Jumat, 02 Maret 2012

KEPATUHAN BEROBAT


Kepatuhan adalah tingkat perilaku penderita dalam pengobatan, diet, atau melaksanakan gaya hidup yang sesuai dengan kesehatan (Trostle, 1987). Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998), patuh adalah suka menurut (perintah, dsb.), taat (pada aturan, perintah, dsb.), kepatuhan (atau ketaatan) (Compliance atau adherence). Kepatuhan adalah tingkat pasien melaksanakan cara pengobatan dan perilaku yang sesuai dengan yang disarankan oleh dokternya atau petugas kesehatan yang lain (Safarino, 1990). Sacket (1985) menyatakan bahwa kepatuhan adalah tingkat perilaku penderita dalam melakukan suatu tindkan pengobatan seperti diet, kebiasaan hidup sehat dan ketaatan berobat.

Menurut Rosentock (1974) dalam Notoatmojo (2003), bila penderita patuh terhadap regimen terapi, maka angka kesakitan akan menurun, sedangkan bila tidak patuh, maka tingkat kesakitan akan meningkat beserta komplikasinya. Taylor (1991) menyebut ketidakpatuhan sebagai masalah medis yang berat, oleh karena itu sejak tahun 1960-an sudah mulai diteliti di negara-negara industri. Kravitz dkk. (1993) menyatakan bahwa untuk penyakit-penyakit yang kronis, tingkat ketidakpatuhan tebukti meningkat cukup tinggi dalam seluruh populasi, ditambahkan pula bahwa kepatuhan juga dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup yang menguntungkan bagi pasien yang menderita penyakit kronis.

0 komentar: