Jumat, 06 Mei 2011

NUKLEUS / INTI SEL

A. STRUKTUR NUKLEUS
-. Dibungkus selaput inti : lapis ganda membran.
-. Selaput inti ditembus oleh porus inti, utk lewat makromolekul yg disinthesis inti keluar à sitoplasma.
-. Bentuk bulat dg diameter 60 nm.
-. Letaknya tgt jenis sel ( sel kolumner di basal, sel otot di tepi, leukosit di tengah ).
-. Warna biasanya tercat gelap dg zat warna basofil.
B. Fungsi Nukleus :
Mengandung DNA dlm btk garis-garis gen.
Gen menentukan sifat organisme.
Kromosom : kelompok gen & protein yg terpisah.
Inti mengandung kariotipe tubuh seluruhnya, t.d. 46 kromosom.
Tidak semua gen terletak dlm kromosom inti.
STRUKTUR NUKLEUS
INTI DALAM STADIUM INTERFASE ( Tidak sedang membelah ) :
      1. Membran Inti.
      2. Karioplasma = Matriks inti
      3. Kromatin
      4. Nukleolus / Anak inti.

C. STRUKTUR HALUS INTI :
  1. MEMBRAN INTI = SELAPUT INTI :
-. Tebal selaput : 7 – 8 nm.
-. Mengandung pori = 3 – 40 pori / um2.
-. Diameter pori = 60 nm.
-. Makromolekul ( rRNA, tRNA, mRNA ) keluar ke sitoplasma lewat pori ini.
-. Membran luar sering berlanjut ke RE kasar.
-. Membran dalam punya filamen pelekat kromatin & struktur lainnya.
  1. Matriks Inti :
-. Bentuk & fungsi Inti diatur oleh matriks Inti.
-. Letaknya antara selaput inti & Kromatin.
-. Mengandung campuran protein ( matriks protein inti ).
-. Protein inti mungkin mengatur fungsi inti : Replikasi DNA, Transkripsi, Metabolisme post transkripsi, dan Transport RNA
3. Kromatin :
-. Dalam matriks nukleoplasma tdpt. bahan fibrosa yg disebut kromatin.
-. Serat Kromatin diameternya 20 nm, t.a. daerah DNA halus diselingi oleh nukleosom.
-. DNA berpilin dlm serat kromatin tsb, satu kromatin memanjang mengandung 30 DNA.


STRUKTUR KROMOSOM

Kromatin t.a. banyak nukleosom yng tersusun seperti manik-manik.
Tiap nukleosom diameter 10 nm, t.a. uliran erat DNA dari 146 pasang basa membungkus inti oktamer histon
Kondensasi nukleosom :
Nukleosom membtk serat tipis, tersusun uliran heliks diameter 30 nm, tiap ulir = 6 nukleosom.
Uliran tingkat tinggi :
Serat nukleosom 30 nm, tersusun jadi uliran TK tinggi ( uliran kromomer ).
Uliran serat yg padat berseling dg uliran kurang padat.
Massa uliran yg padat dari serat 30 nm, berulir lagi menjadi kromatid tunggal kromosom berulir.
Kromosom berulir menyusun kromosom padat.
Pd interfase kromosom berwujud sbg heterokromatin (basofilik) & eukromatin ( tercat pucat ).
Pd waktu sel mulai membelah / setelah sintesis / replikasi DNA benang-benang kromatin memadat & gelap.
Normal ditemukan heterokromatin pd wanita,sedang pd pria tidak, sbg kromatin seks ( badan Barr ), pasangan kromosom X
Studi kromosom dg induksi sel utk membelah, kemudian stop selama metafase.
Mitosis dpt diinduksi dg Fitohemaglutinin, utk stop pd metafase dengan kolkisin.
Utk memecah sel dg merendam pd larutan hipotonis, kemudian digencet pd objek glass dengan dekglass à kmdn dipulas.
Jenis kromosom pd seseorang disebut sbg kariotipe.
NUKLEOLUS
Dg ME nukleolus dibedakan :
  1. Granula dg diameter 12 – 15 nm, RNA, & Protein.
  2. Fibril dg diameter 5 nm, Ribonukleoprotein.
  3. Kromatin perifer sekitar nukleolus
Nukleolus tidak dibatasi membran, bebas dlm karioplasma.

STRUKTUR :
Letak di tengan inti, satu – dua buah.
Jelas pd interfase, hilang selama metafase, muncul lagi saat telofase.
Unsur fibriler : masa fibril, diameter merupakan garis DNA pengatur anak inti.
Unsur granuler : sekelompok granula 15 nm, t.a. rRNA.

FUNGSI NUKLEOLUS
Sintesa rRNA
rRNA dibuat partikel protein ribonuklear ( balon ribosom )
à diangkut melalui pori inti ke sitoplasma.
Di Sitoplasma ribosom berikatan pd membran RE kasar atau Polisom.


SENTRIOL

STRUKTUR :
Silindris, diameter 0,15 um, p = 0,4 um.
Terdiri mikrotubul, letak dekat inti, atau apparatus Golgi.
Sel interfase mempunyai 2 buah sentriol.
Fungsi sentriol sbg pusat pengorganisasian mikrotubul dlm mitosis à membtk replika.
Sentriol kemudian berpisah à membtk sentriol baru ( prosen-triol ) à mikrotubul berkembang pd prosentril à anak sentriol.
Sentriol dpt bereplikasi à ke permukaan sel à membtk badan basal ( kinetosom ) à dari sini tumbuh silia, atau flagellum.

SILIUM & FLAGELLUM.
Struktur motil pd permukaan sel, ( epitelium ).
P = 5 – 10 um, dg diameter 0,3 – 0,5 um.
Potongan melintang sbg sepasang mikrotubul, dikelilingi membran.
Potongan melintang pd dasar silia : sepasang mikrotubul dike-lilingi sembilan pasang mikrotubul, yg searah sumbu panjang.
Berkas tubul dg pola 9 + 2 disebut “ aksonema “
Silia tertanam pd badan basal.
Sel bersilia memiliki banyak silia dg panjang 2 – 10 um
Sel berflagela umumnya hanya sati flagella 100 – 200 um.

MIKROVILLI
Tonjolan pd permukaan sel, banyak / sedikit tgt fungsi sel ( sel absorbtif banyak ), misal epitel usus, epitel tubulus proksimal renalis.
Mikrovili ditutupi selubung “ glikokaliks “ mengandung “ glikoprotein “
Kompleks glikokaliks & mikrovilli disebut “ brush border “ atau “ Striated “
Mikrovilli merupakan perluasan dari sitoplasma yang ditutupi membran, berfungsi memperluas permukaan sel

BENDA INKLUSI ( INKLUSION BODIES )
Merupakan penimbunan benda mati dari : metabolit, produk sel, materi dari luar à meliputi :
  1. Makanan simpanan.
  2. Pigmen.
  3. Bahan ber bentuk kristal
Lemak :
Disimpan dlm jaringan ikat à membtk jaringan lemak.
Dpt pula di Hepatosit, Miosit, sel korteks adrenal.
Karbohidrat :
Ditimbun sbg glikogen.
Pigmen :
Eksogen : dibtk di luar tubuh ( karoten, debu, karbon, Pb, Ag, bahan tato )
Endogen : dibtk oleh tubuh : Melanin, Hb, Hemosiderin, Lipofushin, Bilirubin.

SIKLUS & PEMBELAHAN SEL
Masa antara Mitosis dan Interfase : Siklus sel.
Replikasi DNA selama interfase ( tak tampak pembelahan sel )

SIKLUS SEL DIBAGI 2 TAHAP :
  1. Mitosis : ada 4 fase à profase, metafase, anafase, telofase.
  2. Interfase : G1 ( prasintesis ), S ( sintesis DNA ), dan G2 ( pasca duplikasi DNA ).
Sinthesis & Replikasi DNA, sentriol, terjadi pd fase S.
Fase G1 : sintesis RNA & Protein à pulihnya volume sel.
Aktifitas siklus sel dpt tertunda sementara atau berhenti sama sekali à sel dlm keadaan fase G0.
Fase G2 terjadi produksi & akumulasi energi ( untuk mitosis & sintesis tubulin )

DEFERENSIASI SEL
Perkembangan ovum yg telah dibuahi, à membelah à membentuk sel seluruh tubuh.
Semua inti sel mempunyai perangkat kromosom ( genom ) idektik, tetapi . . . . Mengapa mereka tidak menghasilkan protein yg sama ?, dan mengapa mereka mempunyai fungsi yg tidak sama ?
Bukti menunjukkan bahwa sel yg telah berkembang jauh tidak semua gen dapat diekspresikan.
Karena adanya genom yang ditekan sehingga tidak terekspresi.

SINTESIS PROTEIN
Pd RE kasar terdpt Ribosom, yg berfungsi sbg tempat terjadinya ikatan peptida antar AA secara beraturan, mengikuti kodon dalam mRNA.
Ribosom sendiri terikat pd mRNA, sbg tempat cetakan polipep-tida / protein.
Sinthesis polipeptida melibatkan tRNA sbg pembawa AA.
tRNA punya dua tempat penting y.i. untuk melekatnya AA dan lainnya mengandung antikodon yang menjadi pasangan basa komplementer dari kodon triplet pada mRNA.
Ribosom bergerak sepanjang mRNA, à tRNA akan membaca / menterjemahkan / translate bahasa kodon triplet pada mRNA.
Setelah terjadi ikatan peptida AA satu dg AA berikutnya tRNA melepaskan diri dan siap mengambil AA yag lainnya.
Proses pembacaan kodon triplet akan terus berjalan sampai berakhir pada kodon stop.
Akhirnya tersusun polipeptida dengan urutan asam amino tertentu sesuai dengan kodon triplet pada mRNA.
mRNA setelah memindahkan polipeptida dpt menetap dan terus mencetak polipeptida berikutnya atau mengalami degradasi.
rRNA, tRNA, & mRNA sitranskrip dari DNA inti sel kemudian masuk ke sitoplasma.
Polipeptida yg terbtk akan disalurkan melalui saluran RE kasar, kemudian diteruskan ke Apparatus Golgi.
Di App. Golgi polipeptida dpt mengalami pemekatan, ditambah KH, Lipid, dan akhirnya keluar sbg vesikel / butir sekresi.
Butir sekresi disimpan atau dilepas ( eksositosis ).

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan
Reaksi:

0 komentar: