Jumat, 10 Juni 2011

BAHAN TAMBAHAN MAKANAN YANG AMAN



Daftar Bahan Tambahan Makanan yang Aman
Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah suatu bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan dengan maksud dan tujuan tertentu. BTP sebenarnya merupakan bagian dari bahan [[[Pbaku pangan, tetapi ditambahkan ke dalam pangan untuk memengaruhi sifat atau bentuk pangan. Yang termasuk antara lain bahan pewarna, pengawet, penyedap rasa, bahan antigumpal, bahan pemucat dan pengental.

Di dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/88 dijelaskan bahwa BTP adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan ingredien khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai nilai gizi, yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi pada pembuatan, pengolahan, penyiapan, perlakuan, pengepakan, pengemasan, penyimpanan atau pengangkutan makanan untuk menghasilkan atau diharapkan menghasilkan suatu komponen atau mempengaruhi sifat khas makanan tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari BTP sudah digunakan secara oleh masyarakat, termasuk dalam pembuatan makanan jajanan. Dalam prakteknya masih banyak produsen pangan yang menggunakan bahan tambahan yang beracun atau berbahaya bagi kesehatan yang sebenarnya tidak boleh digunakan dalam makanan. Halini disebabkan karena ketidaktahuan produsen pangan, baik mengenai sifat-sifat dan keamanan maupun mengenai peraturan tentang BTP. Karena pengaruh terhadap kesehatan umumnya tidak langsung dapat dirasakan atau dilihat, maka produsen seringkali tidak menyadari penggunaan BTP yang tidak sesuai dengan peraturan.

Berikut ini adalah bahan tambahan pangan yang aman menurut SK Menkes no.722/Menkes/Per/IX/88:
1. Pengawet Makanan
  • Asam benzoate sebanyak 1 g per 1 kg adonan.
  • Sodium benzoate sebanyak 1 g per 1 kg adonan.
  • Asam propionate sebanyak 3 g per 1 kg adonan (untuk roti).
  • Belerang dioksida sebanyak 500 mg per 1 kg adonan.
2. Pewarna Makanan
  • Ponceau 4 R untuk pewarna saus sambal dengan dosis 300 mg per 1 kg makanan atau 70 mg per 1 kg minuman. Merah allura/allura red dengan dosis 70 mg per 1 kg makanan atau 300 mg per 1 kg adonan.
  • Erytrosine dengan dosis 300 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Kuning FCF.
  • Sunset Yellow.
3. Pemanis
  • Sakarin dengan dosis 2,5 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Sodium siklamat dengan dosis 11 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Aspartam dengan dosis 40 mg per 1 kg berat badan per hari.
  • Sorbitol (digunakan untuk penderita diabetes dan orang yang membutuhkan kalori rendah).
4. Penyedap Rasa dan Aroma
  • MSG (mono sodium glutamate) micin/vetsin dengan dosis 120 mg per kg berat badan per hari.
5. Pemutih dan Pematang Tepung
  • Asam askorbat/ascorbic acid/vitamin C dosis 200 mg per kg berat badan per hari.
  • Aseton perioksida secukupnya.
6. Pengental
  • Pectin dosis 10 g per kg (ada 2 macam pectin apple dan pectin citrus).
  • Gelatin dosis 5 mg per kg.
  • CMC/Carboxy Methyl Cellulose.
7. Antioksidan
  • Asam ascorbat/Ascorbic acid/vitamin C dosis 500 mg per kg untuk produk daging.
  • BHT dosis 200 mg per kg sebagai antitengik untuk minyak goreng.
  • TBHQ dosis antitengik untuk minyak goreng.
Reaksi:

0 komentar: