediaan apus difiksasi dengan methanol absolute selama 2 – 5 menit.
  3. Sediaan apus digenangi dengan cat giemsa yang telah diencerkan yaitu :

Pengenceran giemsa

Buffer pH 6,4

Waktu pengenceran

1 tetes

1 cc

20 – 30 menit

2 tetes

1 cc

10 – 15 menit

  1. Sisa cat warna giemsa dibilas langsung dengan air mengalir.
  2. Dikeringkan dengan posisi vertikal.
  3. Sediaan siap diperiksa.

Pemeriksaan sediaan hapus

  1. Pemeriksaan sediaan hapus dilakukan pada bagian yang tipis.
  2. Mula–mula dengan lensa objektif 10x amati penyebaran yang merata secara menyeluruh lalu diganti lensa objektif 40x.
  3. Setelah diganti lensa objektif 100x amati gambaran darah yang ada pada sediaan hapus darah.
Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Kamis, 17 November 2011

Pemeriksaan Malaria


Tujuan : Untuk mengetahui ada tidaknya morfologi dari plasmodium malaria.

Peralatan : - Objek glass

- Rak pengecat

Reagensia : - Giemsa

- Methanol absolute

Sampel : - Darah

- Darah vena+antikoagulan EDTA

Cara kerja :

Sediaan darah tebal

1. Satu tetes darah diteteskan diatas objek glass.

2. Diambil objek glasss yang lain, tempelkan ujungnya pada tetesan darah dan lebarkan berlawanan arah jarum jam sampai diameter = 1cm.

3. Preparat dibiarkan kering, kemudian lakukan pewarnaan dengan larutan giemsa dengan pengenceran 4 : 1 (4 tetes giemsa : 1 cc aquadest) selama 3- 5 menit.

Sediaan darah tipis

  1. Satu tetes darah diteteskan pada salah satu ujung objeck glass.
  2. Kaca penggeser diletakkan dengan sudut 30º - 40º terdapat tetesan tadi.
  3. Kemudian ditarik kaca penggeser ke belakang hingga menyentuh tetesan darah dan biarkan menyebar pada tepinya.
  4. Dengan gerakan yang mantap didorong kaca penggeser ke depan sehingga terbentuk hapusan darah.
  5. Preparat dibiarkan kering, difiksasi dengan methanol selama ± 1 menit, kemudian lakukan pewarnaan dengan larutan giemsa dengan pengenceran 4 : 1 (4 tetes giemsa : 1 cc aquadest).
Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Rabu, 16 November 2011

Masa Pembekuan (Cloting Time)


Metode : Slide

Prinsip : Tetesan darah pada objek glass, kemudian hitung

masa pembekuan.

Tujuan : Untuk menguji faktor pembekuan darah (hemostasis) yang meliputi kemampuan

membekunya darah dalam persiapan operasi

langsung.

Peralatan : - Lanset

- Kapas Alkohol

- Objek Glass

Sampel : Darah

Cara kerja :

1. Ujung jari dibersihkan dengan kapas alkohol, tusuk jari dengan lanset/ jarum.

2. Darah yang keluar diteteskan pada objek glass.

3. Tiap 30 detik, angkat tetesan dengan ujung jarum sampai terlihatnya benang fibrin.

Pembacaan : Masa pembekuan dimulai saat terlihatnya benang fibrin

Harga normal : 2- 6 menit


Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Selasa, 15 November 2011

Masa Perdarahan (Bleeding Time)


Metode : Duke

Prinsip : Pemeriksaan ini menilai faktor hemostasis yang

letaknya ekstravaskuler yang dipengaruhi oleh

keadaan dinding kapiler dan trombosit baik

jumlah maupun kelainan fungsi.

Tujuan : Untuk menguji factor hemostasis yang meliputi

ketahanan dinding kapiler dan fungsi trombosit

dalam operasi persiapan orang.

Peralatan : - Pinset

- Tissue

- Stopwatch

Bagian yang diperiksa : Anak daun telinga

Cara kerja :

1. Bagian anak daun telinga dibersihkan dengan kapas alkohol lalu dibiarkan kering.

2. Pinggir anak daun telinga ditusuk dengan lanset/ jarum selama kurang lebih 3mm.

3. Jika terlihat darah mulai keluar, hidupkan stopwatch.

4. Tetesan darah yang keluar diusap tiap 30 detik dengan memakai tissue. Jagalah jangan sampai menekan kulit pada saat mengusap darah.

5. Stopwatch dihentikan pada saat darah keluar lagi dan catat waktunya.

6. Harga normal : 2- 5 menit.


Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Senin, 14 November 2011

Pemeriksaan Golongan Darah



Metode : Objek Glass

Prinsip : Adanya aglutinogen dalam sel darah merah dan

aglutinin dalam plasma yang sesuai dapat

menyebabkan aglutinasi.

Tujuan : Untuk mengetahui jenis golongan seseorang atau

jenis aglutinogen dalam darah seseorang.

Peralatan : - Objek Glass

- Batang Pengaduk

Reagensia : -Antisera A -Antisera AB

-Antisera B -Antisera D/Rhesus

Sampel : Darah vena+ antikoagulan EDTA

Cara kerja :

1. Antisera A,B,AB dan D diteteskan pada objek glass yang bersih dan bebas lemak.

2. Antisera tersebut ditambahkan masing- masing satu tetes darah pasien.

3. Dicampurkan dengan menggunakan ujung batang pengaduk hingga homogen.

4. Objek glass digoyangkan dengan gerakan melingkar selama 2 menit.

5. Diperhatikan adanya aglutinasi dengan mata dan untuk memastikannya dengan mikroskop.

Pembacaan :

Antisera A

Antisera B

Antisera AB

hasil

_

_

_

O

+

_

+

A

_

+

+

B

+

+

+

AB

Keterangan : ( + ) Aglutinasi

( - ) Tidak Aglutinasi


Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Minggu, 13 November 2011

Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED)



Metode : Westergren

Prinsip : Laju Endap Darah adalah mengukur kecepatan pengendapan sel darah merah dalam plasma, satuannya mm/jam.

Tujuan : Untuk mengetahui nilai LED dalam sampel darah.

Peralatan : -Pipet Westergren

-Rak Westergren

Reagensia : Nacl 0,85%

Sampel : Darah + Antikoagulan

Cara Kerja :

1. Darah yang telah dicampur EDTA diencerkan dengan larutan NaCl 0,85% dengan perbandingan 4 : 1.

2. Darah dan NaCl dicampurkan, kemudian dihisap campuran tersebut dengan pipet westergren sampai tanda 0.

3. Pipet diletakkan di rak dan dihindarkan dari getaran dan sinar matahari langsung.

4. Kemudian dibaca tepat selama 1 jam.

Nilai normal : Pria : 0- 10 mm/jam

Wanita : 0- 20 mm/jam

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Sabtu, 12 November 2011

Prosedur Pemeriksaan Hematokrit (Ht)



Metode : Mikro Hematokrit

Prinsip : Nilai Hematokrit adalah volume eritrosit dalam darah keseluruhan yang dipisahkan dari plasma dengan pemutarannya didalam tabung khusus dan nilainya dinyatakan dalam persen (%).

Tujuan : Untuk mengetahui nilai hematokrit didalam darah.

Peralatan : - Tabung mikrokapiler

- Centrifuge mikro hematokrit

- Dempul

- Reading Device

Sampel : - Darah

- Darah+ Antikoagulan EDTA

Cara Kerja :

1. Tabung mikrokapiler diisi dengan darah sampai 3/4 tabung kemudian ujungnya ditutup dengan dempul.

2. Tabung mikrokapiler tersebut diputar dengan kecepatan 10.000 rpm selama 10 menit.

Cara pembacaan : Tabung kapiler diletakkan pada bagian atas dari plasma ditetapkan dengan angka 100%. Tingginya eritrosit dicatat sebagai nilai hematrokit dalam satuan persen (%).

Nilai normal : Pria : 40- 54%

Wanita : 37- 47%


Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan