Sabtu, 12 Maret 2011

imunologi kanker

Selama dekade terakhir ini perkembangan imunologi berjalan sangat pesat sesuai dengan kemajuan teknologi. Segala sesuatu yang tidak dapat diterangkan dalam dunia kedokteran
sekarang dicoba untuk dihubungkan dengan gangguan sistem imun manusia. Dugaan ini menyebabkan dilakukannya berbagai penelitian di bidang imunologi yang menghasilkan
banyak temuan yang menyokong adanya keterlibatan sistem imun dan etiologi dan patogenesis berbagai kelainan yang terjadi. Dalam onkologi telah pula dikembangkan cabang ilmu imunologi kanker. Sebenarnya ilmu ini mulai berkembang sejalan dengan berkembangnya imunologi transplantasi, yang menganggap sel kanker sebagai benda asing yang berimplantasi ke tubuh dan menimbulkan reaksi imunologis.
Sesuai dengan apa yang dinyatakan Paul Ehrlich dalam hipotesanya yang menyebutkan bahwa neoplasma ganas adalah bersifat antigenik yang dikenal sebagai benda asing oleh pejamu, sel kanker dikenal sebagai nonself dan sel normal dikenal sebagai self.
Beberapa dugaan adanya keterlibatan sistim imun dalam kanker antara lain sebagai berikut: Regresi spontan kanker, melanoma yang sembuh sendiri, regresi metastasis setelah reseksi neoplasma primer, regresi kanker setelah dosis nonsitotoksik kemoterapi, munculnya kembali metastasis setelah periode laten yang lama, kegagalan sel kanker yang bersirkulasi dalam darah untuk membentuk daerah metastasis, infiltrasi kanker oleh sel mononuklear, insidensi kanker yang lebih tinggi pada penderita imunodefisiensi, setelah imunosupresi klinis, dan peningkatan kejadian keganasan pada usia tua. Sedangkan pembuktian secara klinis pada hewan
dilakukan oleh Gross yang mendapatkan bahwa tikus yang mendapat imunisasi bahan sel kanker
ternyata menolak menerima transplantasi sel kanker yang sama sedangkan yang tidak mendapat imunisasi mengalami pertumbuhan kanker. Sedang Prehn dan Main melaporkan pengguna Methylcholantrene untuk merangsang terjadinya fibrosarcoma. Mereka mengamati tikus yang diimunisasi dengan sel kanker yang ditransplantasikan lagi ternyata tidak dapat tumbuh, sedangkan bila dilakukan imunisasi dengan sel normal ternyata tidak menimbulkan kekebalan terhadap kanker tersebut.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

0 komentar: