Sabtu, 23 April 2011

KREATININ

Pasien yang menderita penyakit ginjal kronis tentunya tidak asing dengan istilah kreatinin. Begitu juga pasien yang mengecek fungsi ginjalnya tentunya pernah mendengar kata kreatinin ini. Namun, mereka tentunya ingin mengetahui lebih detail lagi apakah sebetulnya kreatinin itu, bagaimana fungsinya dan pada keadaan apa saja kadar kreatinin dalam darah meningkat ?

Apakah kreatinin itu?

Kreatinin merupakan hasil penguraian kreatin fosfat dalam otot. Untuk bekerja dengan baik, otot kita memerlukan sumber energi instan yang dinamakan ATP (adenosin trifosfat) - suatu ikatan fosfat berenergi tinggi. Nah, sumber ATP adalah kreatin fosfat di samping fosforilasi oksidatif yang dalam biokimia dikenal sebagai siklus Krebs.

Karena itu, kita tidak akan heran jika di pasaran MLM atau toko suplemen juga terdapat tablet kreatin fosfat yang sering dalam bentuk kombinasi dengan asam alfa-lipoat dan KH indeks-glisemik tinggi. Suplemen seperti ini sering digunakan oleh atlit jenis olahraga yang memerlukan kerja otot yang berat seperti pelari sprint.

L. Christie, pemegang medali emas lari 100 meter di Olimpiade Barcellona tahun 1992, merupakan salah seorang pemakai suplemen kreatin fosfat. Lainnya adalah Sally Gunnel, salah seorang pemegang medali emas lari rintangan 400 meter di pesta olimpiade yang sama. Kreatin fosfat tidak dianggap sebagai doping.

Kembali kepada kreatinin yang merupakan hasil pemecahan kreatin fosfat untuk menghasilkan energi otot, kadar kreatinin dalam darah berkisar dalam batas 0,5 - 1,2 mg/dL. Pria memiliki kadar yang lebih tinggi daripada wanita karena massa ototnya lebih besar. Kata kreatinin sebenarnya berasal dari kata Yunani, kreas, yang artinya otot. Kadarnya dalam darah dipertahankan dalam batas-batas di atas oleh ginjal, khususnya penyaringan di glomerulus dan sekresi di tubulus proksimal. Kreatinin jarang diserap kembali di dalam tubulus ginjal.

Keadaan yang menaikkan kadar kreatinin

Ada beberapa keadaan yang disertai peningkatan kadar kreatinin dalam darah, yaitu:

1) Penyakit ginjal kronis yang tentu saja disertai dengan kenaikan kadar kreatinin dalam darah. Tetapi gejala ini biasanya disertai pula peningkatan kadar ureum. Fungsi ginjal ditentukan lewat GFR (glomerular filtration rate) yang dihitung dengan rumus memakai kadar kreatinin dalam darah dan air seni.

2) Pemakaian obat hipertensi seperti kombinasi inhibitor ACE dgn ARB (angiotensin receptor blocker). Karena itu, kedua obat ini biasanya dipakai sendiri atau dalam bentuk kombinasi dgn golongan lain.

3) Aktivitas fisik yang berat apalagi bila disertai cedera otot. Pada keadaan ini, selain kreatinin juga bisa terjadi peningkatan asam urat dan enzim ALT dalam darah. Namun, setelah beristirahat dan terjadi pemulihan otot, biasanya kadar zat-zat tersebut akan kembali normal.

4) Usia lanjut. Ketika manusia mencapai usia lebih dari 70 tahun, semua fungsi organ sudah menurun termasuk fungsi ginjal. Karena itu, kadar kreatinin bisa meninggi pada manula khususnya wanita. Peninggian ini umumnya disertai pula dengan kenaikan kadar asam urat dan ALT, enzim yang bukan hanya diproduksi oleh sel hati yang mengalami peradangan tetapi juga oleh sel otot yang aus atau rusak. Hanya saja, kenaikan ALT karena deplesi protein dari otot tidak akan sampai 3 kali lipat nilai normalnya seperti terjadi pada peradangan hati.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Reaksi:

0 komentar: