Kanker servik jadi pembunuh wanita

Tahukah Anda, bahwa dalan setiap jam wanita di Indonesia meninggal akibat kanker serviks atau lebih dikenal dengan kanker mulut rahim. Bahkan dalam setiap menit wanita di seluruh dunia meninggal karna kanker yang mematikan ini.

Beda Hormon LH dan FSH

FSH dan LH yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis anterior, sebuah kelenjar kecil yang hadir di bagian bawah otak. FSH pada dasarnya menyebabkan pematangan sel telur di dalam folikel dalam tubuh wanita.

Manfaat Bawang Putih

Khasiat atau manfaat bawang putih ternyata tidak hanya untuk menyedapkan atau sebagai bumbu masakan saja, namun ternyata banyak hal lain yg dapat di manfaatkan dari bawang puth tersebut terutamanya untuk dunia kesehatan.

Toko Kayumanis

Selamat datang di Toko Kayumanis version Online Shop Kami menjual T-shirt, kaos oblong dan jaket T-shirt, kaos oblong dan jaket yang kami jual menggunakan bahan yang berkualitas tinggi, kelebihan dari T-shirt, kaos oblong dan jaket di Toko kami dapat anda tentukan sendiri desainnya, pola ataupun grafisnya sesusai keinginan anda sehingga dapat dipastikan tidak ada T-shirt, kaos oblong dan jaket dari Toko kami yang mempunyai motif yang sama.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 22 Maret 2011

Kemoterapi Ajuvan

Pemberian kemoterapi dosis tunggal telah dapat dibuktikan dan kemudian diperbaiki dengan kemoterapi secara kombinasi, seperti penggunaan kombinasi obat – obat antineoplastik dengan cara kerja yang berbeda dan efek samping terbatas (limited overlapping), dilanjutkan dengan interval masa istirahat. Hasil yang dicapai dengan menggunakan kombinasi kemoterapi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti heterogenitas tumor, sensitifitas terhadap obat dan efek sinergis dari obat – obatan kombinasi tersebut. Walaupun dengan kemoterapi kontrol terhadap tumor telah dapat diperlihatkan secara klinis, namun secara klinis penggunaan kombinasi kemoterapi telah memperlihatkan pengaruh yang besar dengan menunjukkan tidak adanya residual tumor setelah pemberian pengobatan awal. Setelah operasi reseksi total, sebagian besar penyakit kanker mempunyai kemungkinan metastase ke bagian lain jika tidak diberikan kemoterapi profilaksis. Kombinasi kemoterapi pada cara ini disebut kemoterapi ajuvan (adjuvant chemotherapy).
Manfaat pengobatan kemoterapi ajuvan telah diperlihatkan pada sejumlah penelitian prospektif secara acak (random) pada tumor anak dan menunjukkan tidak adanya mikrometastase pada saat operasi 3. Efektifitas / keberhasilan kemoterapi ajuvan mungkin berhubungan dengan perbedaan antara mikrometastase dan metastase yang nyata secara klinis ;
1. Berkurangnya sel – sel tumor
2. Sebagian besar sel – sel berada dalam siklus sehingga peka terhadap kemoterapi (Salmon 1979)
3. Semua sel terkena dengan konsentrasi obat yang adekuat (tidak berhubungan dengan vaskularisasi tumor)
4. Resistensi berkurang (Goldie dan Coldman 1979) 3


Kemoterapi Pre-operatif
Terapi prabedah atau neoadjuvant telah banyak digunakan untuk mencegah / mengatasi beberapa masalah operasi seperti ruptur dari tumor Wilms di tengah – tengah operasi. Pemberian kemoterapi neoajuvan diikuti dengan terapi standar pasca operasi telah memperlihatkan hasil yng lebih baik daripada cara standar sebelumnya (Lemerle dan kawan - kawan 1983) 3. Suatu keuntungan yang besar adalah operasi akan lebih mudah dilaksanakan dan sering tumor dapat diangkat secara utuh, dengan rendahnya insidens sekuele akibat operasi. Yang menarik pada tumor Wilms adalah mengecilnya ukuran tumor dan rendahnya insidens penyebaran setelah diberikan kemoterapi serta memperbaiki prognosis dengan meningkatnya proporsi tumor stadium I (Lamerle dan kawan - kawan 1983). Respons terhadap pengobatan biasanya berdasarkan pada digunakannya lebih dari satu macam obat dan dapat dievaluasi pada pasien secara perorangan sehingga baik digunakan untuk pengobatan pasca operasi. Namun demikian, manfaat dari berbagai obat tunggal terhadap kemoterapi kombinasi belum diketahui. Penelitian aktivitas suatu obat antineoplastik tunggal dapat dilakukan dengan memberikan untuk waktu yang pendek pada tumor kemudian dievaluasi sebelum pemberian kemoterapi kombinasi.

Kemoterapi Dosis Tinggi
Secara eksperimen, sistem trasplantasi tumor serta pengalaman klinis memperkuat kentungan pengobatan kemoterapi dosis tinggi pada tumor padat yang sensitif 3. Namun demikian, definisi kemoterapi dosis tinggi dengan cepat berubah dan tetap merupakan konsep yang dinamis. Sebagai salah satu cara penanganan pasien kanker, telah menjadi lebih komprehensif dan efektif terutama dengan diperkenalkannya faktor – faktor pertumbuhan hematopoeitik. Bila penggunaan kemoterapi dosis tinggi digabung dengan transplantasi sumsum tulang atau bersamaan dengan penanganan sel – sel muda darah perifer (peripheral blood stem cell support), maka disebut kemoterapi megadose.
Agen alkilasi merupakan bahan yang terbaik untuk digunakan dengan dosis yang ditingkatkan selama toksisitas ekstrameduler pada dosis tinggi relatif rendah. Diketahui bahwa tumor yang residif setelah pemberian kemoterapi dosis tinggi merupakan masalah yang penting dan perlu pengobatan. Tumor yang kemosensitif yang tidak diterapi dengan dosis konvensional merupakan calon untuk kemoterapi megadose. Sekarang ini kemoterapi dosis tinggi diikuti dengan infus berulang sumsum tulang autolog atau PSBC pada anak – anak sangat penting terutama untuk pengobatan metastase neuroblastoma, sarkoma Ewing stadium lanjut, tumor otak yang residif dan limfoma yang refrakter. Transplantasi sumsum tulang alogenik dilakukan terutama untuk mengobati leukemia atau setelah induksi pengobatan pasien pada saat risiko tinggi kekambuhan.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Senin, 21 Maret 2011

Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan penyakit yang disebabkan oleh agen kimia yang biasanya digunakan untuk terapi kanker. Dasar pengobatan yaitu perbedaan antara sel kanker dan sel normal terhadap reaksi pengobatan sitostatika yang diberikan sendiri – sendiri atau secara kombinasi. Perbedaan tersebut adalah perbedaan sifat biologis, biokimia, reaksi farmakokinetik dan sifat proliferatif. Sebelum membahas mengenai cara kerja masing – masing golongan obat antineoplasma, perlu diketahui dulu hubungan kerja obat antineoplasma dengan siklus sel kanker. Sel tumor dapat berada dalam 3 keadaan yaitu :
1. Yang sedang membelah (siklus proliferatif).
2. Yang dalam keadaan istirahat (tidak membelah, G0).
3. Yang secara permanen tidak membelah. 1
Sel tumor yang sedang membelah terdapat dalam beberapa fase yaitu :
- fase mitosis (M)
- fase pramitosis (G1)
- fase sintesis DNA (S)
- fase pascamitosis (G2) 1

Pada akhir fase G1 terjadi peningkatan RNA disusul dengan fase S yang merupakan saat terjadinya replikasi DNA. Setelah fase S berakhir sel masuk dalam fase pramitosis (G2) dengan ciri – ciri :
- sel berbentuk tetraploid
- mengandung DNA lebih banyak daripada sel fase lain
- masih berlangsungnya sintesis RNA dan protein
Sewaktu mitosis berlangsung (fase M) sintesis protein dan RNA berkurang secara tiba – tiba, dan terjadi pembelahan menjadi 2 sel. Setelah itu sel dapat memasuki interfase untuk kembali memasuki fase G1, saat sel berproliferasi atau memasuki fase istirahat (G0). Sel dalam fase G0 yang masih potensial untuk berproliferasi disebut sel klonogenik atau sel induk (stem cell). Jadi yang menambah jumlah sel kanker adalah sel dalam siklus proliferasi dan dalam fase G0 1.
Ditinjau dari siklus sel, obat dapat digolongkan dalam 2 golongan yaitu :


1. Yang memperlihatkan toksisitas selektif terhadap fase – fase tertentu dari siklus sel (cell cycle specific), misalnya vinkristin, vinblastin, merkaptopurin, metotreksat, asparaginase. Zat ini terbukti efektif terhadap kanker yang berproliferasi tinggi misalnya kanker sel darah.


2. Zat cell cycle nonspecific, misalnya zat alkilator, antibiotik antikanker, sisplatin. 1
Perbedaan kerja tersebut lebih bersifat relatif daripada absolut karena banyak zat yang tergolong cell cycle nonspecific lebih efektif terhadap sel yang berproliferasi dan terhadap sel – sel yang sedang dalam fase tertentu siklusnya. Misalnya bila DNA sel klonogenik yang telah teralkilasi diperbaiki sebelum sel memasuki fase S, maka sel tersebut tidak dipengaruhi oleh zat alkilator.
. Obat – obat untuk terapi kanker terdiri dari beberapa kelas obat, yaitu golongan antibiotika, hormon, antimetabolit, alkaloid nabati / alkaloid vinka dan agen alkilasi 4.

Mekanisme kerja masing – masing golongan adalah sebagai berikut :
I. Alkilator (Agen Alkilasi)
Cara kerja : melalui pembentukan ion karbonium yang sangat reaktif  alkilasi DNA. Yang termasuk golongan alkilator adalah :
1.1. Mekloretamin
1.2 .Siklofosfamid
1.3. Klorambusil
1.4. Busulfan

II. Antimetabolit
Cara kerja : menggantikan purin / pirimidin dalam pembentukan nukleosida  menghambat sintesis DNA. Yang termasuk golongan antimetabolit adalah :
2.1. Sitarabin
2.2. Metotreksat (MTX)
2.3. Merkaptopurin


III. Alkaloid Nabati (Alkaloid Vinka)
Cara kerja : berikatan dengan tubulin (komponen protein mikrotubulus), yang merupakan bagian penting dari micotic spindle  mitosis terhenti dalam metafase. Yang termasuk golongan alkaloid nabati adalah :
3.1. Vinkristin
3.2. Vinblastin


IV. Antibiotika
4.1. Daunorubisin dan Doksorubisin (Adriamisin)
Cara kerja :
a. Interkalasi dengan DNA  rantai DNA putus.
b. Bereaksi dengan sitokrom p450 reduktase  reaksi dengan O2  menghasilkan radikal bebas  sel hancur
4.2. Aktinomisin-D (Daktinomisin)
Cara kerja :
Interkalasi antara guanin dan sitosin pada 2 rantai DNA (double stranded DNA)
Menghambat sintesis RNA yang dependen terhadap DNA (terutama ribosomal DNA)
4.3. Bleomisin
Cara kerja : membentuk kompleks dengan Fe  berikatan dengan DNA  terbentuk radikal bebas  rantai DNA putus (single and double stranded) dan sintesis DNA terhambat.


V. Hormon
Cara kerja : hormon berikatan dengan reseptor protein pada sel kanker. Kanker yang sensitif terhadap hormon tertentu mempunyai reseptor spesifik untuk hormon tersebut, misalnya reseptor estrogen, progesteron dan kortikosteroid. Keberhasilan terapi dengan hormon tertentu ditentukan oleh banyaknya reseptor hormon tersebut pada sel kanker itu. Yang termasuk golongan hormon dan yang banyak digunakan pada kasus tumor pada anak adalah kortikosteroid.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Minggu, 20 Maret 2011

Kanker itu adalah

Kanker ialah suatu penyakit sel dengan ciri gangguan atau kegagalan mekanisme pengatur multiplikasi dan fungsi homeostasis lainnya pada organisme multiseluler 1. Sifat umum dari kanker ialah sebagai berikut :
1. Pertumbuhan berlebihan umumnya berbentuk tumor.
2. Gangguan diferensiasi dari sel dan jaringan sehingga mirip jaringan mudigah.
3. Bersifat invasif, mampu tumbuh di jaringan sekitarnya (perbedaan pokok dengan jaringan normal).
4. Bersifat metastatik, menyebar ke tempat lain dan menyebabkan pertumbuhan baru.
5. Memiliki hereditas bawaan (acquired heredity) yaitu turunan sel kanker juga dapat menimbulkan kanker.
6. Pergeseran metabolisme ke arah pembentukan makromolekul dari nukleosida dan asam amino serta peningkatan katabolisme karbohidrat untuk energi sel.
Sel kanker mengganggu tuan rumah karena menyebabkan :
1. Desakan akibat pertumbuhan tumor.
2. Penghancuran jaringan tempat tumor berkembang atau bermetastasis.
3. Gangguan sistemik lain akibat sekunder dari pertumbuhan sel kanker.
Umumnya keganasan pada anak dapat disembuhkan 2. Tetapi penatalaksanaan keganasan pada anak sangatlah kompleks dan membutuhkan suatu kerjasama tim spesialis onkologi yang terdiri dari dokter anak, penyakit dalam, radiologi dan gizi.
Pengembangan terapi yang efektif dan aman terbatas. Oleh karena kesulitan memahami mekanisme transformasi molekuler sel, resistensi terhadap pengobatan, kurangnya pilihan terapi yang tersedia untuk sel malignan dan non-malignan dan toksisitas.
Terapi lokal dengan pembedahan dan / atau radiasi merupakan komponen penting terapi untuk kebanyakan tumor padat, tapi kemoterapi multiagen sistemik kadang diperlukan pada kasus dengan metastasis. Demikian pula, kemoterapi sendirian biasanya tidak cukup untuk melenyapkan tumor sisa yang besar. Sehingga kadang pada anak dengan tumor ganas, diperlukan ketiga terapi. Sayangnya, kebanyakan kemoterapi efektif punya indeks terapeutik yang sempit (rasio kemanjuran terhadap toksisitas), sehingga toksisitas akut dan kronis dapat diminimalkan.
Kemoterapi adalah cara pengobatan dengan menggunakan bahan / alat kimia yang akan menyebabkan kerusakan atau kematian sel kanker. Obat – obat kimia tersebut dikenal sebagai sitostatika.
Kemoterapi merupakan dasar pengobatan kanker yang penting pada anak dan dengan diikuti dengan peningkatan cure rate.
Berdasarkan pengaruhnya terhadap kinetika sel, sitostatika digolongkan, yaitu obat – obatan tidak spesifik, obat - obatan yang spesifik untuk golongan tertentu dan obat – obatan yang spesifik untuk siklus sel.
Dalam klinis, kemoterapi diberikan dengan tujuan menyembuhkan, paliasi atau pencegahan.
Kemampuan kemoterapi dalam mengontrol perkembangan ini ditentukan oleh beberapa faktor antara lain jenis obat, dosis, cara pemberian, farmakokinetik, sifat biologis, kinetika sel dan toleransi penderita.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Sabtu, 19 Maret 2011

Aspergillus fumigatus

1. Klasifikasi
• Superkingdom : Eukaryota
• Kingdom : Fungi
• Phylum : Ascomycota
• Subphylum : Pezizomycotina
• Class : Eurotiomycetes
• Order : Eurotiales
• Family : Trichocomaceae
• Genus : Aspergillus
• Species : Aspergillus fumigates

2. Morfologi Aspergillus fumigatus Gambaran mikroskopik dari Aspergillus fumigatus memiliki tangkai – tangkai panjang (conidiophores) yang mendukung kepalan ya yang besar (vesicle). Di kepala ini terdapat spora yang membangkitkan sel hasil dari rantai panjang spora. Jamur ini mampu tumbuh pada suhu 37 ° C/99 ° F (suhu tubuh normal manusia), dan dapat tumbuh pada suhu sampai 50 ° C/122 ° F, dengan konidia bertahan hidup pada suhu 70 ° C/158 ° F-kondisi itu pertemuan secara teratur dalam tumpukan kompos pemanasan sendiri. Pada rumput kering Aspergillus fumigatus dapat tumbuh pada suhu di atas 50oC.

3. Epidomologi A. fumigatus adalah saprotroph atau saprofit yang tersebar luas di alam, Hampir semua bahan dapat ditumbuhi jamur tersebut, terutama di daerah tropik dengan kelembaban yang tinggi dan ia juga memainkan peranan penting dalam karbon dan daur ulang nitrogen. Sifat ini memudahkan jamur aspergillus menimbukan penyakit bila terdapat faktor presdisposisi. Koloni jamur dari ribuan konidiofor menghasilkan konidia abu-abu-hijau menit (2-3 pM) yang siap menjadi udara. Selama bertahun-tahun fumigatus A. diperkirakan hanya bereproduksi secara aseksual, selama tidak kawin atau meiosis yang pernah diamati. Namun, pada tahun 2008 itu menunjukkan bahwa A. fumigatus memiliki siklus berfungsi penuh reproduksi seksual, 145 tahun setelah deskripsi awal oleh Fresenius. Meskipun aspergillus terdapat lebih dari 100 spesies, jenis yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia ialah Aspergillus fumigates, Aspergillus niger, Aspergillus flavus dan Aspergillus clavatus yang semuanya menular dengan transmisi inhalasi.

4. Siklus hidup Aspegillus fumigatus mempunyai suatu haploid genome yang stabil, dengan tidak mengalami siklus seksual. A. fumigatus bereproduksi dengan pembentukan conidiospores yang dilepaskan ke dalam lingkungan. Spesies Aspergillus secara alamiah ada dimana-mana, terutama pada makanan, sayuran basi, pada sampah daun atau tumpukan kompos. Konidia biasanya terdapat di udara baik di dalam maupun di luar ruangan dan sepanjang tahun. Aspergillus juga bisa tumbuh di daun-daun yang telah mati, gandum yang disimpan, kotoran burung, tumpukan pupuk dan tumbuhan yang membusuk lainnya.

5. Penyebaran Melalui inhalasi konidia yang ada di udara.

6. Penyakit Penyakit yamg ditimbulkan oleh jamur ini adalah Aspergilosis Bronkopulmoner Alergika (ABPA), Chronic Necrotizing Pneumonia Aspergillosis (CNPA), .ABPA terjadi karena terdapat reaksi hipersensitivitas terhadap kolonisasi aspergilosis di daerah pohon trakeobronkial dan terjadi berkaitan dengan asma dan fibrosis kistik . aspergillus fumigatus akibat pemakaian kortikosteroid terus menerus. Akibatnya akan terjadi produksi mukus yang berlebih karena kerusakan fungsi silia pada saluran pernapasan. Mukus ini berbentuk sumbatan yang mengandung spora Aspergillus fumigatus dan eosinofil di lumen saluran napas. Akan terjadi presipitasi antibodi IgE dan IgG melalui reaksi hipersensitivitas tipe I menyebabkan deposit kompleks imun dan sel-sel inflamasi di mukosa bronkus. Deposit ini nantinya akan menghasilkan nekrosis jaringan dan infiltrat eosinofil (reaksi hipersensitivitas tipe III) hingga membuat kerusakan dinding bronkus dan berakhir menjadi bronkiektasis. Tak jarang ditemui spora pada mukus penderita aspergilosis paru. Pada sinusitis alergik akibat jamur juga dapat terjadi sendiri atau bersama dengan ABPA. Adapun aspergiloma merupakan fungus ball (misetoma) yang terjadi karena terdapat kavitas di parenkim akibat penyakit paru sebelumnya. Penyakit yang mendasarinya bisa berupa TB (paling sering) atau proses infeksi dengan nekrosis, sarkoidosis, fibrosis kistik, dan bula emfisema. Fungus ball ini dapat bergerak di dalam kavitas tersebut namun tidak menginvasi dinding kavitas. Adanya fungus ball menyebabkan terjadinya hemoptisis yang berulang. CNPA merupakan proses subakut yang biasanya terdapat pada pasien imunosupresi, terutama berkaitan dengan penyakit paru sebelumnya, alkoholisme, atau terapi kortikosteroid kronik. Sering kejadian ini terlewat karena sulit dikenali hingga akhirnya terbentuk infiltrat paru dengan kavitas. Aspergilosis invasis juga terjadi karena imunosupresi dengan gejala progresif yang cepat dan fatal meliputi invasi ke pembuluh darah dengan berakibat infiltrat multifokal yang lebar dan berkavitas di sekitar pleura, menjalar hingga ke sistem saraf. Status imunosupresi yang sering menyebabkan aspergilosis invasif ialah AIDS, penyakit granulomatosa kronik, netropenia, tranplantasi sumsum tulang atau organ padat. aspergilosis invasif relatif umum terjadi pada pasien dengan status imunokompromais berat, terutama AIDS dan transplantasi organ. Spora jamur akan berproliferasi di saluran udara paru dan pada keadaan imunokomprais berat spora akan masuk ke pembuluh darah transbronkial menyebabkan infark hemoragik. Di area ini akan terbentuk kavitas yang mengandung sekuestrum paru yang terinfeksi, terlihat sangat mirip misetoma.

7. Gejala penyakit ABPA terjadi pada pasien asma dan fibrosis kistik sehingga bermanifestasi dengan demam, batuk berdahak, dengan mengi pada auskultasi.dan infiltrat paru yang tidak responsif dengan terapi antibakterial. Penderita mengeluh batuk produktif dengan gumpalan mukus yang dapat membentuk kerak di bronkus., kadang menyebabkan hemoptisis. ABPA juga bisa terjadi berbarengan dengan sinusitis fungal alergik, dengan gejala sinusitis di dalamnya dengan drainase sinus yang purulen. Gejala CNPA yang meliputi demam, batuk, keringat malam, dan penurunan berat badan, sehingga menyebabkan kavitas selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Aspergilosis invasif mengalami gejala yang sangat bervariasi, yakni demam, batuk, sesak napas, nyeri pleura, dan kadang-kadang menimbulkan hemoptisis pada pasien dengan prolong neutropenia atau keadaan imunosupresi.

8. Diagnosa Dari berbagai pemeriksaan diperoleh hasil sebagai berikut : •Jumlaheosinofilmeningkat • Rontgen dada menunjukkan adanyain filtrasi dan bayangan yang menyerupai jari tangan • CAT scan dada menunjukkan adanyab ronkiektasis sentral atau sumbatan lendir •Bronkoskopi disertai pembiakan dan biopsi transbronkial • Biopsi paru (jarang dilakukan). adanya reaksi benjolan merah di kulit jika dilakukan skarifikasi atau suntikan intradermal dengan antigen Aspergillus, adanya sumbatan bronchus yang menahun, terbentuknya antibodi presipitasi serum terhadap Aspergillus, peningkatan kadar IgE dalam serum dan adanya infiltrat paru yang bersifat transien (dengan atau tanpa bronkiektasis sentral). Kolonisasi endobronkial saprofitik didiagnosa dengan kultur atau ditemukannya Aspergillus mycelia pada sputum atau pada dahak ditemukan hyphae. Serum precipitin terhadap antigen spesies Aspergillus biasanya juga muncul. Cara mendiagnosa penyakit tersebut : Bola jamur dari paru biasanya dapat didiagnosa dengan foto toraks dan dari catatan medis. Diagnosa aspergillosis invasif ditegakkan dengan ditemukannya Mycelia Aspergillus dengan mikroskop dari jaringan yang terinfeksi; konfirmasi diagnosa dilakukan dengan kultur untuk membedakan dengan penyakit jamur lain yang gambaran histologinya mirip.

9.Pengobatan Prinsip pengobatan yang disebabkan oleh jamur Aspergillus fumigatus adalah dengan menghilangkan jamur dan sporanya yang terdapat dalam tubuh. ABPA diobati dengan corticosteroid suppression namun dengan oral, bukan lagi inhalasi dan biasanya membutuhkan terapi yang lama. Reseksi bedah, jika memungkinkan, adalah pengobatan paling tepat untuk aspergilloma. Amphotericin B (Fungizone® atau formasi lipid) IV dapat digunakan untuk infeksi jaringan bentuk invasif. Pemberian Itraconazole bermanfaat bagi penderita yang perkembangannya lebih lambat dan untuk penderita yang mempunyai masalah kekebalan. Terapi imunosupresif harus dihentikan atau dikurangi sebisa mungkin. Kolonisasi endobronkial harus diobati sedemikian rupa untuk memperbaiki drainase bronkopulmoner. ABPA yang berbarengan dengan sinusitis alergik fungal memerlukan tindakan operasi jika terdapat polip obstruktif. Kadang-kadang dapat juga dibilas dengan amfoterisin untuk mempercepat peyembuhan. Pengobatan CNPA terdiri dari terapi dengan voriconazole, atau bisa juga dengan itraconazole, caspofungin, atau keluarga amfoterisin. Jika respon antijamur sangat kurang, terapi CNPA ialah dengan pembedahan paru. Pembedahan ini ditujukan untuk lesi yang terlokalisasi yang tidak respon dengan antijamur, apalagi jika telah dibarengi dengan hemoptisis dan sumbatan mukus.

10. Cara Pencegahan
Udara ruangan yang disaring dengan High Efficiency Particulate Air (HEPA) dapat menurunkan infeksi aspergillosis invasive pada penderita yang dirawat di RS terutama penderita dengan netropenia. v Orang-orang dengan faktor predisposisi (asma, fibrosis kistik, dll), sebaiknya menghindari lingkungan dimana jamur aspergillus ditemukan.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Kamis, 17 Maret 2011

Rhizopus oryzae


Klasifikasi Rhizopus oryzaemenurut Germain (2006) adalah sebagai berikut:
Kingdom : Fungi
Divisio : Zygomycota
Class : Zygomycetes
Ordo : Mucorales
Familia : Mucoraceae
Genus : Rhizopus
Species : Rhizopus oryzae
Menurut Soetrisno (1996) sifat-sifat jamur Rhizopus oryzae yaitu koloni berwarna putih berangsur-angsur menjadi abu-abu; stolon halus atau sedikit kasar dan tidak berwarna hingga kuning kecoklatan; sporangiofora tumbuh dari stolon dan mengarah ke udara, baik tunggal atau dalam kelompok (hingga 5 sporangiofora); rhizoid tumbuh berlawanan dan terletak pada posisi yang sama dengan sporangiofora; sporangia globus atau sub globus dengan dinding berspinulosa (duri-duri pendek), yang berwarna coklat gelap sampai hitam bila telah masak; kolumela oval hingga bulat, dengan dinding halus atau sedikit kasar; spora bulat, oval atau berbentuk elips atau silinder; suhu optimal untuk pertumbuhan 350C, minimal 5-70C dan maksimal 440C. Berdasarkan asam laktat yang dihasilkan Rhizopus oryzae termasuk mikroba heterofermentatif (Kuswanto dan Slamet, 1989).
Peran Rhizopus oryzae sebagai Bahan Pangan dan Penghasil Enzim
Jamur Rhizopus oryzae merupakan jamur yang sering digunakan dalam pembuatan tempe (Soetrisno, 1996). Jamur Rhizopus oryzae aman dikonsumsi karena tidak menghasilkan toksin dan mampu menghasilkan asam laktat (Purwoko dan Pamudyanti, 2004). Jamur Rhizopus oryzae mempunyai kemampuan mengurai lemak kompleks menjadi trigliserida dan asam amino (Septiani, 2004). Selain itu jamur Rhizopus oryzae mampu menghasilkan protease (Margiono, 1992).
Rhizopus oryzae sebagai Starter
Jamur sering digunakan sebagai starter dalam pembuatan berbagai jenis keju. Agar tumbuh pada susu, kultur starter harus mampu untuk memfermentasikan laktosa, menghasilkan asam amino dari proses proteolisis (Widodo, 1992). Peran utama jamur dalam pembuatan keju adalah mempertajam cita rasa dan aroma, serta sedikit memodifikasi penampakan tekstur tahu keju (Daulay, 1991b).

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Rabu, 16 Maret 2011

IMUNOKOMPETENSI PADA PENDERITA KANKER

Kelainan imunokompetensi terlihat pada penderita keganasan limforetikuler maupun tumor solid. Pada gangguan keganasan sel B seperti mieloma multipel dan leukemia mielositik kronik dijumpai gangguan sel B poliklonal, defisiensi sel Th, kelebihan sel Ts dan penurunan rasio sel T4 : T8 pada tumor solid seperti Ca (Carcinoma) ovarium jarang dijumpai kelainan sel B. Kelainan monosit dan sel T telah terlihat pada penderita karsinoma metastatik dan sarkoma, terutama stadium lanjut. Parahnya gangguan sel T bervariasi dari berbagai jenis tumor sesuai asalnya. Walaupun gangguan sistem imunitas lebih berat pada kasus lanjut dan pada pasien yang diperkirakan tumornya akan kambuh kembali, namun korelasinya tidak pasti untuk digunakan dalam penanganan klinis pasien.
1) Imunokompetensi pada penderita kanker dengan pembedahan Depresi sel T dan B sementara terlihat pada kasus postoperatif. Gangguan imunitas maksimal terjadi selama minggu pertama setelah pembedahan, biasanya fungsi sel T akan kembali normal 1 bulan. Lama dan intensitas imunosupresi berhubungan dengan jumlah trauma operasi, lama prosedur dan imunokompetensi sebelum operasi. Dari penelitian hewan ternyata bahwa prosedur pembedahan dan anestesia mempengaruhi sistem imun. Stress anestesia dan pembedahan dapat merangsang pelepasan hormon termasuk glukokortikoid. Sel supresor juga dapat dirangsang, mungkin sebagai respons terhadap produk nekrosis jaringan. Pembuangan jaringan limforetikuler dapat mengganggu fungsi imun. Penelitian pada pasien kanker menunjukkan bahwa, splenektomi dapat mempermudah timbulnya sepsis fulminan akibat bakteri. Peningkatan kerentanan terhadap infeksi ini berhubungan dengan umur, penyakit penyerta dan modalitas pengobatan kankernya. Tambahan radiasi kelenjar getah bening dan kemoterapi akan menyebabkan gangguan lebih besar terhadap fungsi sel B. Beberapa peneliti bahkan menggunakan injeksi Penisilin profilaksis, vaksin pneumokokus pada pasien post splenektomi sebelum diberi kemoterapi atau radioterapi. Kerentanan ini disebabkan oleh menurunnya kemampuan fagositosis dan gangguan pembentukan antibodi dini. Namun splenektomi pada model hewan meningkatkan ketahanan terhadap pertumbuhan tumor, mungkin dengan gangguan terhadap produksi antibodi antitumor spesifik atau dengan menghilangkan sumber utama sel T supresor.
2) Imunokompetensi pada penderita kanker dengan radioterapi Radiasi berpengaruh terhadap limfosit, sehingga akan mengalami kematian interfase dalam beberapa jam tanpa terjadinya mitosis. Sebelum rangsangan, antigen limfosit hanya menunjukkan kemampuan yang terbatas untuk memperbaiki kerusakan DNA akibat Radiasi. Setelah rangsangan antigen, sel plasma maupun sel reflektor menjadi lebih radioresisten. Limfopenia terjadi bukan hanya akibat radiasi terhadap jaringan limfoid, tapi juga akibat destruksi limfosit pada daerah tepi. Level sel T dan B dapat berkurang, tergantung bagian yang diradiasi. Walaupun terjadi penurunan kadar sel B, respons humoral biasanya tetap. Radiasi limfoid total dapat menyebabkan penurunan yang menetap pada kadar sel T. Respons proliferatif sel T terhadap mitogen atau antigen histokompatibilitas dapat tertekan selama bertahun-tahun. Radiasi total badan dengan dosis besar dapat menyebabkan penurunan yang hebat dari seluruh sel limforetikuler, sel I CD 3, sel T CD 8, pada daerah tepi dalam 1-2 minggu, tapi untuk mencapai kembali rasio normal T4 : T8 perlu lebih dari setahun. Level monosit tidak menurun secara bermakna selama radioterapi dan kebanyakan makrofag resisten terhadap radiasi.
3) Imunokompetensi pada penderita kanker dengan kemoterapi Kebanyakan sitostatika bersifat imunosupresif terkecuali Bleomisin dan Vincristin dalam dosis terapeutik. Kemoterapi intermiten biasanya kurang imunosupresif dibanding dengan tipe kontinu. Fungsi sel T dan B dapat kembali di antara seri pengobatan walaupun gangguan menetap dapat terlihat setelah pengobatan yang lama atau bila kemoterapi dan radiasi digabung. Glukokortikoid mempengaruhi fungsi dan resirkulasi pada darah tepi, level limfosit lebih dipengaruhi dibanding monosit. Level sel T lebih dipengaruhi dibanding sel B dan sel T CD 4 lebih terpengaruh dibanding sel T CD 8. Pada kemoterapi dosis tinggi glukokortikoid dapat menghambat setiap fungsi sel limforetikuler, namun faktor inhibisi makrofag tetap dihasilkan. Induksi sel supresor dapat dihambat glukokortikoid tapi sekali terpapar biasanya sel supresor akan relatif resisten terhadap steroid. Sel NK sensitif terhadap glukokortikoid, namun sel K resisten. Kemampuan respon makrofag dan monosit terhadap mediator terhambat jelas. Kemampuan fagositosis monosit dipertahankan sedangkan fungsi bakterisidalnya dihambat. Siklosfosfamid mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap sel B dibanding sel T, dalam dosis rendah menghambat sel supresor dan meningkatkan efek sel T CD 8 daripada sel T CD 4, pada dosis lebih tinggi sel T CD 8 dan sel T CD 4 menurun. Efek imunosupresif bahan pangalkil dan antimetabolit berhubungan sebagian dengan toksisitas terhadap sel yang berproliferasi. Bahan pengalkil seperti siklofosfamid dapat menekan produksi antibodi, sedangkan antimetabolit seperti 5 Fluorourasil, 6 Merkaptopurin dan Sitarabin, Metotreksat akan efektif setelah pemberian antigen dan bila sel B sedang berproliferasi. Bila sel telah berhenti berproliferasi dan limfosit sudah matur maka respons seluler maupun humoral menjadi resisten terhadap agen sitotoksik.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Selasa, 15 Maret 2011

IMMUNOLOGICAL ESCAPE

Walaupun ada sistim immunosurveillance, kanker dapat luput dari pengawasan sistem imun tubuh bila faktor-faktor yang menunjang pertumbuhan tumor lebih berpengaruh dibanding dengan faktor-faktor yang menekan tumor, sehingga terjadi apa yang dinamakan immunological escape kanker. Faktor-faktor yang mempengaruhi luputnya tumor dari pengawasan sistem imun tubuh sebagai berikut:
1) Tidak adanya antigen yang sesuai Antigen baru mungkin tidak disintesis oleh semua tumor, mungkin tidak diekspresikan pada semua permukaan sel atau tidak dipresentasikan dalam bentuk yang sesuai sehingga respon imun gagal mengenal antigen tersebut.
2) Kinetik tumor (sneaking through) Pada binatang yang diimunisasi, pemberian sel tumor dalam dosis kecil akan menyebabkan tumor tersebut dapat menyelinap (sneak through) yang tidak diketahui tubuh dan baru diketahui bila tumor sudah berkembang lanjut dan di luar kemampuan sistem imun untuk menghancurkannya. Mekanisme terjadinya tidak diketahui tapi diduga berhubungan dengan vaskularisasi neoplasme tersebut.
3) Modulasi antigenik Antibodi dapat mengubah atau memodulasi permukaan sel tanpa menghilangkan determinan permukaan.
4) Masking antigen Molekul tertentu, seperti sialomucin, yang sering diikat permukaan sel tumor dapat menutupi antigen dan mencegah ikatan dengan limfosit.
5) Shedding antigen/pelepasan antigen Antigen tumor yang dilepas dan larut dalam sirkulasi, dapat mengganggu fungsi sel T dengan mengambil tempat pada reseptor antigen. Hal itu dapat pula terjadi dengan kompleks imun antigen antibodi.
6) Toleransi Virus kanker mammae pada tikus disekresi dalam air susunya, tetapi bayi tikus yang disusuinya toleran terhadap tumor tersebut. Infeksi kongenital oleh virus yang terjadi pada tikus-tikus tersebut akan menimbulkan toleransi terhadap virus tersebut dan virus sejenis.
7) Limfosit yang terperangkap Limfosit spesifik terhadap tumor dapat terperangkap di dalam kelenjar limfe. Antigen tumor yang terkumpul dalam kelenjar limfe yang letaknya berdekatan dengan lokasi tumor, dapat menjadi toleran terhadap limfosit setempat, tetapi tidak terhadap limfosit kelenjar limfe yang letaknya jauh dari tumor.
8) Faktor genetik Kegagalan untuk mengaktifkan sel efektor T dapat disebabkan oleh karena faktor genetik.
9) Faktor penyekat Antigen tumor yang dilepas oleh sel dapat membentuk kompleks dengan antibodi spesifik yang membentuk pejamu. Kompleks tersebut dapat menghambat efek sitotoksitas limfosit pejamu melalui dua cara, yaitu dengan mengikat sel Th sehingga sel tersebut tidak dapat mengenal sel tumor dan memberikan pertolongan kepada sel Tc.
10) Produk tumor PG yang dihasilkan tumor sendiri dapat mengganggu fungsi sel NK dan sel K. Faktor humoral lain dapat mengganggu respons inflamasi, kemotaksis, aktivasi komplemen secara nonspesifik dan menambah kebutuhan darah yang diperlukan tumor padat.
11) Faktor pertumbuhan Respons sel T bergantung pada IL. Gangguan makrofag untuk memproduksi IL-1, kurangnya kerjasama di antara subset-subset sel T dan produksi IL-2 yang menurun akan mengurangi respons imun terhadap tumor.
12) Vaskularisasi Tumor mungkin mencapai diameter 1-2 mm sebelum terbentuk vaskularisasi. Pertumbuhan vaskuler merupakan pertumbuhan sel pejamu sendiri, sehingga endotel tumor dikenal sebagai self dan tidak ditolak, sehingga pada beberapa keganasan terus berproliferasi dengan antigen tersembunyi dibalik endotel vaskuler.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Senin, 14 Maret 2011

IMMUNOSURVEILLANCE KANKER

Immunosurveillance adalah suatu mekanisme yang digunakan oleh tubuh untuk bereaksi melawan setiap antigen yang diekspresikan oleh neoplasma. Fungsi primer dari sistem imun adalah untuk mengenal dan mendegradasi antigen asing (nonself) yang timbul dalam tubuh. Dalam immunosurveillance, sel mutan dianggap akan mengekspresikan satu atau lebih antigen yang dapat dikenal sebagai nonself. Sel mutan dianggap sering timbul dalam tubuh manusia dan tetapi secara cepat dihancurkan oleh mekanisme imunologis. Pada tikus yang kehilangan imunitas seluler dan terpapar agen onkogenik akan lebih cepat timbul tumor. Ini dianggap merupakan bukti mekanisme immunosurveillance. Pasien dengan stadium lanjut lebih sering dalam keadaan imunosupresi dibanding pasien stadium awal. Pasien yang memakan obat imunosupresif setelah transplantasi renal mengalami peningkatan insidensi keganasan (100 kali lebih besar dari kontrol). Hampir 50% tumor pada pasien imunosupresi berasal dari jaringan mesenkim, contohnya sarkoma sel retikulum, tapi insiden neoplasia intraepitelial seperti CIN (Cervical Intraepithelial Neoplasia) juga lebih banyak dilaporkan. Walaupun ada penjelasan bagaimana immunosurveillance mengatasi kanker, tapi kurang bukti bahwa mekanisme imun dapat menghalangi pertumbuhan kanker. Sel NK ternyata paling berperan dalam immunosurveillance tumor, ia dapat membunuh sel tumor langsung tanpa perlu disensitisasi terlebih dahulu. Dalam immunosurveillance dianggap ada keadaan imunosupresi yang menyertai keadaan tumbuhnya tumor, terutama depresi sel NK. Salah satu syarat induksi tumor dengan bahan karsinogenik pada hewan percobaan adalah adanya gangguan pada sistim imun terutama sel NK.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Minggu, 13 Maret 2011

RESPONS SISTEM IMUN TERHADAP SEL KANKER

Sel kanker dikenal sebagai nonself yang bersifat antigenik pada sistem imunitas tubuh manusia sehingga ia akan menimbulkan respons imun secara seluler maupun humoral.
Cermin Dunia Kedokteran No. 132, 2001 47 Respons sistem imun terhadap sel kanker dapat dibagi dua yaitu humoral dan seluler.
1)Sistem Imun Humoral
Peranan sistem imun humoral terhadap sel kanker Imunitas humoral lebih sedikit berperan daripada imunitas seluler dalam proses penghancuran sel kanker, tetapi tubuh
tetap membentuk antibodi terhadap antigen tumor.
Dua mekanisme antibodi diketahui dapat menghancurkan target kanker yaitu :
a) Antibody dependent cell mediated cytotoxicity (ADCC). Pada ADCC antibodi IgG spesifik berikatan terhadap Tumor Associated Antigen (TAA) dan sel efektor yang membawa reseptor untuk bagian Fc dari molekul Ig. Antibodi bertindak sebagai jembatan antara efektor dan target. Antibodi yang terikat dapat merangsang pelepasan superoksida atau peroksida dari sel efektor. Sel yang dapat bertindak sebagai efektor di sini adalah limfosit null (sel K), monosit, makrofag, Lekosit PMN (polimorfonuklear) dan fragmen trombosit. Ini akan mengalami lisis optimal dalam 4 sampai 6 jam
b) Complement Dependent Cytotoxicity, Di sini pengikatan antibodi ke permukaan sel tumor menyebabkan rangkaian peristiwa komplemen klasik dari C' 1,4,2,3,5,6,7,8,9. Komponen C' akhir menciptakan saluran atau kebocoran pada permukaan sel tumor. IgM lebih efisien dibanding IgM dalam merangsang proses complement dependent citotoxicity

2) Sistem Imun Seluler
Peranan sistem imun seluler sel kanker Pada pemeriksaan patologi-anatomik tumor, sering ditemukan infiltrat sel-sel yang terdiri atas sel fagosit mononuklear, limfosit, sedikit sel plasma dan sel mastosit. Meskipun pada beberapa neoplasma, infiltrasi sel mononuklear merupakan indikator untuk prognosis yang baik, pada umumnya tidak ada hubungan antara infiltrasi sel dengan prognosis. Sistem imun yang nonspesifik dapat langsung menghancurkan sel tumor tanpa sensitisasi sebelumnya. Efektor sistem imun tersebut adalah sel Tc, fagosit mononuklear, polinuklear, Sel NK ,Aktivasi sel T melibatkan sel Th dan Tc. Sel Th penting pada pengerahan dan aktivasi makrofag dan sel NK.
a) Sitotoksitas melalui sel T
Sitotoksitas melalui sel T Kontak langsung antara sel target dan limfosit T menyebabkan interaksi antara reseptor spesifik pada permukaan sel T dengan antigen membran sel target yang mencetuskan induksi kerusakan membran yang bersifat lethal. Peningkatan kadar cyclic Adenosine Monophosphate (cAMP) dalam sel T dapat menghambat sitotoksisitas dan efek inhibisi Prostaglandin (PG) E 1 dan PGE2 terhadap sitotoksisitas mungkin diperantarai cAMP. Mekanisme penghancuran sel tumor yang pasti masih belum diketahui walaupun pengrusakan membran sel target dengan hilangnya integritas osmotik merupakan peristiwa akhir. Pelepasan Limfotoksin (LT), interaksi membran-membran langsung dan aktifitas T cell associated enzyme seperti phospholipase diperkirakan merupakan penyebab rusaknya membran. Interleukin (IL), interferon (IFN) dan sel T mengaktifkan pul asel Natural Killer (NK). Sel ini berbentuk large granulocytic lymphocyte (LGL). Kebanyakan sel ini mengandung reseptor Fc dan banyak yang mengekspresikan antigen sel T. Lisis sel target dapat terjadi tanpa paparan pendahuluan dan target dapat dibunuh langsung. Sel NK menunjukkan beberapa spesifisitas yang lebih luas terhadap target tumor yang biasanya dibunuh lebih cepat dibanding sel normal. Kematian sel tumor dapat sebagai akibat paparan terhadap toxin yang terdapat dalam granula LGL, produksi superoksida atau aktivitas protease serine pada permukaan sel efektor. Sel NK diaktivasi IFN dan II-2 in vitro. Aktivitas NK dapat dirangsang secara in vitro dengan pemberian IFN, inducer atau imunostimulan seperti Bacille Calmette Guerin (BCG) dan Corynebacterium (C) parvum. Penghambatan aktivasi sel NK terlihat pada beberapa PG (PGE1, PGE2, PGA1 dan PGA2), phorbol ester, glukokortikoid dan siklofosfamid. Pada banyak kasus, agen ini langsung mempengaruhi aktivitas NK, sel supresor juga dapat mempengaruhi sel NK. Sel NC (Natural Cytotoxic) juga teridentifikasi menghancurkan sel tumor. Berbeda dengan sel NK, sel NC kelihatannya distimulasi oleh IL-3 dan relatif tahan terhadap glukokortikoid dan siklofosfamid. Populasi LAK (lymphocyte activated killer) cell dapat tumbuh di bawah pengaruh IL-2.

b) Sitotoksisitas melalui makrofag
Makrofag yang teraktivasi berikatan dengan sel neoplastik lebih cepat dibanding dengan sel normal. Pengikatan khusus makrofag yang teraktivasi ke membran sel tumor adalah melalui struktur yang sensitif terhadap tripsin. Pengikatan akan bertambah kuat dan erat dalam 1 sampai 3 jam dan ikatan ini akan mematikan sel. Sekali pengikatan terjadi, mekanisme sitotoksisitas melalui makrofag berlanjut dengan transfer enzim lisosim, superoksida, protease, faktor sitotoksis yang resisten terhadap inhibitor protease dan yang menyerupai LT.Sekali teraktivasi, makrofag dapat menghasilkan PG yang dapat membatasi aktivasinya sendiri. Makrofag yang teraktivasi dapat menekan proliferasi limfosit, aktivitas NK dan produksi mediator. Aktivasi supresi dapat berhubungan dengan pelepasan PG atau produksi superoksida. Sebagai tambahan, makrofag dapat merangsang dan juga menghambat pertumbuhan sel tumor, yang bergantung dengan bagian yang rentan dari sel tumor, ratio makrofag dengan sel target dan status fungsional makrofag. Indometasin dapat menghambat efek perangsangan makrofag pada pertumbuhan tumor ovarium yang diperkirakan prostaglandin mungkin berperan sebagai mediatornya. Macrophage derived factor dapat merangsang pertumbuhan tumor dan menekan imunitas sel T. Akumulasi makrofag dalam tumor mungkin menggambarkan interaksi makrofag kompleks dari beberapa faktor dan juga kinetik produksi monosit oleh sumsum tulang. Jadi status fungsional makrofag dalam tumor juga berperan selain jumlahnya. Makrofag bila diaktifkan oleh limfokin, endotoksin, RNA dan IFN akan menunjukkan aktivasi berupa adanya perubahan morfologik, biokimiawi dan fungsi sel. Makrofag yang diaktifkan biasanya menjadi sitotoksik nonspesifik terhadap sel tumor in vitro. Makrofag dapat pula berfungsi sebagai efektor pada ADCC terhadap tumor. Di samping itu makrofag dapat menimbulkan efek negatif berupa supresi yang disebut makrofag supresor. Hal tersebut dapat disebabkan oleh tumor itu sendiri atau akibat pengobatan

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Sabtu, 12 Maret 2011

imunologi kanker

Selama dekade terakhir ini perkembangan imunologi berjalan sangat pesat sesuai dengan kemajuan teknologi. Segala sesuatu yang tidak dapat diterangkan dalam dunia kedokteran
sekarang dicoba untuk dihubungkan dengan gangguan sistem imun manusia. Dugaan ini menyebabkan dilakukannya berbagai penelitian di bidang imunologi yang menghasilkan
banyak temuan yang menyokong adanya keterlibatan sistem imun dan etiologi dan patogenesis berbagai kelainan yang terjadi. Dalam onkologi telah pula dikembangkan cabang ilmu imunologi kanker. Sebenarnya ilmu ini mulai berkembang sejalan dengan berkembangnya imunologi transplantasi, yang menganggap sel kanker sebagai benda asing yang berimplantasi ke tubuh dan menimbulkan reaksi imunologis.
Sesuai dengan apa yang dinyatakan Paul Ehrlich dalam hipotesanya yang menyebutkan bahwa neoplasma ganas adalah bersifat antigenik yang dikenal sebagai benda asing oleh pejamu, sel kanker dikenal sebagai nonself dan sel normal dikenal sebagai self.
Beberapa dugaan adanya keterlibatan sistim imun dalam kanker antara lain sebagai berikut: Regresi spontan kanker, melanoma yang sembuh sendiri, regresi metastasis setelah reseksi neoplasma primer, regresi kanker setelah dosis nonsitotoksik kemoterapi, munculnya kembali metastasis setelah periode laten yang lama, kegagalan sel kanker yang bersirkulasi dalam darah untuk membentuk daerah metastasis, infiltrasi kanker oleh sel mononuklear, insidensi kanker yang lebih tinggi pada penderita imunodefisiensi, setelah imunosupresi klinis, dan peningkatan kejadian keganasan pada usia tua. Sedangkan pembuktian secara klinis pada hewan
dilakukan oleh Gross yang mendapatkan bahwa tikus yang mendapat imunisasi bahan sel kanker
ternyata menolak menerima transplantasi sel kanker yang sama sedangkan yang tidak mendapat imunisasi mengalami pertumbuhan kanker. Sedang Prehn dan Main melaporkan pengguna Methylcholantrene untuk merangsang terjadinya fibrosarcoma. Mereka mengamati tikus yang diimunisasi dengan sel kanker yang ditransplantasikan lagi ternyata tidak dapat tumbuh, sedangkan bila dilakukan imunisasi dengan sel normal ternyata tidak menimbulkan kekebalan terhadap kanker tersebut.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Jumat, 11 Maret 2011

Mengintip Kesehatan Pria Berdasarkan Usia (USIA 40-an)




Kondisi Umum : Pada usia ini, pria mengalami penurunan sedikit kemampuan, yaitu tak seenergik pria yang berusia 20 tahun, misalnya. Jika seumpama seorang pria sejak muda punya kebiasaan kurang tidur, di usia 40 tahun ia biasanya sudah mengalami kelelahan.
Dalam melakukan olahraga mesti perhatikan beberapa hal, apalagi jika memiliki hipertensi atau penyakit jantung. Pria yang bertubuh gemuk pada usia 40 tahun ke atas sebaiknya mengurangi olahraga beban. Karena ada kemungkinan sudah ada masalah dengan otot atau persendian. Jadi jangan terlalu memaksakan untuk melakukan suatu kegiatan olahraga yang cukup berat.
Ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai, yaitu penyakit-penyakit degeneratif (penyakit yang terjadi karena bertambahnya usia). Penyakit-penyakit ini terjadi terutama karena pola hidup yang kurang sehat, misalnya tidak memperhatikan makan (kandungan asam urat, kolesterol, garam). Maka bisa saja di atas 40 tahun akan mengalami berbagai penyakit, apalagi jika didukung faktor risiko lain seperti kegemukan.
Beberapa penyakit atau konsekuensi yang mungkin muncul:
- Serangan jantung koroner. Penyebabnya antara lain rokok, hipertensi, kegemukan, peningkatan kekentalan darah, kencing manis, kurang olah raga, dan stres yang berat.
- Peningkatan kolesterol. Kolesterol yang berlebihan akan menumpuk di pembuluh darah terutama di pembuluh darah otak dan jantung koroner. Jika memiliki faktor lain seperti kegemukan, merokok, dan kencing manis, risiko terjadinya serangan jantung atau stroke makin meningkat.
- Kadar asam urat tinggi. Mengakibatkan terjadinya peradangan pada sendi kaki. Sendi membengkak dan menimbulkan nyeri yang hebat. Bisa menumpuk di ginjal menyebabkan terbentuknya pasir dan batu ginjal.
Seks :
Pada usia 45 tahun ke atas, penurunan fungsi tubuh semakin nyata. Kadar hormon testosteron semakin menurun, demikian juga hormon yang lain. Massa otot dan kekuatan otot mulai menurun, lemak tubuh meningkat, dan berbagai penyakit muncul yang dapat mengganggu fungsi seksual, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, serta kolesterol tinggi.
Faktor psikis juga dapat mengganggu fungsi seksual, misalnya kejenuhan dengan suasana sehari-hari, hilangnya kemesraan dengan pasangan, hilangnya daya tarik pasangan, kekecewaan, dan kejengkelan.
Di samping fungsi seksual, kesuburan pria juga menurun. Kuantitas dan kualitas sel spermatozoa juga menurun. Jadi, tidak benar anggapan yang menyatakan kesuburan pria tetap tinggi walaupun usia sudah lanjut. Karena itu dianjurkan pada usia di atas 40 tahun, pria dan perempuan sebaiknya tidak mempunyai anak lagi.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Kamis, 10 Maret 2011

ASAM URAT

Asam urat adalah serangan radang persendian yang berulang, yang disebabkan oleh penimbunan kristal asam urat di dalam persendian. Bagian tubuh yang terkena adalah bagian sendi yang berada pada ujung tubuh seperti ibu jari kaki, siku, lutut, pergelangan kaki dan tangan. Gejala asam urat berupa nyeri di satu atau lebih sendi, persendian bengkak, kulit menjadi merah atau keunguan, demam dan detak jantung cepat. Penyakit asam urat banyak ditemui pada pria danbr /br / wanita usia di atas 40 tahun, pola makan merupakan penyebab utama misal, mengkonsumsi makanan berprotein tinggi (hati, ginjal, paru dan limpa).

Asam Urat Mulai Mengancam Pria!
Lebih dari lima tahun, Deni (40 tahun) sering mengalami rasa pegal dan nyeri, yang biasanya hilang setelah dipijat atau dibalur dengan obat gosok. Memang selang beberapa saat, rasa tersebut berkurang. Namun kembali muncul dan semakin parah, dengan rasa pegal dan nyeri hampir di seluruh persendian. Sayangnya Deni tidak menyadari penyakit yang dideritanya. Sampai akhirnya ia memutuskan ke dokter dan melakukan pemeriksaan darah. Saat itu ia baru mengetahui bahwa rasa nyeri yang ia rasakan adalah akibat tingginya kadar asam urat (10mg/dl), padahal kadar normal asam urat adalah 3.4-7mg/dl (pria) dan 2.4-5.7mg/dl (wanita).
Apakah sebenarnya asam urat dan bagaimana bahayanya?
Asam urat/gout/pirai dikenal sejak zaman Yunani kuno, sebagai penyakit orang kaya. Gout sendiri berasal dari bahasa Latin: “guttan” yang berarti tetesan, karena diduga berasal dari tetesan racun yang jatuh satu per satu pada persendian. Tingginya kadar asam urat yang ditemukan dalam darah penderita gout sendiri sebenarnya baru diketahui pada abad ke-18, berdasarkan penelitian Sir Alfred Garrod melalui isolasi asam urat dari batu ginjal. Hingga kini, gout sering disebut penyakit asam urat atau arthritis gout yang merupakan salah satu jenis penyakit rematik atau radang sendi.
Apakah itu Asam Urat?
Asam urat merupakan bagian normal dalam darah dan urin, tepatnya hasil pemecahan sel tubuh. Setelah sel tubuh mati, maka purin yang terdapat dalam inti sel akan mengalami metabolisme lanjutan, dengan hasil akhir asam urat dan akan dikeluarkan tubuh melalui ginjal.
Pada metabolisme normal, kadar asam urat selalu diatur dalam batasan normal. Asupan makanan yang terlalu banyak mengandung purin, kelainan metabolisme tubuh seperti pemecahan sel yang terlalu banyak (dengan prevalensi penderita 20-30%) atau adanya kelainan fungsi ginjal (dengan prevalensi 75%) dapat menyebabkan kadar asam urat meningkat.
Selain itu, penyakit asam urat juga dapat terjadi akibat obesitas dan komplikasi penyakit diabetes melitus, hipertensi dan arteriosclerosis (penyempitan pembuluh darah oleh kolesterol jahat), yang dapat merusak pembuluh darah dan syaraf pada organ tubuh, termasuk ginjal. Dengan rusaknya ginjal, maka sistem pengeluaran asam urat pun menjadi terganggu, sehingga kadarnya meningkat.
Pria Lebih Beresiko?
Berdasarkan sumber yang dapat dipercaya, sekitar 40% penduduk Indonesia berusia di atas 40 tahun mengalami keluhan nyeri sendi dan otot seperti pada gout arthritis. Angka ini meningkat dari tahun ke tahun, yang tidak saja didominasi oleh usia lanjut, tapi juga diderita kaum muda.
Penyakit gout paling banyak diderita oleh kelompok usia produktif antara 30-50 tahun, dan didominasi pria, mungkin termasuk Anda!
Bagaimana Gejalanya?
Pada stadium awal, penyakit gout ditandai oleh hiperurisemia asimptomatis. Pada stadium ini, kadar asam urat meningkat tanpa disertai arthritis (rasa nyeri), tofi (endapan keras seperti batu karang) dan batu ginjal.
Sedang pada stadium selanjutnya, penderita asam urat akan mulai merasakan radang sendi disertai dengan rasa nyeri yang hebat, bengkak, merah dan rasa panas pada sendi kaki. Serangan akan hilang sendiri dalam waktu ±10 hari atau ±3 hari (jika diberi obat).
Jika hal ini terus dibiarkan, maka dalam waktu kurang lebih 1-2 tahun, penderita akan merasakan interval serangan yang bertambah pendek. Lalu terbentuk tofi atau terjadi perubahan bentuk pada sendi yang tidak dapat kembali ke bentuk semula, dengan rasa sakit yang lebih hebat. Inilah yang disebut arthritis gout kronis.
Endapan kristal natrium urat yang berlebihan dan mengendap pada persendian, selain menimbulkan nyeri dan linu juga dapat menyebabkan tubuh sulit bergerak. Selain itu pengendapan ini dapat pula terjadi pada pembuluh darah jantung dan ginjal. Komplikasi terakhir inilah yang paling berbahaya, karena adanya endapan kristal natrium urat pada ginjal dapat menyebabkan terbentuknya batu asam urat yang sering disebut batu ginjal.
Bagaimana Pencegahannya?
Kendalikan gout/asam urat dari sumber penyakit itu berasal. Pola makan tidak sehat yang menjadi sumber penyakit degeneratif sebaiknya mulai dihindari. Berikut tips singkat yang dapat Anda jalankan:
1. Batasi konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula pasir dan olahannya (permen atau kue yang terbuat dari gula pasir), yang dapat beresiko terhadap peningkatan kadar asam urat serum.
2. Hindari makanan tinggi lemak (kacang, gorengan, margarin, mentega dan makanan bersantan), yang dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin.
3. Hindari konsumsi makanan berlebihan yang beresiko terhadap obesitas dan sesuaikan dengan kebutuhan kalori tubuh. Ingatlah bahwa obesitas merupakan salah satu faktor resiko terjadinya asam urat!
4. Minum air putih minimal 2.5 liter (10 gelas) per hari untuk membantu mengeluarkan asam urat melalui urin.
Jadi untuk sumber makanan berprotein yang sangat disarankan bagi penderita asam urat, Anda dapat memilih susu, keju dan telur. Namun hati-hati dengan kadar lemaknya! Pilihlah yang rendah lemak.
Selain tips pola makan sehat di atas, berolahraga teratur akan membuat tubuh Anda selalu tampil bugar dan sehat. Berarti untuk mencegah penyakit asam urat dan komplikasinya, Anda cukup menjalankan pola hidup sehat, bukan?

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Rabu, 09 Maret 2011

macam - macam kemoterapi

Ada beberapa cara pemberian kemoterapi. Jika berfungsi membunuh sel kanker secara sistemik, obat diberikan melalui injeksi dan oral. Kemoterapi yang regional berfokus pada organ yang terkena kanker diberikan bersama dengan obat.

Terapi ini bisa berperan kuratif atau menyembuhkan. Kemoterapi dapat jadi pengendali kanker dengan mencegah penyebaran, memperlambat perkembangan, membunuh sel kanker yang menyebar, dan mengurangi ukuran tumor. Fungsi lain adalah paliatif atau mengurangi gejala kanker, terutama nyeri.

Beberapa jenis kemoterapi, antara lain, kemoterapi primer, kemoterapi adjuvan atau tambahan—diberikan setelah operasi atau radiasi untuk membunuh sel kanker, dan kemoterapi neoadjuvan yang diberikan sebelum operasi atau radiasi untuk mengecilkan ukuran tumor. ”Kemoterapi dapat diberikan sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan terapi lain, seperti pembedahan, radioterapi, dan terapi biologik,” kata Noorwati.

Terapi ini bisa mengendalikan kanker cukup lama, seperti penderita kanker ovarium, limfoma non-Hodgkin, kanker darah kronis yang merusak tulang (multiple myeloma), dan kanker endometrium.

Selain itu, kemoterapi bermanfaat untuk paliatif atau dapat mengurangi gejala pada kanker nasofaring, kanker prostat, kanker endometrium, kanker leher dan kepala, serta kanker paru stadium lanjut. ”Manfaat kemoterapi juga tergantung jenis kanker,” ujarnya.

Dengan kemoterapi, obat tak hanya membunuh sel kanker, tetapi sel normal yang membelah cepat seperti sel kanker, yaitu sel saluran cerna, sel kulit, sel rambut, dan sel sperma.

”Efek samping bersifat sementara,” kata Noorwati. Beberapa efek samping lain adalah rambut rontok, sariawan, fibrosis paru, mual-muntah, diare, nyeri otot toksik ke jantung, reaksi lokal, bahkan bisa gagal ginjal, dan menekan produksi darah.

Untuk itu, penderita dianjurkan makan dan minum sedikit tetapi sering; minum tiap muntah; serta hindari makanan berbau, berminyak, berlemak, pedas, terlalu manis, panas, dan beraroma sitrus. Penderita dianjurkan mengonsumsi makanan dingin dan kering, minum teh beraroma jahe, akupunktur, relaksasi otot, terapi musik, memakai pakaian longgar, dan tidak berbaring seusai makan.

Menimbang besarnya manfaat kemoterapi, efek samping yang muncul karena terapi ini diharapkan tidak mematahkan semangat para pasien untuk berjuang melawan kanker. Apalagi, sebagian besar efek samping bersifat sementara dan bisa diatasi dengan berbagai cara.
Kemoterapi Bisa Kurangi Sel Darah
Banyak orang masih berpikir kemoterapi yang kerap digunakan untuk pengobatan kanker merupakan tindakan yang sangat berbahaya. Sebenarnya untuk apa sih tindakan itu?

Dalam situs resmi Rumah Sakit Pusat Kanker Dharmais, Dr.dr.Noorwati S,SpPD.KHOM mengatakan, kemoterapi bertujuan untuk membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhan sel kanker yang masih tertinggal.

Dengan pengobatan ini beberapa jenis kanker dapat disembuhkan secara tuntas dengan satu jenis kemoterapi atau beberapa jenis kemoterapi.

Manfaat lain, kata Noorwati untuk menghambat perkembangan kanker agar tidak bertambah besar atau menyebar ke jaringan lain. Dan manfaat terakhir, jika kemoterapi tidak dapat menghilangkan kanker, maka kemoterapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi gejala yang timbul pada pasien, seperti meringankan rasa sakit dan memberi perasaan lebih baik serta memperkecil ukuran sel kanker pada daerah yang diserang.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kemoterapi dapat diberikan dengan cara infus maupun suntikan langsung. Suntikan bisa dilakukan di otot, bawah kulit dan rongga tubuh. Cara yang lain adalah diminum karena bentuknya berupa tablet atau kapsul.

Perlu diketahui, ada beberapa efek samping kemoterapi, misalnya lemas, mual dan muntah, gangguan pencernaan, sariawan, rambut rontok, otot dan saraf, kulit menjadi kering dan bewarna merah, serta berefek pada darah.

Khusus pada darah ini, disebutkan Noorwati, beberapa jenis obat kemoterapi dapat mempengaruhi kerja sumsum tulang yang merupakan pabrik pembuat sel darah. Akibatnya jumlah sel darah menurun.

Kasus yang kerap dijumpai adalah penurunan sel darah putih (leokosit). Penurunan ini terjadi pada setiap kemoterapi. Karena itu tes darah akan dilaksanakan sebelum kemoterapi berikutnya untuk memastikan jumlah sel darah telah kembali normal. Penurunan jumlah sel darah dapat mengakibatkan mudah penderita terkena infeksi, pendarahan dan anemia.

Yang jelas, katanya, setiap obat memiliki efek samping yang berbeda. Reaksi tiap orang pada tiap siklus juga berbeda. Setiap efek samping bersifat sementara dan berkurang bila terapi dihentikan.

Noorwati pun berpesan, pertimbangkan dan diskusikan dengan dokter Anda mengenai untung dan ruginya melakukan pengobatan kanker dengan cara kemoterapi

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Selasa, 08 Maret 2011

Efek Samping Kemoterapi


Sejumlah penderita kanker lain juga mengalami sejumlah efek samping kemoterapi, antara lain tangan dan kaki hitam, mengelupas, diare, dan mual-muntah.

Ancaman kematian

Ancaman kematian dan penurunan kualitas hidup membayangi jutaan penderita kanker. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, tahun 2005 sekitar 7,6 juta orang meninggal akibat kanker. Ini berarti 13 persen dari total jumlah kematian di dunia. Diperkirakan, 9 juta orang akan meninggal karena kanker pada tahun 2015.

Selama ini kematian akibat kanker lebih banyak dari jumlah kematian karena tuberkulosis, HIV, dan malaria. ”Lebih dari 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah atau menengah,” kata dr Noorwati Sutandyo dari Divisi Hematologi-Onkologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Semua orang bisa terserang kanker, lebih-lebih usia di atas 40 tahun. Data 10 kanker terbanyak di RS Kanker Dharmais tahun 2007 adalah dari 1.348 jumlah kasus, 32,4 persen di antaranya kanker payudara, dan 18,8 persen kanker serviks.

Beberapa faktor penyebab kanker adalah genetik, diet, kegemukan, rokok, paparan bahan kimia, hormon, radiasi dan sinar ultraviolet, virus, serta sistem imunitas.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Senin, 07 Maret 2011

PENYAKIT KECACINGAN MASIH DIANGGAP SEPELE


Penyakit kecacingan atau biasa disebut cacingan masih dianggap sebagai hal sepele oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal jika dilihat dampak jangka panjangnya, kecacingan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi penderita dan keluarganya.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sp. P (K), MARS, DTM & H saat menghadiri acara sosialisasi penyakit Kecacingan yang diselenggarakan oleh Johnson & Johnson, Kamis (8/7/2010) di Jakarta.

Prof. Tjandra mengatakan kerugian akibat kecacingan tidak terlihat secara langsung, karena itu penyakit ini sering dianggap sepele oleh masyarakat. Kecacingan dapat menyebabkan anemia (kurang darah), berat bayi lahir rendah, gangguan ibu bersalin, lemas, mengantuk, malas belajar, IQ menurun, prestasi dan produktivitas menurun.

Menurut Prof. Tjandra, jenis cacing yang banyak menyerang adalah cacing gelang (Ascaris Lumbricoides), cacing tambang (Ankylostoma Duodenale dan Necator Americanus), dan cacing cambuk (Trichuris Trichuria). Penyakit ini pada umumnya menyerang pada anak-anak karena daya tahan tubuhnya masih rendah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah iklim tropis, kesadaran akan kebersihan yang masih rendah, sanitasi yang buruk, kondisi sosial ekonomi yang rendah, serta kepadatan penduduk.

Dikatakan lebih lanjut, satu ekor cacing dapat menghisap darah, karbohidrat dan protein dari tubuh manusia. Cacing gelang menghisap 0,14 gram karbohidrat & 0,035 gram protein, cacing cambuk menghisap 0,005 mL darah, dan cacing tambang menghisap 0,2 mL darah. Sekilas memang angka ini terlihat kecil, tetapi jika sudah dikalkulasikan dengan jumlah penduduk, prevalensi, rata-rata jumlah cacing yang mencapai 6 ekor/orang, dan potensi kerugian akibat kehilangan karbohidrat, protein dan darah akan menjadi sangat besar.

Kerugian akibat cacing gelang bagi seluruh penduduk Indonesia dalam kehilangan karbohidrat diperkirakan senilai Rp 15,4 milyar/tahun serta kehilangan protein senilai Rp 162,1 milyar/tahun. Kerugian akibat cacing tambang dalam hal kehilangan darah senilai 3.878.490 liter/tahun, serta kerugian akibat cacing cambuk dalam hal kehilangan darah senilai 1.728.640 liter/tahun, ujar Prof. Tjandra.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Kementerian Kesehatan melakukan kebijakan operasional berupa kerjasama lintas program seperti kemitraan dengan pihak swasta dan organisasi profesi. Tujuannya untuk memutuskan rantai penularan, menurunkan prevalensi kecacingan menjadi <20% pada tahun 2015, serta meningkatkan derajat kesehatan dan produktivitas kerja.
Kegiatan yang dilakukan antara lain sosialisasi dan advokasi, pemeriksaan tinja minimal 500 anak SD per kabupaten/kota, intervensi melalui pengobatan dan promosi kesehatan, meningkatkan kemitraan, integrasi program, pencatatan dan pelaporan serta monitoring-evaluasi.
60% Penduduk Indonesia Cacingan, Kerugian Capai Rp 0,5 T
Cacingan jelas tidak boleh disepelekan. Sebab, selain menggerogoti gizi, cacingan menjadikan daya tahan tubuh merosot sehingga penderita mudah terserang beragam penyakit. Serangan cacingan berpengaruh terhadap asupan karbohidrat dan gizi penderita. Kerugian akibat cacingan mencapai sekitar Rp 0,5 triliun atau setara dengan 20 juta liter darah/tahun.

Sebagian besar penduduk Indonesia atau 60% dari sekitar 220 juta orang ternyata cacingan alias ‘beternak’ cacing di dalam usus. Dari angka prevalensi 60% itu, 21% di antaranya cacingan menyerang anak usia sekolah dasar dengan kandungan cacing enam ekor per orang.

Data tersebut, diperoleh melalui survei dan penelitian di beberapa provinsi pada 2006. �Namun, hasil penelitian sebelumnya (2002-2003), pada 40 SD di 10 provinsi menunjukkan prevalensi antara 2,2% hingga 96,3%,� ujar Guru Besar Bidang Ilmu Parasitologi Klinik Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang Prof Dr dr Teguh Wahju Sardjono di Jakarta, kemarin.

Ironisnya, menurut Prf Teguh, penyakit yang masuk kategori parasit ini tidak mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Padahal, kerugian akibat infeksi cacing tersebut cukup tinggi. apalagi kalau melihat kondisi masyarakat Indonesia yang lebih dari 30 juta jiwa berada dibawah garis kemiskinan.

Cacing sesungguhnya tidak memandang bulu untuk menginfeksi manusia. Dengan bermacam perantara, cacing dapat mudah masuk ke tubuh manusia yang kebanyakan melalui makanan yang tidak higienis dalam penyajiannya. Meski menginfeksi manusia, cacing tidak meninggalkan sifat aslinya yang senang dengan lingkungan yang kotor dan lembab.

Hal inilah yang menyebabkan infeksi cacing kerap ditemukan pada lingkungan masyarakat yang kumuh dan lembab. Namun demikian, mereka yang selalu menjaga kebersihan akan bebas cacing 100 %. Karena, manusia tidak dapat menghindari kontak dengan orang lain yang mungkin membawa telur cacing.

Pada kasus ringan, cacingan tidak menimbulkan gejala nyata, namun pada kasus-kasus infeksi berat bisa berakibat fatal. Ascaris pada cacing dapat bermigrasi ke organ lain yang menyebabkan peritonitis, akibat perforasi usus dan ileus obstruksi akibat bolus yang dapat berakhir dengan kematian.

Infeksi usus akibat cacingan, juga berakibat menurunnya status gizi penderita yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga memudahkan terjadinya infeksi penyakit lain, termasuk HIV/AIDS, tuberculosis, dan malaria.

Pantat gatal, merupakan salah satu gejala untuk infeksi dari jenis cacing enterobius vermicularis. Pada spesies cacing ini, indung cacing keluar dari lubang anus biasanya di malam hari ketika kita tidur, dan meletakkan telurnya di daerah sekeliling anus (peri-anal). Dengan menggunakan selotip, contoh telur-telur dapat di ambil dan dapat dilihat dengan bantuan mikroskop untuk diagnosa.

Cacingan dapat dicegah dengan mencuci badan, terutama tangan dan kaki dengan air dan sabun dengan bersih. Apabila salah satu anggota keluarga terkena cacingan, maka semua orang di rumah harus dirawat. Seprai, handuk dan pakaian yang dipakai pada 2 hari sebelumnya harus dicuci dengan dengan air hangat dan detergen.

Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Sabtu, 05 Maret 2011

Olah raga itu banyak gunanya

Sebagian masyarakat Indonesia telat di manja oleh banyak fasilitas yang dapat di milikinya. Seperti kendaraan, banyaknya kendaraan pribadi membuat kita mudah dalam membolisasi setiap aktifitas kita.
Banyaknya kendaraan dan seringnya menggunakan kendaraan akan membuat kita melupakan sesuatau yang penting untuk kesehatan. Sebut saja berjalan kaki. Jalan kaki adalah aktifitas dasar manusia dalam bermobilisasi. Namun berjalan kaki pula tidak hanya untuk mobilisasinya saja, di dalam aspek kesehatan berjalan kaki banyak gunanya.
Salah satunya untuk melancarkan peredaran darah.
Jarangnya manusia saat ini berolah raga menimbulkan banyak masalah untuk kehidupan sang pemilik badan sendiri. Olahraga pada dasarnya berguna untuk memperlancar peredaran darah. Sabagaimana kita tahu darah membawa sari-sari makanan dan juga oksigen. Jika kita rutin berolah raga maka sirkulasi sari-sari makanan dan oksigen juga akan lancar sehingga organ tubuh tidak mengalami gangguan berarti.
Maka dari itu olah raga dianjurkan sebagai tindakan pencegahan penyakit.



Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Jumat, 04 Maret 2011

Prinsip Kemoterapi


Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali ditambah dengan perilaku ganas: invasi dan metastasis. Kanker diduga disebabkan oleh interaksi antara kerentanan genetik dan racun lingkungan.

Dalam arti luas, paling''''obat kemoterapi bekerja dengan mempengaruhi mitosis (pembelahan sel), efektif menargetkan cepat membagi sel. Seperti obat-obatan ini menyebabkan kerusakan pada sel mereka disebut''''sitotoksik. Beberapa obat menyebabkan sel untuk menjalani apoptosis (yang disebut "kematian sel diprogram").

Para ilmuwan belum dapat mengidentifikasi fitur khusus dari sel-sel ganas dan kekebalan tubuh yang akan membuat mereka unik ditargetkan (pembatas beberapa contoh baru-baru ini, seperti kromosom Philadelphia yang ditargetkan oleh imatinib). Ini berarti bahwa cepat lain-membagi sel, seperti mereka yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan rambut dan untuk penggantian epitel usus (lapisan), juga sering terpengaruh. Namun, beberapa obat memiliki profil efek samping yang lebih baik daripada yang lain, memungkinkan dokter untuk menyesuaikan rejimen pengobatan menguntungkan bagi pasien dalam situasi tertentu.

Sebagai kemoterapi mempengaruhi pembelahan sel, tumor dengan fraksi pertumbuhan tinggi''''(seperti leukemia myelogenous akut dan limfoma agresif, termasuk penyakit Hodgkin) lebih peka terhadap kemoterapi, sebagai proporsi yang lebih besar dari sel-sel target sedang mengalami pembelahan sel pada setiap waktu. Keganasan dengan pertumbuhan yang lambat, seperti limfoma, cenderung merespon kemoterapi jauh lebih sederhana.

Obat mempengaruhi "muda" tumor (misalnya, lebih dibedakan) lebih efektif, karena mekanisme yang mengatur pertumbuhan sel biasanya masih dipertahankan. Dengan generasi-generasi sel tumor, diferensiasi biasanya hilang, pertumbuhan menjadi kurang diatur, dan tumor menjadi kurang responsif terhadap sebagian besar agen kemoterapi. Dekat pusat dari beberapa tumor padat, pembelahan sel secara efektif telah berhenti, membuat mereka tidak peka terhadap kemoterapi. Masalah lain dengan tumor solid adalah kenyataan bahwa agen kemoterapi sering tidak mencapai inti dari tumor. Solusi untuk masalah ini termasuk terapi radiasi (baik brachytherapy dan teleterapi) dan bedah.

Seiring waktu, sel-sel kanker menjadi lebih resisten terhadap pengobatan kemoterapi. Baru-baru ini, para ilmuwan telah mengidentifikasi pompa kecil di permukaan sel-sel kanker yang aktif bergerak kemoterapi dari dalam sel ke luar. Penelitian p-glikoprotein dan pompa kemoterapi lainnya seperti penghabisan, saat ini sedang berlangsung. Obat untuk menghambat fungsi p-glikoprotein sedang menjalani pengujian pada Juni 2007 untuk meningkatkan efektivitas kemoterapi.


Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Gila itu?

Kebanyakan masyarakat membayangkan adalah orang yang compang camping yang berjalan dipinggir jalan. Namun pengertian gila ternyata sangat luas sekali.
Gila adalah suatau penyakit yang menyerang system otak sehingga mengalami ganngguan jiwa bagi sang penderita. Gila bisa terjadi akibat banyak hal baik dari factor stress sampai keinginan yang belum tercapai.
Gila sendiri di golongan dari beberapa tipe dari yang berat sampai yang ringan.
Gila yang berat adalah saat si penderita tidak lagi dapat mengintrol emosi dan prilakunya. Ini keadaan yang sangat sering kita jumpai di pasar-pasar. Keadaan yang ini jika ingin sembuh harus menjalani karantina di rumah sakit jiwa
Gila yang ringan adalah keadaan yang sangat sering ditemui di masyarakat sadar atau tidak jika kita menghayal secara berlebihan bisa tergolong gila lho teman.
Ternyata gila bukan hanya seperti yang kita tahu selama ini. Orang – orang yang mempunyai gelja penyakit seperti bisa rawat jalan dengan dokter ahli jiwa. Hanya dengan menghayal yang berlebihan ternyata kita bisa bisa disebut gila.
Hayo siapa yang suka ngehayal???


Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Kamis, 03 Maret 2011

Air putih obat berbagai macam penyakit

Air memang menjadi kebutuhan bagi seluruh mahluk hidup baik manusia, tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Air digunakan untuk metabolisme tubuh dan juga untuk pertumbuhan.
Sebagian besar organ tubuh kita terdiri dari air sebut saja jantung, paru-paru dan otak, lebih dari 70%penyusunnya adalah air . maka dari itu kita harus menjaga system nya dengan rutin mengkonsumsi air.
Air juga digunakan dalam tubuh untuk menjadi alat transportasi bagi zat-zat yang akan di regulisasi dalam tubuh. Kenapa demikian?
Kecepatan reaksi benda padat ternyata lebih rendah dari pada benda cair. Maka karena itu system peredaran tubuh kita juga seoerti itu. Sel darah yang padat yang terdapat dalam aliran darah pun didak dapat bersirkulasi dengan leluasa tanpa adanya serum atau plasma darah yang berperan seperti air. Plasma/ serum mirip seperti air sungai dan sel darah adalah ikan-ikan yang berenang didalamnya. Kita keadaan air dalam tubuh kurang maka otak akan mensensor organ-organ tertentu untuk merespon keadaan tersebut. Organ yang berperan aktif adalah ginjal. Ginjal mereabsorsiakan filtrate dari glomerulus jika keadaan tubuh memerlukan cairan, kemudian munculnya rasa haus sebagai respon bahwa tubuh perlu asupan air.
Minuman di dunia ini ada banyak sekali, namun minuman yang paling bermanfaat dan ekonomis adalah air putih.
Air putih sangat baik untuk kesehatan manusia secara umum atau pun secara khususnya untuk organ ginjal. Air putih sangat baik untuk ginjal karena ginjal tidak perlu bekerja keras untuk menyaringnya. Meminum air putih yang cukup dpat menjaga kesehatan anda.\air putih juga banyak digunakan untuk obat berbagai penyakit sebut saja debris atau demam, kebiasaan mengompres menggunakan air dingin atau es ternyata tidak akan menolong penderita untuk menurunkan panasnya malah akan menjadikan suhu si penderita akan lebih tinggi. Namun jika si penderita di beri minum air putih yang banyak maka lambat laun panasnya akan turun walau tentunya saja akan menyebabkan sanag penderita akan sering kekamar mandi. Cara kerja air putih saat kita demam mirip seperti radiator mobil. Panasnya tubuh kita akan didinginkan oleh air dan akan dikeluarkan panas tersebut oleh ginjal.
Untuk sakit pinggang pun air puitih dipercaya sebagai satu-satunya obat yang cocok dan tidak perlu harga mahal untuk untuk mendapatkannya.
Jadi rajin minum air putih y.


Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Rabu, 02 Maret 2011

Aspergilus sp


Aspergilus niger merupakan fungi dari filum ascomycetes yang berfilamen, mempunyai hifaberseptat, dan dapat ditemukan melimpah di alam.[1] Fungi ini biasanya diisolasi dari tanah, sisa tumbuhan, dan udara di dalam ruangan. Koloninya berwarna putih pada Agar Dekstrosa Kentang (PDA) 25 °C dan berubah menjadi hitam ketika konidia dibentuk. kepala kondiadari A. niger berwarna hitam, bulat, cenderung memisah menjadi bagian-bagian yang lebih longgar seiring dengan bertambahnya umur.
Habitat
A. niger dapat tumbuh optimum pada suhu 35-37 °C, dengan suhu minimum 6-8 °C, dan suhumaksimum 45-47 °C.[1] Selain itu, dalam proses pertumbuhannya fungi ini memerlukanoksigen yang cukup (aerobik). A. niger memiliki warna dasar berwarna putih atau kuning dengan lapisan konidiospora tebal berwarna coklat gelap sampai hitam.[1]
Metabolisme
Dalam metabolismenya A. niger dapat menghasilkan asam sitrat sehinga fungi ini banyak digunakan sebagai model fermentasi karena fungi ini tidak menghasilkan mikotoksin sehingga tidak membahayakan. A. niger dapat tumbuh dengan cepat, oleh karena itu A. nigerbanyak digunakan secara komersial dalam produksi asam sitrat, asam glukonat, dan pembuatan berapa enzim seperti amilase, pektinase, amiloglukosidase, dan selulase.
Selain itu, A. niger juga menghasilkan gallic acid yang merupakan senyawa fenolik yang biasa digunakan dalam industri farmasi dan juga dapat menjadi substrat untuk memproduksi senyawa antioksidan dalam industri makanan.
A. niger dalam pertumbuhannya berhubungan langsung dengan zat makanan yang terdapat dalam substrat, molekul sederhana yang terdapat disekeliling hifa dapat langsung diserap sedangkan molekul yang lebih kompleks harus dipecah dahulu sebelum diserap ke dalamsel, dengan menghasilkan beberapa enzim ekstra seluler seperti protease, amilase,mananase, dan α-glaktosidase.[1] Bahan organik dari substrat digunakan oleh Aspergillus niger untuk aktivitas transport molekul, pemeliharaan struktur sel, dan mobilitas sel.




Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Bakteri tidak mati di dalam es

Es adalah minuman yang sangat di gemari Negara tercinta kita ini, karena cuaca yang tropis ini yang membuat es menjadi pilihan kita saat beristrahat. Es yang kita bahas disini adalah es batu yang biasa kita tambahakan dlam minuman kita.
Cara pembuatan es batu sangat mudah anda hanya perlu refrigator, air dan wadah tempat anda akan membuat esnya, tinggal diisi lalu letakan di refrigator lalu biarkan, esoknya sudah jadi dech.
Namun ternyata disuhu es yang begitu dingin bakteri tidak mati, merekan hanya dorman (tidur) karena lingkungannya tidak mengguntungkan bagi mereka, namun ketika es tersebut kembali mencair dan mencapai suhu standart maka mereka akan bangun lagi dan siap menginfeksi hospesnya.
Factor yang menyebabkan terdapatnya kuman dalam es adalah
Factor air : air yang digunakan dalam pembuatan es tidak steril sehingga kuman tetap ada dan hidup
Faktor wadah atau alat jika wadah yang digunakan tidak bersih maka kumanpun akan banyak disana
Jadi wajib waspada y.



Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Selasa, 01 Maret 2011

Gunakan volume earphone anda secukupnya

Penggunaan ponsel yang meraja rela membuat persaingan tersendiri di antara produsen.
Lagi lagi mereka mengeluarkan tipe baru yang membuat masyarakat gigit jari untuk membelinya. Pada awalnya dahulu posel kamera dipatok dengan harga 1 jutaan rupiah namun saat ini jika anda memiliki danan 299ribu rupiah saja anada sudah dapat memilikinya. Ponsel yang hadir ditengah-tengah kita makin hari makin canggih dan murah.
Tidak hanya itu saat ini banyak ponsel local yang menggunakan power sound sebagai senjata untuk menggait para pembeli. Ponsel-ponsel jenis ini memiliki suara yang keras dan cukup jenih. Ponsel jenis ini biasanya disukain oleh anak muda. Karena hobi mendengarankan musik baik lewat speker ponsel ataupun earphone.
Namun kibiasaan menggunakan earphone ternyata tidak begitu baik untuk kesehatan telinga kita. Magnet yang terdapat di earphone lambat laun akan mempengaruhi kerja telinga kita sebagai alat pendengan.\kebiasaan yang sanga tidak baik adalah mendengankan lewat earphone dengan volume yang tinggi sehingga orang yang tidak menggunakan earphone pun akan dapat mendengarnya. Ini sangat berbahaya terutama unutk membrane telinga yang daya sensitifnya dapat melemah.
Jadi jika anda anak gaul yang hobi dengerin musik lewat earphone hendaknya anda harus bijak demi keshatan telinga anda.


Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Senin, 28 Februari 2011

Kebiasaan buruk menelpon berjam-jam

Komunikasi adalah kebutuhan manusia sebagai mahluk social. Saling berinteraksi dan membutuhkan satu sama lainnya. Banyak cara yang dilakukan untuk berkomunikasi contohnya seperti melalui media massa dan media elektronik.
Salah satu media yang saat ini banyak digunakan adalah media elektronik seperti televise radio dan telephone seluler. Banyaknya media komunikasi akan mempermudah masyakata untuk mendapatkan informasi. Media yang saat ini banyak di gandrungi oleh masyarakat adalah ponsel.
Banyak masyarakat yang memiliki dan menggunakan media ini sebagai alternative untuk dijadikan alat komunikasi. Saya dan anda tentu juga begitu, tidak hanya karena kemudahan berkomunikasi dimana saja dan kapan saja kita butuhkan namun jugan tingkat efisien dan praktis jua lah yang menjadikan barang elektronik yang satu ini menjadi primadona.
Hanrga ponsel yang kian hari cenderung menurun membuat barang ini sanagat ramah bagi masyarakat. Persaingan antar operator pun sedikit memberi nafas untuk kita. Karena kita dapat menikmati fasilitas yang maksimal dengan harga yang minimal.
Dengan persaingan antar operator menyebabkan tarif telephone menjadi sangat murah bahkan ada yang sampai 0 rupiah.
Ini yang mendorong masyarakat untuk menelpon sesuka hati mereka. Kebiasaan menelpon berjam-jam adalah sangat buruk. kenapa? Karena terlalu dekatnya pancaran radiasi ponsel kita saat menelpon dengan otak kita. Hal ini diperparah dengan keadaan yang menelpon yang “tidak selesai sampai baterai habis”. Ini akan meningkatkan frekuensi radiasi ke otak. Belum lagi dengan masalah pendengaran yang akan muncul di kemudian hari. Kebiasaan yang seperti ini harus di kurangi karena akan menyebabkan masalah kesehatan untuk diri anda sendiri. Jadi gunakanlah ponsel dengan bijak.



Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Minggu, 27 Februari 2011

Waspada sendok dan garpu di tempat makan anda.


Kebersihan hal utama dan mutlak bagi kita. Karena dengan menjadi kebersiahan artinya sama dengan kita menjaga kesehatan kita secara tidak langsung.
Namun saat saya membaca sebuah penelitian ternyata di temukan banyak sendok dan garpu yang tidak bersih sempurna. Tentu bagi anda yang mempunyai system imun yang baik tidak akan sakit di buatnya.
Namun jika anda sedang tidak fit kemudian menggunakan alat makan yang tidak bersih ini tertu anda akan merasakan efeknya.
Prilaku produsen jasa penyedia makanan memang tidak semuanya baik. Ada saja yang nakal. Entah dilakukan dengan maksud apa tapi ini sangat merugikan kita. Jika alat makan yang tidak bersih ini digunakan, sangat tidak menguntungkan bagi kesehatan kita.
Karena tidak hanya E. coli saja yang ditemukan, namun bisa aja siegella sp. Salmonella sp. Bahkan vibrio sp. Jadi saya saran kan untuk anda yangsuka makan diluar hendaknya membersihkan dahulu alat makan yang akan anda gunakan apa lagi jika anda tempat makan anda di pinggir jalan raya yang kontak langsung dengan udara luar tanpa sekat.



Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Sabtu, 26 Februari 2011

Jamur di air wc umum

Jamur lagi-lagi membuat masalah, sekarang dia ditemukan di air wc umum.
Sebenaranya jamur ini adalah flora normal di tubuh manusia namun jika jumlahnya berlebihan tentu akan menimbulkan masalah tersendiri.
Jamur Candida sp. Ditemukan di air wc umum, mengapa ini dapat terjadi?
Minimnya pengurasan terhadap bak penampungan air serta tidak dijaganya kebersihan turun mendukung adanya jamur ini. Jamur candida memang hidup dan menjadi flora normal di vagina, jamur ini tergolong jenis khamir dan berkembang biak dengan membentuk spora. Jika flora ini berlebihan di tempat hidupnya maka akan menimbulkan patologi dan penyakitnya biasa di sebut Candidiasis.
Candida dapat menyerang beberapa organ tubuh diantaranya:
1. mulut ; infeksi pada mulut dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan sariawan, ini biasanya diderita oleh bayi.
2. genital ; dapat menimbulkan vulvovaginitis dan balanitis. Pada wanita akan menyebabkan iritasi pada vagina serta menghasilkan secret yang kental
3. kulit ; umumnya terjadi pada daerah lipatan menimbulkan eritema yang menggeluarkan cairan.
4. kuku ; bengkak dan kemerahan palung kuku, jika kronis dapat mengakibatkan kuku hilang
walaupun terlihat sepele namun ini tidak dapat di sepelekan mengingat efek yang diberikannya sangat berbahaya. Jadi sebaiknya anda berhati-hati saat menggunakan wc umum.



Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan

Jumat, 25 Februari 2011

kemelut ice cream

ice cream minuman yang asyik dan enak tentu menjadi minuman kesukaan kalian semua bukan. rasanya yang enak, bentuk dan warnanya yang bervariasi memang cocok dijadikan cemilan waktu santai baik bersama teman atau si doi.
Namun ternyata ditemukan suatu masalah dari proses pembuatan ice cream yang kita gemari ini. Salah satu reaksinya menggunakan gelatin yang berasal dari hewan babi, yang bagi agama tertentu zat yang berasal dari hewan ini adalah haram.
Jadi bigungkan?
Ahli dari pihak produsen ice cream menjelaskan bahwa dalam proses pembuatannya ada yang menggunakan gelatin hewan tersebut. Namun itu di Negara-negara tertentu.
Gelatin yang terdapat di dunia ada 3 macam gelatin dari sapi, ikan , dan babi.
Mengapa gelatin babi banyak dipakai di Negara tertentu?
Masalah harga dan mudahnya penggolahan menjadi alasan kuat disini, harga gelatin babi yang paling murah di antara yang lain dan cara penggolahan bahan mentah sampai terbentuk gelatin pun sangat mudah dan cepat. Jika diamati dari bentuk fisiknya tentu gelatin ini nyaris tidak dapat di bedakan jika tidak ada label dari produsen. Oleh karena itu harga es krim yang memakai glatin sapi lebih tinggi dari pada yang memakai gelatin babi.
Jadi sebaiknya jika anda ingin mengkonsumsi ice cream carilah produsen ice cream yang ternama serta yang pasti memiliki sertifikat halal y



Artikel lainnya di Analisis Dunia Kesehatan